
{"id":30336,"date":"2019-02-02T21:21:33","date_gmt":"2019-02-02T14:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30336"},"modified":"2019-02-02T21:21:33","modified_gmt":"2019-02-02T14:21:33","slug":"kalsel-jambi-adopsi-inovasi-jalan-aspal-karet-muba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kalsel-jambi-adopsi-inovasi-jalan-aspal-karet-muba\/","title":{"rendered":"Kalsel-Jambi Adopsi Inovasi Jalan Aspal Karet Muba"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin terus menjadi sorotan banyak pihak, baik di tingkat regional maupun nasional. Di antaranya Provinsi Jambi dan Kalimantan Selatan, yang mulai mencari tahu bagaimana teknis pembangunan jalan aspal karet tersebut.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, inovasi jalan aspal berbahan campuran karet ini telah mendapat penghargaan sebagai infrastruktur terbaik pada saat peringatan Hari Bakti PU dari Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin belajar dan ingin mengadopsi penerapan aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin ini. Ini inovasi pembangunan infrastruktur yang luar biasa dan memberikan kontribusi yang besar nantinya untuk masyarakat luas,&#8221; kata Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, yang sekaligus memimpin rombongan studi banding ke Muba, Sabtu (02\/02).<\/p>\n<p>Suparmi mengatakan, setelah melihat secara langsung pembangunan jalan aspal karet yang menerapkan Sistem Teknologi SKAT (Serbik Karet Alam Teraktivasi) tersebut, mereka mengaku takjub. Apalagi, ini menjadi inovasi pertama di Indonesia yang pembangunannya bersumber dari APBD Muba.<\/p>\n<p>&#8220;Kami apresiasi kebijakan pak Bupati Muba Dodi Reza Alex, banyak dampak yang bisa dirasakan dari implementasi pembangunan jalan aspal karet bagi petani karet kita ke depanya. Di sisi lain bisa menguntungkan petani karet,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami merasa sangat perlu belajar ke Muba untuk nantinya bisa menerapkan pembangunan jalan aspal karet di Kalimantan Selatan. Dan jika program bapak Bupati Muba ini, kita komit seluruh kabupaten\/kota se Indonesia menjalankan program ini, kita yakin harga karet rakyat akan naik, sehingga kami serius membawa tim, termasuk tim dari kabupaten di Provinsi Kalsel,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan studi banding ke Muba, rombongan Pemprov Kalimantan Selatan terdiri dari unsur Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas PU PR Kalimantan Selatan. Kemudian dari Dinas Perkebunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.<\/p>\n<p>Sejak diterapkan pada Oktober 2018 lalu, pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus menuai apresiasi dan pengakuan positif dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo menyebutkan pembangunan jalan aspal karet di Muba merupakan jalan keluar untuk mendongkrak harga karet di kalangan petani.<\/p>\n<p>Sementara itu, awal mula inovasi pembangunan jalan aspal karet di Muba tersebut disebabkan anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat dan membuat keprihatinan bagi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet, Pemkab Muba akhirnya menerapkan pembangunan jalan aspal berbahan karet yang pertama kali diterapkan di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4, Kecamatan Sungai Lilin, dengan panjang jalan 465 meter,&#8221; ungkap Dodi.<\/p>\n<p>Dodi Reza Alex menyebutkan, kalau seluruh Pemerintah Kabupaten\/Kota dan Provinsi di Indonesia komitmen untuk menerapkan pembangunan jalan aspal karet dalam kegiatan proyek perbaikan jalan dan pembangunan jalan, tentu akan begitu banyak penyerapan aspal karet rakyat yang akan diserap. Dengan begitu, praktis harga karet rakyat di seluruh Indonesia akan naik.<\/p>\n<p>&#8220;Contohnya Muba, baru tahap awal saja di pembangunan jalan sepanjang 465 M sudah menyerap karet rakyat hampir 9 ton. Jadi, kalau jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten se-Indonesia kita gunakan penerapan teknologi aspal karet ini, bayangkan saja akan ada berapa ton karet petani rakyat kita yang dapat terserap, dan ini baru untuk kebutuhan dalam negeri saja, khususnya untuk pembangunan dan pemeliharan jalan kita saja , tentunya ini akan menyejahterakan petani rakyat,&#8221; ungkap Dodi.<\/p>\n<p>Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel ini juga menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat, dan di beberapa negara sudah terapkan inovasi ini,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin untuk mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet, sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat kabupaten.<\/p>\n<p>&#8220;Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba dalam mengimplementasikan ini, kami harapkan akan terus berkembang dan perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba nantinya akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam,&#8221; katanya.(bas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin terus menjadi sorotan banyak pihak, baik di tingkat regional maupun nasional. Di antaranya Provinsi Jambi dan Kalimantan Selatan, yang mulai mencari tahu bagaimana teknis pembangunan jalan aspal karet tersebut. Seperti diketahui, inovasi jalan aspal berbahan campuran karet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":30337,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[8945,1922,8903,8947,8946],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/IMG-20190202-WA0040.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7Ti","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30336"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30336"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30345,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30336\/revisions\/30345"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}