
{"id":27509,"date":"2018-11-27T13:08:37","date_gmt":"2018-11-27T06:08:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=27509"},"modified":"2018-11-27T15:16:37","modified_gmt":"2018-11-27T08:16:37","slug":"10-desa-di-oki-target-penanganan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/10-desa-di-oki-target-penanganan-stunting\/","title":{"rendered":"10 Desa di OKI Target Penanganan Stunting"},"content":{"rendered":"<p><strong>KAYUAGUNG, fornews.co<\/strong> &#8211; Sebanyak 10 desa yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), termasuk dalam fokus pembinaan <em>stunting<\/em> Nasional 2018.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis SKm MKes menjelaskan, pada tahun 2018 ini, ada 1.000 desa dari 100 kabupaten yang ada di Indonesia yang menjadi fokus penanganan <em>stunting<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;OKI salah satunya, dengan 10 desa yang ada di lima kecamatan,&#8221; kata Lubis pada seminar kesehatan di Aula Bappeda Kabupaten OKI, Selasa (27\/11).<\/p>\n<p>10 desa tersebut adalah Desa Menggeris, Suka Damai, Tanjung Sari, Benawa, Muara Telang, Sugih Waras, Jambu Ilir, Tanjung Beringin, Tanjung Merindu dan Desa Sukarami.<\/p>\n<p>Menurut Lubis, isu penanganan stunting ini adalah isu nasional sehingga dibutuhkan kontribusi semua pihak atau lintas sektoral untuk menangani hal ini.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan ini bisa ditangani dengan program-program yang ada di tingkat OPD untuk mewujudkan lingkungan yang bersih,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkannya, lingkugan juga menjadi salah satu pendukung untuk menekan angka stunting ini. Pasalnya, meskipun dengan obat jika tidak didukung lingkungan yang bersih atau perilaku yang baik tidak akan ada obat yang bagus.<\/p>\n<p>Meski termasuk dalam fokus penanganan stunting, Lubis mengklaim, angka stunting di Kabupaten OKI ini cenderung mengalami penurunan.<\/p>\n<p>&#8220;Pada tahun 2015 angka <em>stunting<\/em> di OKI, berada pada angka 34% dan ini terus mengalami penurunan hingga pada tahun 2017 berada di angka 22,5%,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Sementara Sekda OKI, H Husin SPd MM menyampaikan bahwa, jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak angka <em>stunting<\/em> di OKI, dapat semakin terkendali.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap tahun mengalami penurunan. Dengan komitmen yang kuat serta integrasi program dari berbagai stakeholder hingga tingkat Kades, bukan tidak mungkin pada 2023 akan 0%. Tapi bukan tidak mungkin juga dengan komitmen kuat dan integrasi program tiga tahun ke depan sudah 0%,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Bicara <em>stunting<\/em>, lanjut Husin, ini adalah perbedaan pertumbuhan pada anak di antara anak lain yang seumuran. &#8220;Ini bisa diakibatkan oleh kekurangan gizi, untuk itu sangat perlu diperhatikan asupan saat masa pra-kehamilan, saat hamil hingga anak berumur 2 tahun,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, ahli gizi yang menjadi pemateri dalam seminar ini DR Rita Ramayulis DCN MKes menerangkan, stunting ini akan menentukan nasib bangsa. Pasalnya, stunting ini salah satunya akan berpengaruh pada kecerdasan otak anak.<\/p>\n<p>&#8220;Perti Pertumbuhan tinggi badan masih ada beberapa fase pada kehidupan manusia. Yang tidak bisa diperbaiki adalah kecerdasan otak, dan ini kata kunci kenapa stunting harus diberantas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, stunting ini akan berimbas pada produktivitas. &#8220;Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikan bagaimana asupan gizi, pemberian ASI serta perilaku hidup sehat, hingga pola asuh terhadap anak itu sendiri. Karena ini akan berpengaruh pada psikomotorik anak,&#8221; pungkasnya. (rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Sebanyak 10 desa yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), termasuk dalam fokus pembinaan stunting Nasional 2018. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis SKm MKes menjelaskan, pada tahun 2018 ini, ada 1.000 desa dari 100 kabupaten yang ada di Indonesia yang menjadi fokus penanganan stunting. &#8220;OKI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27510,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,67,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/11\/IMG-20181127-WA0063.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-79H","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27509"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27511,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27509\/revisions\/27511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}