
{"id":26343,"date":"2018-10-26T14:05:03","date_gmt":"2018-10-26T07:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=26343"},"modified":"2018-10-31T02:21:03","modified_gmt":"2018-10-30T19:21:03","slug":"ramai-di-grup-whatsapp-para-orang-tua-ada-apa-dengan-jajanan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ramai-di-grup-whatsapp-para-orang-tua-ada-apa-dengan-jajanan-sekolah\/","title":{"rendered":"Ramai di Grup WhatsApp Para Orang Tua, Ada Apa dengan Jajanan Sekolah?"},"content":{"rendered":"<p><strong>KAYUAGUNG, fornews.co<\/strong> &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, para orang tua di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dihebohkan dengan sebaran (<em>broadcast<\/em>) melalui pesan grup WhatsApp (WA) agar berhati-hati dan mengawasi jajanan anak di sekolah.<\/p>\n<p>Dalam <em>broadcast<\/em> tersebut menyampaikan, informasi terkait penyakit Hepatitis B yang menjangkit salah seorang siswa SD, yang diduga akibat mengkonsumsi jajanan atau makanan di sekolah.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itu dihimbau agar para kepala sekolah, guru dan orang tua agar menyarankan sementara waktu anak peserta didik agar membawa makanan dari rumah serta stop sementara membeli jajanan misal seperti minuman pewarna, sosis, saus dan lain2. Sambil menunggu hasil sampel laboratorium. Juga disarankan agar kepala sekolah dan apamen\/lembaga terkait agar perlunya pembinaan pentingnya menjaga kebersihan dan sehatnya jajanan untuk di konsumsi anak peserta didik. Pihak sekolah utk menginformasikan baik melalui kkg guru, senam jumat, dan saat upacara..sekian saran dari pihak puskesmas dan dinas ksehatan. Mohon untuk ditindaklanjuti,&#8221; sebut pesan yang disebar tersebut.<\/p>\n<p>Terkait pesan ini, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, mengungkapkan bahwa belum memastikan sumber awal dari pesan tersebut. Meski demikian, pihak Dinkes tetap menyarankan semua siswa dan orang tua untuk hati-hati memilih jajanan dan wajib untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.<\/p>\n<p>Kepala Dinkes OKI, H M Lubis didampingi Kasi Survei dan Imunisasi, Arif menjelaskan, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran penyakit Hepatitis dari jajanan anak. Dirinya meminta agar sarapan diupayakan setiap hari karena tubuh membutuhkan 300 kalori.<\/p>\n<p>&#8220;Ini penting untuk memberikan tenaga dan kecerdasan otak. Sarapannya harus cukup jangan hanya minum teh saja,&#8221; tegasnya saat dihubungi, Jumat (26\/10).<\/p>\n<p>Lubis menjelaskan, penyakit yang disebabkan virus\u00a0Hepatitis ini diakibatkan dari adanya peradangan pada hati, dan biasanya memang tidak langsung dirasakan karena dibutuhkan waktu yang cukup lama baru bisa diketahui kalau terjangkit Hepatitis.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itulah mulai saat ini harus dicegah. Selain itu, penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) semakin gencar dilakukan salah satunya dengan membiasakan cuci tangan setelah beraktivitas dengan sabun,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah seorang warga Kayuagung, Ardani mengungkapkan, penyebaran pesan tersebut memang ada.<\/p>\n<p>&#8220;Iya ada memang yang nyebar di grup WA broadcast yang mengatakan untuk berhati-hati memilih jajanan anak. Kalau dilihat dari yang disampaikan pada pesan itu memang masuk akal, karena faktor penyebabnya bisa dari makanan yang disebutkan seperti sosis, minuman yang pake pewarna dan beberapa makanan lainnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Terlepas dari broadcast yang disebar tersebut benar atau hoax dirinya beranggapan sudah sepatutnya orang tua untuk lebih berhati-hati dan memantau jajanan anak. &#8220;Jadi positifnya jajanan anak lebih terpantau,&#8221; tukasnya. (rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, para orang tua di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dihebohkan dengan sebaran (broadcast) melalui pesan grup WhatsApp (WA) agar berhati-hati dan mengawasi jajanan anak di sekolah. Dalam broadcast tersebut menyampaikan, informasi terkait penyakit Hepatitis B yang menjangkit salah seorang siswa SD, yang diduga akibat mengkonsumsi jajanan atau makanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":26344,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,67,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/10\/IMG-20181026-WA0023.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-6QT","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26343"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26343"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26345,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26343\/revisions\/26345"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}