
{"id":30963,"date":"2019-02-15T19:55:50","date_gmt":"2019-02-15T12:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=30963"},"modified":"2019-02-15T20:01:48","modified_gmt":"2019-02-15T13:01:48","slug":"belum-resmi-sebagai-cagar-budaya-pewaris-rumah-kapitan-khawatirkan-hal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/belum-resmi-sebagai-cagar-budaya-pewaris-rumah-kapitan-khawatirkan-hal-ini\/","title":{"rendered":"Belum Resmi Sebagai Cagar Budaya, Pewaris Rumah Kapitan Khawatirkan Hal Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> \u2013 Rumah Kapitan merupakan peninggalan dari Dinasti Ming dan Ching yang masuk ke Palembang sekitar tahun 1850. Komplek bangunan tua dengan corak arsitektur perpaduan Tionghoa-Melayu, itu kini dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Pempek (Palembang).<\/p>\n<p>Keberadaannya di tepi Sungai Musi tepatnya di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II), serta tetap mempertahankan keasliannya, itu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan manca negara. Bahkan, bangunan ini ternyata pernah ditawar oleh milyarder asal Brunei Darussalam seharga Rp250 miliar.<\/p>\n<p>\u201cBangunan yang disebut orang rumah ini, adalah sebenarnya keraton. Ini pernah ditawar oleh pengusaha Brunei seharga Rp250 Miliyar,\u201d kata pewaris atau Generasi ke-13 Rumah Kapitan, Mulyadi kepada fornews.co Jumat (15\/02).<\/p>\n<p>Diakuinya dengan adanya tawaran begitu besar, dirinya khawatir kalau bangunan tersebut ke depannya justru akan diperjual belikan. Karena, meski oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Jambi, telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, tapi belum ada surat resminya.<\/p>\n<p>\u201cIni yang menjadi kendala, meski sudah ada pengakuan dari Jambi, tapi belum memiliki surat resmi. Dikhawatirkan kalau tidak ada surat resmi nanti diperjual belikan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya kata Mulyadi, sebagai penerus yang diamanahkan oleh penerus sebelumnya, sampai harus berpisah dengan keluarga yang ada di Jakarta, demi merawat Rumah Kapitan. Tempat ibadah, perawatan pelaratan dan pengelolaan tata ruang rumah dilakukan dengan biaya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, kami berharap ada surat resmi. Kalau ada surat resmi, minimal ada bantuan.\u00a0 Karena\u00a0 selama ini memakai dana pribadi dan sumbangan dari pengunjung,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p><strong>Perayaan Cap Go Meh<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_30964\" aria-describedby=\"caption-attachment-30964\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-30964 size-large\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-750x563.jpeg 750w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20.jpeg 1040w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30964\" class=\"wp-caption-text\">Peragaan busana khas Tionghoa pada pembukaan Cap Go Meh 2019 di kampung kapiten, Jumat (15\/02). (foto: fornews.co \/irwan september)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menyambut Cap Go Meh 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui Dinas Pariwisata, kembali merayakan di Kampung Kapiten sebagaimana perayaan serupa di tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Pembukaan yang berlangsung di bagian garang atau teras Rumah Kapiten tersebut, di isi dengan berbagai kegiatan seperti peragaan busana pria dan wanita khas Tionghoa dan Melayu. Hal ini, bertujuan untuk semakin memviralkan Kampung Kapiten di kanca nasional dan internasional.<\/p>\n<p>Momentum pulang kampung keturunan &#8211; keturunan Tionghoa yang berasal dari luar negri ke Palembang, dimanfaatkan untuk semakin mengenalkan budaya kota Palembang kemancanegara.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan bahwa menjadikan Kampung Kapiten sebagai destinasi wisata internasional bukan tanpa kendala, masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan.<\/p>\n<p>Menurutnya, masih banyak tempat-tempat di Kampung Kapiten yang perlu dibenahi. Selain dari pemerintah sambungnya, dibutuhkan juga pihak ketiga untuk menjadi pengelola.<\/p>\n<p>\u201cKe depan semakin banyak yang hadir, dan melalui kegiatan ini sekaligus\u00a0 ngecek apa yang harus\u00a0 dibenahi. Semoga dapat membuka mata dunia dan mata\u00a0 pihak ketiga untuk berkerjasama sehingga kampung kapitan semakin viral,\u201d ujarnya. (irs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co \u2013 Rumah Kapitan merupakan peninggalan dari Dinasti Ming dan Ching yang masuk ke Palembang sekitar tahun 1850. Komplek bangunan tua dengan corak arsitektur perpaduan Tionghoa-Melayu, itu kini dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Pempek (Palembang). Keberadaannya di tepi Sungai Musi tepatnya di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":30965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9179,9178],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-15-at-17.55.20-1.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-83p","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30963"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30963"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30970,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30963\/revisions\/30970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}