
{"id":28029,"date":"2018-12-08T19:18:38","date_gmt":"2018-12-08T12:18:38","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=28029"},"modified":"2018-12-08T23:19:54","modified_gmt":"2018-12-08T16:19:54","slug":"ojk-dukung-upaya-peningkatan-adopsi-standar-ifsb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ojk-dukung-upaya-peningkatan-adopsi-standar-ifsb\/","title":{"rendered":"OJK Dukung Upaya Peningkatan Adopsi Standar IFSB"},"content":{"rendered":"<p><span><strong>JEDDAH, fornews.co<\/strong> &#8211; OJK mendukung upaya peningkatan adopsi standar IFSB yang salah satunya melalui <\/span><i><span>Impact and Consistency Assessment<\/span><\/i><span> (ICAP) yang didasarkan pada hasil <\/span><i><span>self assessment<\/span><\/i><span>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, saat menghadiri Pertemuan ke-33 Dewan IFSB, Kamis (06\/12). Menurut Wimboh, Indonesia sebagai negara G20 telah terbiasa dengan proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Regulatory Consistency Assesment Programme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (RCAP) untuk menilai konsistensi penerapan Basel III dan akan berbagi pengalaman dalam pelaksanaan ICAP tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dewan IFSB telah memutuskan untuk menyetujui penerapan tiga standar baru yaitu:<\/span><\/p>\n<p>1. IFSB-20\u00a0<i>Key Elements in the Supervisory Review Process of Tak\u0101ful \/ Retak\u0101ful Undertakings<\/i>; standar ini bertujuan untuk memiliki tujuan utama untuk:<\/p>\n<p>&#8211; Memberikan panduan kepada pengawas tentang standar minimum untuk supervisory review process yang efektif dan efisien untuk Takaful\/Re-Takaful,<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Mendorong pengembangan Takaful dan re-Takaful melalui supervisory review, pasar yang fair, aman dan stabil untuk kepentingan dan perlindungan peserta; dan <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Mendorong harmonisasi pengawasan dalam lingkup internasional, dan meningkatkan kerja sama antar pengawas.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> IFSB-21: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Core Principles for Islamic Finance Regulation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">; yaitu \u00a0menetapkan 38 high level core principle (Core Principles for Islamic Finance Regulation for Islamic Capital Market &#8211; CPIFR ICM) dan metodologi penilaiannya melalui penetapan framework pengaturan pasar modal syariah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Secara khusus, tujuan dari CPIFR-Islamic Capital Markets adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; \u00a0\u00a0Menyediakan standar internasional minimum untuk praktik pengawasan yang baik untuk peraturan dan penilaian Islamic Capital Market (ICM), <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Melindungi konsumen dan pemangku kepentingan lainnya dengan memastikan bahwa klaim untuk kepatuhan Shar\u012b&#8217;ah yang dibuat secara eksplisit atau implisit ke produk atau layanan ICM apa pun yang sehat dan didukung oleh pengungkapan yang sesuai; <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Mewujudkan kesehatan (soundness) dan stabilitas ICM &#8211; sebagai bagian integral dari industri jasa keuangan Islam (IFSI) dan sistem keuangan global &#8211; dengan membantu otoritas pengatur dan pengawas untuk mengevaluasi kualitas sistem pengawasan mereka dan mengidentifikasi area untuk perbaikan sebagai masukan untuk agenda reformasi mereka.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> IFSB-22: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Revised Standard on Disclosures to Promote Transparency and Market Discipline for Institutions Offering Islamic Financial Services<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (IIFS); ditetapkan untuk memperbarui standar IFSB sebelumnya tentang pengungkapan (disclosure) untuk segmen perbankan syariah. Standar ini menetapkan seperangkat prinsip dan praktik utama yang harus diikuti oleh perbankan syariah dalam membuat pengungkapan, yang bertujuan untuk menghasilkan konsistensi dan komparabilitas pengungkapan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Standar ini ditetapkan untuk:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; \u00a0Memfasilitasi akses ke informasi yang relevan, dapat diandalkan dan tepat waktu oleh pelaku pasar pada umumnya, dan oleh pemegang akun investasi khususnya, sehingga meningkatkan kapasitas mereka untuk memantau dan menilai kinerja Industri Keuangan Syariah, <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; \u00a0Meningkatkan komparabilitas dan konsistensi semua pengungkapan yang dibuat oleh Industri Keuangan Syariah, <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Mendukung perlindungan konsumen keuangan dengan menawarkan pengungkapan informasi yang berguna tentang produk perbankan Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam pertemuan tersebut, Wimboh mengatakan, IFSB dalam penerapan standar atau pedoman agar memiliki prioritas mana yang harus diterapkan dahulu, khususnya standar yang fokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">market conduct<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">transparancy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">good corporate governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan manajemen risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dewan IFSB juga meminta anggotanya untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self assessment. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Dari hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut, IFSB dapat membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">task force<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk memberikan asistensi kepada negara yang masih memiliki kendala atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam penerapannya. Dengan demikian, tingkat penerapan standar yang dihasilkan IFSB akan lebih tinggi dan konsisten. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertemuan yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank Group (IsDB) ini dipimpin oleh H.E. Mohammad Y. Al Hashel, Gubernur Bank Sentral Kuwait, sebagai Ketua IFSB untuk tahun 2018. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 gubernur bank sentral dan komisioner otoritas pengaturan dan pengawasan, dan 10 perwakilan senior dari kalangan dewan dan anggota penuh IFSB, mewakili 19 negara. Selain Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia juga turut hadir sebagai perwakilan dari Indonesia. (ije\/ril)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JEDDAH, fornews.co &#8211; OJK mendukung upaya peningkatan adopsi standar IFSB yang salah satunya melalui Impact and Consistency Assessment (ICAP) yang didasarkan pada hasil self assessment. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, saat menghadiri Pertemuan ke-33 Dewan IFSB, Kamis (06\/12). Menurut Wimboh, Indonesia sebagai negara G20 telah terbiasa dengan proses Regulatory [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":28030,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/12\/IMG-20181208-WA0032.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7i5","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28029"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28033,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28029\/revisions\/28033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}