
{"id":30014,"date":"2019-01-30T18:59:12","date_gmt":"2019-01-30T11:59:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30014"},"modified":"2019-01-30T18:59:12","modified_gmt":"2019-01-30T11:59:12","slug":"hindari-kerugian-ini-arahan-jokowi-terhadap-petani-udang-vaname","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/hindari-kerugian-ini-arahan-jokowi-terhadap-petani-udang-vaname\/","title":{"rendered":"Hindari Kerugian, Ini Arahan Jokowi Terhadap Petani Udang Vaname"},"content":{"rendered":"<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\"><strong>BEKASI, fornews.co<\/strong> &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta agar para petani udang vaname tidak terburu-buru memperluas usahanya. Hal ini, karena sebelumnya mereka sempat mengalami kegagalan saat awal menebarkan benih tahun 2017 lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">\u201cDulu perkiraan kita di Februari (2018) bisa panen, ternyata gagal. Nanti tanya ke petaninya. Gagal. Diulang lagi yang kedua, berhasil tapi baru 50%,\u201d katanya usai mengikuti panen raya udang vaname, di Desa Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30\/01) pagi, sebagaimana dilansir setkab.go.id.<\/span><span id=\"more-152429\" style=\"box-sizing: border-box;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Menurut Presiden, kegagalan dan kemudian berhasil panen 50% itu merupakan proses pembelajaran untuk para petani, yang memang memerlukan proses seperti ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">\u201cYang kedua hanya dapat dua ton. Yang ketiga ini diperkirakan nanti akan dapat kira-kira lima ton, ini sudah pada posisi yang normal. Ini kita harapkan. Kalau nanti ini sudah benar, karena memelihara udang vaname juga tidak mudah, lingkungan, suhu, kemudian oksigen, semua,\u201d ungkap Presiden.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Mengenai kegagalan pertama itu, menurut Presiden, karena ada virus. Namun saat ini, sudah mulai bisa dilihat kapan virus itu keluar, dan kapan tidak keluar.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Dari 80 hektar tambak yang diberikan kepada masyarakat melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Perhutanan Sosial, menurut Presiden, yang dicoba untuk budi daya udang vaname baru 10 hektar. Pemerintah memang tidak ingin tergesa-gesa karena masih belum dapat format yang betul, sementara di sisi lain ini menyangkut modal yang besar, menyangkut petani yang juga pinjam ke bank.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">\u201cHati-hati, kita tidak boleh membiarkan petani rugi kemudian semuanya kapok enggak berani memelihara udang. Karena ini permintaan udang vaname ini gede sekali, untuk ekspor terutama,\u201d ujar Kepala Negara seraya menambahkan, permintaan udang untuk ekspor ke luar negeri sangat besar bahkan permintaan datang dari hampir semua negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Mengenai modal yang diperlukan dalam pembudidayaan udang vaname, Presiden Jokowi mengemukakan, untuk satu hektar kurang lebih Rp180 jutaan. Sementara kalau berhasil panen dapatnya kira-kira Rp310 juta-Rp320 juta.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">\u201cArtinya ada margin keuntungan sekali panen itu Rp120 jutaan kurang lebih. Ini kan duit gede banget,\u201d kata Presiden.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Namun Presiden mengingatkan, untuk mencapai hal itu memerlukan proses kegagalan tadi. Tapi kalau orang sudah belajar dari proses kegagalan, itu yang paling penting.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; overflow-wrap: break-word; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 15.0pt 0cm;\"><span style=\"font-size: 10.5pt; font-family: 'Arial',sans-serif; color: #1c1c1c;\">Tampak mendampingi Presiden dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Dirut PLN Sofyan Basyir. (ibr\/*)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BEKASI, fornews.co &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta agar para petani udang vaname tidak terburu-buru memperluas usahanya. Hal ini, karena sebelumnya mereka sempat mengalami kegagalan saat awal menebarkan benih tahun 2017 lalu. \u201cDulu perkiraan kita di Februari (2018) bisa panen, ternyata gagal. Nanti tanya ke petaninya. Gagal. Diulang lagi yang kedua, berhasil tapi baru 50%,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":30015,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/01\/Panen-Udang.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7O6","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30014"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30016,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30014\/revisions\/30016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}