
{"id":28904,"date":"2019-01-07T21:05:11","date_gmt":"2019-01-07T14:05:11","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=28904"},"modified":"2019-01-07T21:05:11","modified_gmt":"2019-01-07T14:05:11","slug":"upt-tpa-sukawinatan-kewalahan-tanggulangi-sampah-yang-menggunung-ini-kendalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/upt-tpa-sukawinatan-kewalahan-tanggulangi-sampah-yang-menggunung-ini-kendalanya\/","title":{"rendered":"UPT TPA Sukawinatan Kewalahan Tanggulangi Sampah yang Menggunung, Ini Kendalanya"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Kurangnya alat berat yang dimiliki UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang, menjadi kendala tersendiri untuk menanggulangi dan mengangkut sampah yang terus menggunung.<\/p>\n<p>Kepala UPT TPA Sukawinatan, Zaidan Jauhari mengatakan bahwa pihaknya hanya memiliki dua alat berat excavator, namun dari dua excavator itu, hanya satu yang beroperasional. \u201cKami hanya menggunakan satu excavator, karena satunya lagi alatnya rusak,\u201d kata ungkap Zaidan, Senin (07\/01).<\/p>\n<p>Kurangnya alat berat pengangkut sampah di TPA Sukawinatan, membuat pekerjaan menjadi lambat dan memakan waktu panjang. Bahkan pihaknya harus bekerja lembur hingga pukul 03.00 WIB dini hari.<\/p>\n<p>\u201cSebelum alat berat ini rusak kami selesainya cepat, mungkin jam 23:00 WIB sudah beres. Itu kita mulai kerja pukul 07.00 WIB pagi. Sekarang kami kerja hampir 24 jam karena kadang sampai jam 03.00 dini hari,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain terkendala kurangnya alat berat pengangkut sampah, hambatan utama lainnya adalah tidak adanya Buldoser untuk pemerataan sampah, hingga mengakibatkan sampah di TPA Sukawinatan menjadi semakin meninggi.<\/p>\n<p>\u201cJika hanya bergantung pada Excavator itu tidak bisa, dikarenakan alat itu hanya memindahkan sampah dari bawah ke atas, namun jika menggunakan Buldoser sampah dapat diratakan dan tidak mengalami peninggian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Zaidan menambahkan, pada tahun ini Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Lingkungan Hidup, berencana akan melakukan pengadaan alat berat berupa satu buldoser.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini direncanakan akan dilakukan pengadaan buldoser. Alat tersebut nanti akan membantu kita untuk melakukan pemerataan sampah hingga ke area belakang TPA,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Masih kata dia, dengan alat tersebut belum dapat memaksimalkan kinerja pihaknya, lantaran idealnya di TPA harus mempunyai lima alat berat, di antaranya tiga excavator dan dua buldoser.<\/p>\n<p>Dengan ke lima alat ini, dirinya menyakini pengerjaan untuk pengangkutan sampah dari truk hingga ke TPA dapat selesai dengan cepat.\u00a0Daya tampung TPA Sukawinatan saat ini dapat mencapai 800 ton per hari. Volume sampah meningkat sebesar 50 ton jika dibandingkan di tahun 2017, daya tampung dapat mencapai 750 ton per hari.<\/p>\n<p>\u201cIdealnya seperti itu, tapi untuk tiga ekskavator itu juga harus dua standar dan satu ekskavator berjenis long, agar sampah yang jauh dapat diraih menggunakan alat ini,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Data 2018 lalu, sampah domestic atau sampah rumah tangga merupakan yang terbanyak. Dari 16 kecamatan Palembang, titik sampah yang diangkut dan dibawa ke TPA Sukawinatan, dengan 100 angkutan sampah yang dimiliki saat ini. Untuk 1 dump truck yang mengangkut sampah, minimal 2 kali operasional di waktu pagi jam setengah 6. Dan dapat mengangkut diatas 3 ton sampah. (irs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Kurangnya alat berat yang dimiliki UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang, menjadi kendala tersendiri untuk menanggulangi dan mengangkut sampah yang terus menggunung. Kepala UPT TPA Sukawinatan, Zaidan Jauhari mengatakan bahwa pihaknya hanya memiliki dua alat berat excavator, namun dari dua excavator itu, hanya satu yang beroperasional. \u201cKami hanya menggunakan satu excavator, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":28905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2019-01-07-at-19.16.18.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7wc","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28904"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28904"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28906,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28904\/revisions\/28906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}