
{"id":30935,"date":"2019-02-15T13:57:33","date_gmt":"2019-02-15T06:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30935"},"modified":"2019-02-15T16:30:18","modified_gmt":"2019-02-15T09:30:18","slug":"pameran-lukisan-tidak-hanya-dinikmati-kolektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pameran-lukisan-tidak-hanya-dinikmati-kolektor\/","title":{"rendered":"Pameran Lukisan tidak Hanya Dinikmati Kolektor"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>\u2012Tidak semua hal yang menarik adalah hiburan semata. Namun sebuah pameran lukisan di Yogyakarta mampu menyedot pengunjung dari kalangan pelajar dan mahasiswa.<\/p>\n<p>Nani (25 tahun) mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM datang ke pameran bukan karena tugas kuliah. Selain menikmati lukisan, ia ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah Pangeran Diponegoro.<\/p>\n<p>\u201cBaru kali ini ke pameran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nani berusaha tidak melewatkan semua hal terkait dengan sejarah. Bahkan mendatangi pameran yang menampilkan epik sejarah Pangeran Diponegoro.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30936\" aria-describedby=\"caption-attachment-30936\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-30936 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30936\" class=\"wp-caption-text\">SELAIN buku bersejarah, uang logam dan kertas bergambar Pangeran Diponegoro juga turut dipamerkan. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pameran lukisan bertajuk \u201cPameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro\u201d di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No.7 Alun-alun Yogyakarta, tanggal 1-24 Februari 2019, memvisualisasikan isi Babad Diponegoro yang ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya diasingkan di Manado pada tahun 1831 hingga 1832.<\/p>\n<p>\u201cSemula berencana mengadakan pameran untuk Januari, tapi karena sesuatu hal rencana ditunda,\u201d kata Eka (25 tahun), guru pembimbing SMA Negeri 10 Yogyakarta, Kamis.<\/p>\n<p>Selain mengajarkan siswa-siswinya cara membuat proposal untuk sebuah pameran. Eka juga mengajak anak-anak didiknya ke pameran sastra rupa gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery untuk mempelajari konsep cara membuat tata ruang pameran lukisan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30939\" aria-describedby=\"caption-attachment-30939\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-30939 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-3-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30939\" class=\"wp-caption-text\">RIO seorang volunter sedang memberikan penjelasan kepada puluhan pelajar SMA Negeri 10 Yogyakarta. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Mereka sengaja ke pameran bukan bermaksud mengetahui sejarah Pangeran Diponegoro, melainkan hanya ingin mempelajari teknis bagaimana cara menyelenggarakan sebuah pameran lukisan. Saat berkunjung, Rio salah seorang volunter pameran, memandu puluhan pelajar SMA Negeri 10 Yogyakarta berkeliling di ruang pamer.<\/p>\n<p>\u201cSetelah ditanyakan ke anak-anak, untuk materi sejarah Diponegoro sudah ada di semester satu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>\u201cHanya pamerannya saja, bukan materi sejarahnya.\u201d<\/p>\n<p>Kepada <em>fornews.co<\/em>, Eka mengaku, puluhan anak-anak didiknya ke pameran sastra rupa gambar Babad Diponegoro setelah mendapat undangan dari pihak penyelenggara.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30940\" aria-describedby=\"caption-attachment-30940\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-30940 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-4-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30940\" class=\"wp-caption-text\">BLIRIK karya Hadi Soesanto. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ibnu Banuharli (56 tahun) pensiunan dosen Politeknik ATK Yogyakarta (dulu bernama Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta\u2012<em>Red<\/em>) datang ke pameran setelah dapat info dari mahasiswa.<\/p>\n<p>\u201cCukup menarik unuk disajikan kepada masyarakat,\u201d ujar pensiunan Dinas Kementerian Industri di ruang tamu pameran.<\/p>\n<p>Ibnu seangkatan dengan Ronald Manullang (salah satu perupa dalam pameran Babad Diponegoro) sewaktu masih sama-sama kuliah di ASRI (sekarang ISI\u2012<em>Red<\/em>), di Yogyakarta.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/pameran-lukisan-babad-diponegoro-libatkan-51-perupa-indonesia\/\">Pameran Lukisan Babad Diponegoro Libatkan 51 Perupa Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda beberapa perupa angkatan semasa di ASRi yang turut dalam pameran ini,\u201d beber Ibnu.<\/p>\n<p>Kerabat dekat Mbah Carik legenda jadah tempe di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini juga menyayangkan terhadap beredarnya buku-buku sejarah yang masih dipertanyakan kebenarannya.<\/p>\n<p>\u201cSejarah perlu dikenalkan kepada generasi penerus dengan tidak membohongi kebenaran sejarahnya,\u201d ujar Ibnu menutup perbincangan. (Adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co\u2012Tidak semua hal yang menarik adalah hiburan semata. Namun sebuah pameran lukisan di Yogyakarta mampu menyedot pengunjung dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Nani (25 tahun) mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM datang ke pameran bukan karena tugas kuliah. Selain menikmati lukisan, ia ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah Pangeran Diponegoro. \u201cBaru kali ini ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":30938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/Pameran-Lukisan-tidak-Hanya-Dinikmati-Kolektor-2-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-82X","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30935"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30935"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30959,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30935\/revisions\/30959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}