
{"id":31659,"date":"2019-03-03T20:23:07","date_gmt":"2019-03-03T13:23:07","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=31659"},"modified":"2019-03-03T23:02:52","modified_gmt":"2019-03-03T16:02:52","slug":"keripik-nanas-dari-lahan-gambut-bumi-agung-bakal-dipamerkan-di-norwegia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/keripik-nanas-dari-lahan-gambut-bumi-agung-bakal-dipamerkan-di-norwegia\/","title":{"rendered":"Keripik Nanas dari Lahan Gambut Bumi Agung Bakal Dipamerkan di Norwegia"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Keripik nanas dari Desa Bumi Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba berpeluang besar dikenal dunia. Cemilan ini bakal diikutseratakan dalam pameran pariwisata tingkat dunia, Juni mendatang di Oslo, Norwegia.<\/p>\n<p>Cemilan keripik nanas ini merupakan produk olahan buah nanas yang ditanam para petani Desa Bumi Agung di atas demplot (lahan percontohan) pertanian gambut. Mereka memanfaatkan demplot untuk menanam berbagai jenis tanaman. Salah satunya, nanas.<\/p>\n<p>Desa Bumi Agung adalah salah satu desa yang masuk ke dalam Program Desa Peduli Gambut (DPG). Desa ini mendapat penghargaan sebagai Desa Peduli Gambut Terbaik pada perayaan 3 Tahun Restorasi Gambut di Jakarta beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Produk keripik nanas ini dikembangkan oleh seniman pangan yang bergabung ke dalam jejaring petani yang dibina Javara Indonesia, sebuah perusahaan eksportir pangan sehat di Jakarta.<\/p>\n<p>Hasil olahan ini juga mendapatkan pendampingan secara langsung dari Badan Restorasi Gambut RI dan Javara.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini pemesanan sudah merambah di online, banyak yang sudah memesan,&#8221; kata Dino, pendamping fasilitator Kecamatan Lalan, saat audiensi dengan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, belum lama ini di Sekayu.<\/p>\n<p>Dino mengatakan, saat ini sudah ada tiga produk olahan tanaman lahan gambut. Selain buah nanas, warga Lalan juga sudah mengolah buah kelapa menjadi cemilan sehat dan bergizi serta olahan beras sehat.<\/p>\n<p>Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Mirna A Safitry mengungkapkan, pada Juni mendatang tiga produk olahan tanaman lahan gambut Muba ini akan dibawa ke Oslo, Norwegia untuk diikutsertakan pada pameran pariwisata tingkat dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Ya, produk-produk ini nantinya akan dibawa ke Oslo Norwegia karena diundang untuk dipamerkan pada ajang pariwisata tingkat dunia,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia menilai, hasil olahan warga Kecamatan Lalan ini merupakan inovasi yang sangat bagus dan mendapatkan dukungan yang maksimal dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu inovasi seperti ini harus terus di-support,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menuturkan, pihaknya akan terus mendorong hasil kreativitas warga Muba.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil olahan tanaman lahan gambut ini akan disinergikan dengan Bumdes yang ada di Muba, ini merupakan kerja keras kita bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kita, khususnya di darah Musi Banyuasin,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ketua Umum Lingkar Lestari ini juga mengungkapkan, nantinya bakal banyak produk yang terus dikembangkan dan dikenalkan serta dipasarkan hingga ke mancanegara. Ini juga, katanya, bagian dari peningkatan ekonomi pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Muba.<\/p>\n<p>&#8220;Upaya-upaya postif melalui program kerakyatan akan terus kita genjot, dan mendorong warga Muba berinovasi mencipatakan lapangan pekerjaan sendiri dengan mengolah hasil-hasil tanaman yang tumbuh dan dan dikembangkan di lahan gambut Musi Banyuasin. Ini semua demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin Menuju Muba Maju Berjaya 2022,&#8221; tukasnya.(bas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Keripik nanas dari Desa Bumi Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba berpeluang besar dikenal dunia. Cemilan ini bakal diikutseratakan dalam pameran pariwisata tingkat dunia, Juni mendatang di Oslo, Norwegia. Cemilan keripik nanas ini merupakan produk olahan buah nanas yang ditanam para petani Desa Bumi Agung di atas demplot (lahan percontohan) pertanian gambut. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":31660,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[8982,9448,9447,9446,8988],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/IMG-20190303-WA0006.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8eD","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31659"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31659"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31669,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31659\/revisions\/31669"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}