
{"id":30308,"date":"2019-02-01T21:53:16","date_gmt":"2019-02-01T14:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30308"},"modified":"2019-02-01T21:57:38","modified_gmt":"2019-02-01T14:57:38","slug":"30308-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/30308-2\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Harga Karet Sumsel, Pemprov Sarankan Petani Gunakan Asam Semut untuk Pembekuan Getah"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan terus mencari cara konkrit dalam meningkatkan harga jual karet Sumsel. Salah satunya perbaikan dari sisi mutu dan kualitas getah karet itu sendiri, yang dimulai dari proses pembekuannya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, jika selama ini para petani banyak menggunakan tawas dan cuka para untuk membekukan getah karet, kini pihaknya menyarankan agar menggunakan asam semut yang berfungsi menekan kadar air.<\/p>\n<p>Rekomendasi penggunaan asam semut ini, kata Herman Deru, berdasarkan masukan dan saran saat rapat dengan berbagai pihak terkait, di antaranya jajaran Polda Sumsel, Gapkindo, Apkarindo, PTPN 7, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Palembang, Pusat Penelitian Karet Balai Karet Sembawa.<\/p>\n<p>&#8220;Kita butuh peran serta dari semua yang hadir ini. Untuk menyampaikan dengan masyarakat agar tidak lagi menggunakan cuka para dan tawas. Namun gunakan rekomendasi dari pemerintah, yakni asam semut,\u201d tegas Herman Deru, usai rapat di Griya Aging Palembang, Jumat (01\/02).<\/p>\n<p>Karena harga karet dipengaruhi harga dunia, maka Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjut Herman Deru, akan membuat suatu formula yang diharapkan dapat menjawab keluhan petani karet selama ini.<\/p>\n<p>Selain harus adanya peningkatan kualitas dan mutu, juga harus dilakukan pemangkasan birokrasi produksi hingga karet masuk ke pabrik, melalui Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerapan Tata Niaga Karet dan pembentukan UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) yang dalam waktu dekat diterbitkan.<\/p>\n<p>UPBB ini sendiri bertujuan sebagai sarana bagi petani untuk meningkatkan mutu karetnya.<\/p>\n<p>\u201cNanti para UPPB ini akan kita lantik, sehingga dapat menjalankan perannya melakukan pembinaan pada masyarakat sebagaimana dahulu ada PPL,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Yang lebih peting lagi kita akan upayakan agar petani memiliki alat ukur kadar air. Jadi ke depan jangan ada lagi petani karet yang justru melakukan tindakan curang dengan memasukan tatal kayu, sandal jepit atau malah getahnya direndam. Tindakan ini justru akan merugikan petani sendiri. Sebab pabrik tidak akan mau membeli dengan harga tinggi, jika petani tidak memperhatikan mutu dan kualitas getah,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Dia berharap, ke depan tidak ada lagi petani karet di Sumsel yang mengangap pemerintah daerah tidak melakukan upaya dalam meningkatkan harga getah karet rakyat ini.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu kita akan buka akses informasi harga karet terkini. Di samping akan kita upayakan membuat hilirisasi dengan membuka seluas luasnya peluang usaha membuat bantalan rel berbahan baku karet, misalnya. Dan ini akan saya sampaikan dengan menteri perhubungan untuk pembuatan ban mobil, sepeda motor dan sepeda. Saya tegaskan harus terealisasi. Nanti pemanfaatannya diperuntukan bagi kendaraan dinas,\u201d tukasnya.(bas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan terus mencari cara konkrit dalam meningkatkan harga jual karet Sumsel. Salah satunya perbaikan dari sisi mutu dan kualitas getah karet itu sendiri, yang dimulai dari proses pembekuannya. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, jika selama ini para petani banyak menggunakan tawas dan cuka para untuk membekukan getah karet, kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":30309,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[8933,7106,8932],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/IMG-20190201-WA0023.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7SQ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30308"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30308"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30314,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30308\/revisions\/30314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}