
{"id":28256,"date":"2018-12-15T19:51:35","date_gmt":"2018-12-15T12:51:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=28256"},"modified":"2018-12-15T19:51:35","modified_gmt":"2018-12-15T12:51:35","slug":"jalan-masuk-komplek-rusak-berat-warga-liverpool-ii-minta-tanggung-jawab-developer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/jalan-masuk-komplek-rusak-berat-warga-liverpool-ii-minta-tanggung-jawab-developer\/","title":{"rendered":"Jalan Masuk Komplek Rusak Berat, Warga Liverpool II Minta Tanggung Jawab Developer"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> \u2013 Warga perumahan Liverpool II yang berada di Jalan Pinang, Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, mengelukan kondisi akses masuk ke komplek mereka yang rusat berat.<\/p>\n<p>Pasalnya, untuk masuk ke perumahan tersebut, kendaraan warga harus melewati jalan berlubang dan saat musim penghujan penuh dengan genangan air. Keadaan \u00a0jalan tersebut seolah dibiarkan, dan hanya ditimbun dengan koral. Akibatnya, jalan kembali berlubang lantaran kerap dilintasi truk pengangkut tanah. Mirisnya, hingga saat ini \u00a0belum ada perhatian serius dari pihak developer, dalam hal ini CV Bangkok Sukses.<\/p>\n<p>Kondisi ini jelas merugikan warga yang sudah merogoh kocek cukup dalam untuk membeli rumah berstatus komersil itu. Terlebih, jalan berlubang itu mengakibatkan kerusakan kendaraan karena tersangkut di dalam lubang.<\/p>\n<p>&#8220;Ya jelas kita kecewa dengan developer yang tidak memberi fasilitas umum yang maksimal. Bukan hanya jalan, tapi fasilitas lain seperti drainase, dan lampu jalan. Apalagi, ketika musim hujan sejumlah jalan di dalam komplek tergenang air akibat saluran air yang tidak berjalan baik,&#8221; keluh salah satu warga perumahan Liverpool II, Sabtu (15\/12).<\/p>\n<p>Sama halnya dengan Ferly, juga penghuni komplek tersebut menerangkan, sangat kecewa dengan developer yang terus berjanji melakukan perbaikan jalan, namun tak kunjung terealisasi.<\/p>\n<p>&#8220;Dulu janjinya satu bulan jalan sudah dicor, tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Alasannya sama karena harus menunggu selesai penimbunan di bagian belakang. Harusnya fasilitas jalan sudah ada sebelum komplek perumahan dibangun. Belum lagi jalan di dalam komplek juga belum dicor, baru ditimbun pasir. Sebagian juga rusak akibat aktivitas truk pengangkut pasir dan koral,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Ferly juga mempertanyakan soal fasilitas umum lain yang tidak maksimal, termasuk soal saluran air dan lampu jalan. &#8220;Kalau hujan dera,s terutama di depan blok saya itu airnya tergenang. Kalau malam, jalan masuk ke komplek juga gelap karena lampu jalan tidak maksimal. Tolong ini menjadi perhatian pihak developer karena fasilitas umum menjadi tanggung jawab mereka,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara, saat dikonfirmasi terpisah, Ali, perwakilan dari developer, menyatakan permintaan maaf atas ketidaknyamanan warga. Karena, hal tersebut memang tidak luput dari kesalahan \u00a0akibat proses penimbunan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya minta maaf, tolong sampaikan ke warga. Bahkan, saya sampai meminta ke Pak Mamat izin untuk warga lewat disana sementara karena jalan (liverpool) rusak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ditanya mengenai perbaikan jalan, Ali menyatakan komitmen dan selambat-lambatnya Januari 2019 akan dituntaskan. Karena belakangan ini hanya ditimbun koral sehingga tak bertahan lama.<\/p>\n<p>&#8220;Ya, pasti akan saya cor. Itu saya juga rugi kalau timbun cor terus. sebetulnya itu nimbun dua minggu selesai kalau musim panas. Tapi saya pastikan kita cor Januari sudah selesai,&#8221; tandasnya. (tul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co \u2013 Warga perumahan Liverpool II yang berada di Jalan Pinang, Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, mengelukan kondisi akses masuk ke komplek mereka yang rusat berat. Pasalnya, untuk masuk ke perumahan tersebut, kendaraan warga harus melewati jalan berlubang dan saat musim penghujan penuh dengan genangan air. Keadaan \u00a0jalan tersebut seolah dibiarkan, dan hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28257,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/12\/jalan.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7lK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28256"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28258,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28256\/revisions\/28258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}