
{"id":28708,"date":"2019-01-02T02:20:47","date_gmt":"2019-01-01T19:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=28708"},"modified":"2019-01-02T11:04:10","modified_gmt":"2019-01-02T04:04:10","slug":"bayt-alquran-al-akbar-magnet-wisata-palembang-yang-teganjal-biaya-pelestarian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bayt-alquran-al-akbar-magnet-wisata-palembang-yang-teganjal-biaya-pelestarian\/","title":{"rendered":"Bayt Alquran Al Akbar, Magnet Wisata Palembang yang Teganjal Biaya Pelestarian"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Penulis : Irwan September<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Sebanyak atau bahkan hingga membludaknya pengunjung yang memadati lokasi wisata religi Bayt Alquran Al Akbar, tetap saja terlihat tenang dan nyaman. Saat berada di tengah-tengah tempat tersebut, pengunjung seolah terhipnosis akan indahnya tulisan ayat-ayat dari kitab suci umat Islam yang terukir di papan berukuran besar itu.<\/p>\n<p>Mata para pengunjung seolah tak berkedip, ketika menatap langsung keping perkeping pada lembaran besar yang terukir pada kayu Tembesu khas Sumsel. Apalagi, indahnya seni ukir dengan warna tinta emas dari ayat Alquran pada tiap lembar yang tertera dari 630 halaman atau 315 keping papan yang memiliki ukuran tinggi 177 cm, lebar 144 cm, dengan ketebalan papan 2,5 cm dan berat 50 kg\/keping, yang sungguh meneduhkan hati para pengunjung saat membaca ayat per ayatnya.<\/p>\n<p>Nah, Selasa (01\/01) ini, yang berbarengan dengan libur tahun baru masehi, Bayt Al-Quran Al Akbar yang berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang ini, sangat banyak didatangi pengunjung. Mulai dari mereka yang baru kali pertama melihat atau yang sudah berulang kali datang ke salah satu objek wisata andalan di Kota Pempek ini.<\/p>\n<p>Ternyata, memang ada alasan tertentu mengapa pengunjung memilih mendatangi Alquran Al Akbar sebagai tempat yang harus dinikmati saat berada di Palembang. Umumnya, pengunjung sengaja memanfaatkan waktu liburan dan penasaran dengan Alquran Akbar ini. Terlebih, destinasi ini telah mendapatkan penghargaan dari Anugrah Pesona Indonesa (API) sebagai destinasi wisata halal dan terpopuler pada tahun 2018.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ke sini karena informasi dari teman, pernah melihat juga salah satu teman di media sosial (medsos) yang mem-<em>posting<\/em> foto, sehingga saya penasaran dan tertarik. Ternyata setelah berada di sini, saya merasa kecil dan ingat akan dosa-dosa yang telah saya lakukan,&#8221; ujar Batara, pengunjung dari Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kepada <em>fornews.co<\/em>, Selasa (01\/01).<\/p>\n<p>Wisatawan lainnya asal Yogyakarta, Rokhima menuturkan, Alquran Al Akbar ini benar-benar maha karya yang patut dilestarikan. Karena karya ini bukan hanya sekadar tempat berwisata, tapi sifatnya mengamalkan. ini merupakan satu bukti cinta dalam mendidik anak dan cinta terhadap Alquran, dengan berkunjung ke sini berarti telah mengenalkan Alquran sejak dini kepada anak.<\/p>\n<p>&#8220;Ini benar &#8211; benar luar biasa dan hanya ada satu di dunia. Saya benar-benar merasa bahagia bisa menyaksikan langsung Alquran Akbar ini, tak hanya dapat wisata saja tapi juga membaca langsung,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Yanti (28), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada satu Sekolah Dasar Islam Terpadu di Palembang mengatakan, telah berulang kali berkunjung ke Alquran Al Akbar. Karena destinasi ini sangat bagus untuk memberi kontribusi dalam membentuk karakter generasi Islam yang cinta Alquran.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah sering ke sini dan tidak pernah merasa bosan. Bahkan saya mengajak anak didik saya yang tak hanya sekadar kunjungan, tapi bersifat edukasi untuk anak-anak. Dengan cinta Alquran, maka anak-anak akan membaca dan memahami isinya dan melaksanakan apa yang diperintahkan sesuai dengan isi Alquran. Alquran Al Akbar sangat ideal sekali dengan program sekolah kami dalam hal kunjungan edukatif,&#8221; katanya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28709\" aria-describedby=\"caption-attachment-28709\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-28709 size-large\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-1024x635.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-1024x635.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-300x186.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-768x476.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-356x220.jpg 356w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-696x431.