
{"id":30369,"date":"2019-02-04T10:00:47","date_gmt":"2019-02-04T03:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30369"},"modified":"2019-02-04T10:28:39","modified_gmt":"2019-02-04T03:28:39","slug":"30369-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/30369-2\/","title":{"rendered":"Jingking Goreng Pantai Selatan Jogja"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Penulis: A.S. Adam<\/strong><\/em><\/p>\n<p>PARANGTRITIS tidak asing bagi pelancong luar negeri dan domestik. Sebuah pantai berjarak 28 kilometer dari Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar 45 menit ditempuh menggunakan kendaraan roda dua. Sepanjang perjalanan ke pantai selatan Parangtritis terdapat hamparan persawahan berlatarbelakang barisan gunung purba.<\/p>\n<p>Namun yang menarik di tempat ini adalah olahan Jingking siap saji. Tidak semua orang pernah makan peyek Jingking. Rasanya mirip udang. Besarnya bisa seukuran jempol tangan orang dewasa. Dijual dalam bentuk matang siap santap. Ada yang sudah dibuat peyek, ada pula yang digoreng kering dan renyah, sebagai camilan. Orang Jogja menyebutnya <em>Jingking<\/em> atau <em>Undur-undur<\/em>. Karena jalannya yang seperti berposisi <em>njengking<\/em> atau mundur.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-30370 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>\u201cMau beli berapa pak,\u201d tanya Pardi kepada pembeli.<\/p>\n<p>Pardi\u00a0 Utomo, perempuan berusia 65 tahun, warga asli Pantai Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, sudah berjualan Jingking goreng sejak tahun 80-an. Sekarang, setelah gempa 2006 silam, Pardi berjualan di Pantai Depok, berjarak sekitar 3 km di sebelah barat Parangtritis. Tepat di depan monumental bertuliskan Pantai Depok, dia menggelar lapak Jingking. Sebelum berpindah ke Depok, di usia 25 tahun Pardi berjualan di Parangtritis.<\/p>\n<p>\u201cSekarang sulit mendapatkan Jingking,\u201d kata Pardi, Ahad siang.<\/p>\n<p>Jingking mentah dipasok dari pantai di Kulonprogo, seperti Glagah dan Congot. Diakui Pardi, sekarang tidak mudah mendapatkan bahan baku Jingking di sepanjang Parangtritis hingga Depok. Selain tidak memiliki peralatan khusus menangkap Jingking, habitat Jingking di sepanjang Parangtritis sudah berpindah ke pantai yang jarang didatangi orang.<\/p>\n<p>Di lapak Pardi, seplastik Jingking goreng setengah kilogram dibandrol 5.000-10.000 rupiah. Sedangkan peyek goreng dengan berbagai varian dijual mulai harga 3000-5000 rupiah. Ia juga melayani pembeli dalam jumlah besar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30372\" aria-describedby=\"caption-attachment-30372\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-30372 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-2-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30372\" class=\"wp-caption-text\">RETRIBUSI masuk kawasan wisata Pantai Selatan Parangtritis. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sandino (55 tahun) warga Mancingan Parangtritis Bantul Yogyakarta, pemilik kuda wisata pantai, membenarkan sulitnya menangkap Jingking.<\/p>\n<p>\u201cTidak semudah dulu ketika Parangtritis masih sepi, tidak seramai sekarang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Binatang laut Jingking juga tidak bisa dijaring, lanjut Sandino, sebab Jingking termasuk binatang yang kecil. Harus menggunakan alat khusus untuk menangkapnya.<\/p>\n<p>Menangkap Jingking dibutuhkan waktu yang tepat. Jingking banyak bermunculan di pasir pantai saat matahari terbit, atau ketika matahari terbenam. \u201cSekitar jam enam pagi atau menjelang jam enam sore.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMata harus awas karena Jingking belari kencang,\u201d ucap Sandino.<\/p>\n<p>Jingking dapat secepat kilat bersembunyi di balik pasir. Jika tidak awas, tambah Sandino, kita gagal mendapatkannya.<\/p>\n<p>Nama lain <em>Jingking<\/em> bernama <em>Emerita sp<\/em> secara umum berkerabat dengan udang, lobster, kepiting, dan teritip. Jingking punya kekhasan struktur tubuh yang berkarapaks dan memiliki dua antena mirip sisir melengkung ke kanan dan ke kiri. Kedua antena tersebut berfungsi untuk menangkap makanan seperti plankton dan detritus yang terbawa ombak laut ke pantai. Jingking akan keluar dari tempat persembunyiannya melompat ke pasir pantai, dan saat ombak surut ia kembali di persembunyiannya.<\/p>\n<p>Secara umum Jingking berlimpah pada pertengahan musim kemarau. Di sepanjang pesisir pantai selatan Jogja, Jingking dapat bertelur sebanyak 1.410-11.983. Telurnya berwarna kekuning-kuningan oranye. Memiliki kandungan gizi, protein dan omega-3 yang cukup tinggi dibanding udang, lobster, dan jenis kepiting lainnya.<\/p>\n<p><em>Jingking<\/em> atau <em>undur-undur<\/em> adalah binatang superfamili <em>Hippoidea<\/em>. Di Indonesia bagian lain, di luar Yogyakarta, disebut ketam pasir atau ketam laut. Hidup di pantai terbuka berpasir hitam atau pasir besi. Biasanya dapat ditemukan di antara air pasang dan air surut. Jingking juga tersebar di California, bahkan di sepanjang pesisir laut Atlantik dan Pasifik hingga Amerika. Di Indonesia penyebaran Jingking masih belum diketahui.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: A.S. Adam PARANGTRITIS tidak asing bagi pelancong luar negeri dan domestik. Sebuah pantai berjarak 28 kilometer dari Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar 45 menit ditempuh menggunakan kendaraan roda dua. Sepanjang perjalanan ke pantai selatan Parangtritis terdapat hamparan persawahan berlatarbelakang barisan gunung purba. Namun yang menarik di tempat ini adalah olahan Jingking siap saji. Tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":30371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[638],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Peyek-Jingking-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-7TP","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30369"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30380,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30369\/revisions\/30380"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}