
{"id":28139,"date":"2018-12-12T21:25:03","date_gmt":"2018-12-12T14:25:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=28139"},"modified":"2018-12-12T21:25:03","modified_gmt":"2018-12-12T14:25:03","slug":"turun-034-ini-indikator-orang-miskin-di-oku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/turun-034-ini-indikator-orang-miskin-di-oku\/","title":{"rendered":"Turun 0,34%, Ini Indikator Orang Miskin di OKU"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATURAJA, fornews.co<\/strong> &#8211; Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Azis menyebutkan, angka kemiskinan di daerah ini tahun 2018 turun sebesar 0,34% dari tahun sebelumnya (2017).<\/p>\n<p>Ia menguraikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk miskin di Kabupaten OKU, tahun 2018 mencapai 45.710 orang atau 12,61% dari jumlah penduduk. Sementara, tahun 2017 lalu diangka 46.340 orang atau 12,95% dari jumlah penduduk OKU.<\/p>\n<p>&#8220;Persentase penduduk miskin di Kabupaten OKU, ini masih di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang mencapai 12,80% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 1.068.270 orang. Inflasi di OKU, jangan sampai di atas inflasi nasional,&#8221; kata Kuryana, pada rapat koordinasi dengan Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia (BI) Sumsel Rendha Prasetya, di Abdi Praja, Rabu (12\/12).<\/p>\n<p>Kuryana menjelaskan, adapun garis kemiskinan yang menjadi tolak ukur BPS dalam mengelompokan tingkat kemiskinan, yakni meliputi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).<\/p>\n<p>Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita per hari. Garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari GKM dan GKNM.\u00a0 Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah GK dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis Kemiskinan yang digunakan adalah Rp380.254\/kapita\/bulan pada tahun 2017 dan Rp415.785\/kapita\/bulan pada tahun 2018,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut disampaikan Kuryana, tiga indikator berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, meliputi: 1. Head Count Index (HCI-P0), yaitu persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (GK).<\/p>\n<p>Kedua, Poverty Gap Index atau Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang merupakan rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.<\/p>\n<p>Adapun yang ketiga, yakni Poverty Severity Index atau Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan tiga indikator di atas, persentase penduduk miskin\u00a0 di Kabupaten OKU, pada tahun 2018 cenderung menurun. Pada tahun 2018 penduduk miskin sebesar 12,61% cendering turun dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai angka 12,69%,\u00a0dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 46.340 orang pada tahun 2017 dan 45.720 orang pada tahun 2018.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara\u00a0 Poverty Gap Index atau Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) cenderung meningkat dari 2,47 menjadi 2,56. Sedangkan Poverty Severity Index atau Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga cenderung meningkat dari 0,68% menjadi 0,75%,&#8221; pungkasnya. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Azis menyebutkan, angka kemiskinan di daerah ini tahun 2018 turun sebesar 0,34% dari tahun sebelumnya (2017). Ia menguraikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk miskin di Kabupaten OKU, tahun 2018 mencapai 45.710 orang atau 12,61% dari jumlah penduduk. Sementara, tahun 2017 lalu diangka 46.340 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":28140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,28,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/12\/IMG-20181212-WA0067.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7jR","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28139"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28139"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28141,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28139\/revisions\/28141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}