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432-678x420.jpg 678w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_014432.jpg 1034w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-28709\" class=\"wp-caption-text\">Pengunjung Bayt Alquran Al Akbar, Selasa (01\/01) siang, saat berada di halaman depan, lagi pemandangan indahnya ukiran ayat-ayat Alquran. (foto : fornews.co \/irwan september)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, satu maha karya yang sudah dinikmati para wisatawan lokal dan manca negara di Bayt Alquran Al Akbar atau kerap disebut Alquran Raksasa oleh <em>wong<\/em> Palembang ini, punya cerita lain. Salah satunya, persoalan biaya pengelolaan untuk merawat destinasi ini agar tetap kokoh sepanjang masa.<\/p>\n<p>Menurut satu dari pengelola dan <em>tour guide\u00a0<\/em>Bayt Alquran Al Akbar, Idris Palupi, wisata\u00a0religi ini bukan tanpa kendala. karena dikelola memakai dana sendiri, sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk pengelolaan dan melestarikannya.<\/p>\n<p>&#8220;Tempat wisata yang didirikan oleh H Syofwatillah Mohzaib dan kawan-kawan ini menghabiskan dana yang tidak sendikit, dana yang telah keluar mencapai Rp1,2 miliar. Pada hari biasa pengunjung bisa mencapai 400 orang, sedangkan dihari libur dan hari besar bisa mencapai lebih dari 6.000 orang, infaq dari pengunjung itulah salah satu sumber dana untuk mengelola,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Palupi mengungkapkan, setiap biaya dari harga tiket masuk, kotak infaq dan cindera mata berupa kaligrafi yang ditulis Ustad Fadhli Ustad Yusroddin seharga Rp20.000, digunakan untuk biaya operasional dan pengelolaan Alquran Al Akbar. Untuk tiket masuk, sambungnya, pada hari biasa hanya Rp5.000, sedangkan dihari libur Rp10.000. Tiket yang dibayarkan itu merupakan infaq untuk perawatan Alquran Al Akbar. Karena tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan pakai dana sendiri dan donatur.<\/p>\n<p>&#8220;Alquran Al Akbar ini punya umat dan dikelolah oleh bapak H Syofwatillah Mohzaib. <em>Nah<\/em> ketika cat Alquran itu luntur, maka perlu ditambah warna, sedangkan kita dari mana uangnya?. Makanya dari infaq itu dikumpulkan, dan dari sanalah untuk perawatan, pengecatan, pembayaran air, listrik dan pembangunan pengembangan tempat wisata dan operasional, misalnya adanya pembangunan menambah fasilitas gedung menjadi wisata baru, ada studio mini dan tempat makanan khas Palembang,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sedikit bercerita tentang Alquran raksasa, Palupi melanjutkan, bahwa ayat-ayat suci yang terukir pada kayu Tembesu itu tidak langsung di pahat. Tapi, prosesnya dimulai dari ditulis kertas karton dan penjiplakan kertas minyak. Setelah penyiapan papan, terlebih dulu penulisan di cek oleh tim penulisan.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian setelah pengukiran selesai, baru dilakukan proses pemberian warna. Warna emas itu mewakili budaya Palembang atau warna keemasan kerajaan Sriwijaya. Jadi tidak meninggalkan seni budaya Palembang,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Terlepas dari persoalan itu, Palupi menerangkan, memang pengunjung Alquran Al Akbar ini bukan saja dari Palembang. Tapi dari daerah lain, bahkan dari Eropa, Amerika dan Australia. Hampir sebagian perwakilan Eropa dan perwakilan tiap-tiap benua pernah datang ke Alquran Al Akbar, paling banyak dari negara muslim terutama negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura, karena masih rumput melayu dan mayoritas muslim.<\/p>\n<p>Pengunjung yang datang, tidak hanya sekadar mendapat kegembiraan dan ketenangan, namun mendapat nilai edukasi, pahala dan amal melalui bacaan Alquran dan Infaq yang dikeluarkan.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan ke depan, kita ingin Alquran ini terus ada sampai akhir hayat, sampai kiamat harus dijaga, selalu memberikan kenyamanan, bukan sekedar foto tapi lebih mencintai Alquran. Infaq yang dikeluarkan bisa menjadi amalan yang tidak terputus sampai akhir hayat nantinya,&#8221; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : Irwan September Sebanyak atau bahkan hingga membludaknya pengunjung yang memadati lokasi wisata religi Bayt Alquran Al Akbar, tetap saja terlihat tenang dan nyaman. Saat berada di tengah-tengah tempat tersebut, pengunjung seolah terhipnosis akan indahnya tulisan ayat-ayat dari kitab suci umat Islam yang terukir di papan berukuran besar itu. Mata para pengunjung seolah tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28710,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[9],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG_20190102_020132.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7t2","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28708"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28708"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28718,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28708\/revisions\/28718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}