
{"id":29173,"date":"2019-01-12T01:36:34","date_gmt":"2019-01-11T18:36:34","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=29173"},"modified":"2019-01-12T01:36:34","modified_gmt":"2019-01-11T18:36:34","slug":"disebut-cawapres-uzur-maruf-amin-justru-bilang-begini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/disebut-cawapres-uzur-maruf-amin-justru-bilang-begini\/","title":{"rendered":"Disebut Cawapres Uzur,  Ma&#8217;ruf Amin Justru Bilang Begini"},"content":{"rendered":"<h6><strong>INDRALAYA, fornews.co<\/strong> &#8211; Calon wakil presiden Ma&#8217;ruf Amin menanggapi selintingan oknum yang menyebut usianya (75) sudah uzur untuk mendampingi Jokowi, pada kontestasi Pilpres 17 April mendatang.<\/h6>\n<h6>Menurutnya, menjadi calon wakil presiden adalah permintaan Jokowi yang ingin memilih calon pasangan dari kalangan ulama (Kader NU) atau memiliki basis pendidikan pesantren (santri).<\/h6>\n<h6>&#8220;Dari beberapa kader yang disepakati, ternyata pak Jokowi mengangkat saya untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden. Kenapa saya mau, karena pak Jokowi sudah banyak melaksanakan tugasnya, pembangunan infrastruktur sudah banyak dilakukan, beliau juga cinta ulama, jadi salah kalau ada yang bilang pak Jokowi anti Islam, lah calon wakilnya saja kyai,&#8221; katanya dalam sambutan pada acara istighasah kubro di Ponpes Syafa&#8217;atut Thulab, Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (11\/01).<\/h6>\n<h6>Bahkan, Ma&#8217;ruf Amin saat ini justru mengklaim, Jokowi-Amin adalah pasangan yang paling ideal untuk memimpin negara ini. Meskipun di usianya yang tak lagi muda, tapi ini adalah pasangan yang tepat, karena menyatukan antara umara dan ulama, menyatukan antara tokoh nasionalis dan tokoh agama.<\/h6>\n<h6>&#8220;Pak Jokowi tokoh nasionalis, tokoh Islam-nya saya. Inilah calon yang representatif untuk memimpin bangsa dan negara Indonesia. Karena itu harus menang,&#8221; ungkapnya.<\/h6>\n<h6>&#8220;Tapi ada yang bilang kiyai Ma&#8217;ruf Amin itu sudah tua, sudah bau tanah mau jadi wakil presiden. Saya jawab, memang tidak ada kok orang bilang saya masih muda, pak Jokowi juga tahu saya tua, tapi pak Jokowi nyaman mengangkat saya sebagai calon wakil presiden,&#8221; ulasnya.<\/h6>\n<h6>Di balik ketertarikannya maju sebagai cawapres, Ma&#8217;ruf Amin ternyata terinspirasi dari kisah yang terdapat dalam buku qiroatur rosyidah saat duduk di madrasah ibtidaiyah (SD).<\/h6>\n<h6>&#8220;Di dalam buku qiroatur rosyidah itu, ada cerita orangtua yang sedang menanam pohon, kemudian ada orang mengatakan, bapak tidak akan menikmati hasil pohon itu, pohon itu belum berbuah, bapak sudah mati. Lalu bapak itu menjawab, saya menanam pohon bukan untuk saya, tapi untuk generasi mendatang,&#8221; ungkapnya.<\/h6>\n<h6>&#8220;Jadi kalau saya mau jadi calon wakil presiden, (hasilnya) bukan untuk saya. Saya berjuang untuk negara demi generasi yang akan datang agar dapat menikmati pembangunan,&#8221; imbuhnya.<\/h6>\n<h6>Soal usia, Ma&#8217;ruf mengatakan 75 tahun belum tergolong tua bila dibandingkan dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad yang berusia 93 tahun. Justru dikatakannya, WHO menyebutkan, kalau kategori usia tua itu adalah 80 tahun ke atas, sementara usia 60 hingga 80 tahun adalah setengah baya.<\/h6>\n<h6>&#8220;Saya lebih muda dari Mahatir. Kalau Mahatir 93 tahun berani jadi perdana menteri, kenapa saya 75 tahun tidak berani jadi calon wakil presiden,&#8221; tukasnya.<\/h6>\n<h6>Di akhir sambutannya, Ma&#8217;ruf Amin berjanji, jika mereka terpilih akan banyak melakukan pembangunan, bahkan hingga 4 kali lipat dari yang sudah dilakukan Jokowi saat ini.(bas)<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INDRALAYA, fornews.co &#8211; Calon wakil presiden Ma&#8217;ruf Amin menanggapi selintingan oknum yang menyebut usianya (75) sudah uzur untuk mendampingi Jokowi, pada kontestasi Pilpres 17 April mendatang. Menurutnya, menjadi calon wakil presiden adalah permintaan Jokowi yang ingin memilih calon pasangan dari kalangan ulama (Kader NU) atau memiliki basis pendidikan pesantren (santri). &#8220;Dari beberapa kader yang disepakati, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":29176,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[9,24],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/IMG-20190112-WA0004.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7Ax","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29173"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29173"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29178,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29173\/revisions\/29178"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}