
{"id":31679,"date":"2019-03-04T09:17:33","date_gmt":"2019-03-04T02:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=31679"},"modified":"2019-03-04T11:46:52","modified_gmt":"2019-03-04T04:46:52","slug":"ratusan-pemanah-berkumpul-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ratusan-pemanah-berkumpul-di-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Ratusan Pemanah Se-Indonesia Berkumpul di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Memanah salah satu kegiatan yang memiliki sejarah panjang dalam keberagaman manusia. Digunakan dari mulai berburu, beperang, hingga olahraga. Tidak terkecuali Jemparingan sebuah seni memanah khas Jawa yang jejaknya bisa ditelusuri jauh sampai ke masa Kerajaan Mataram Islam pertama pada tahun 1588.<\/p>\n<p>Berbeda dari panahan pada umumnya yang dilakukan sambil berdiri, jemparingan dilakukan dengan duduk bersila.<\/p>\n<p>Lomba Jemparingan ketiga kali ini sekaligus memperingati berdirinya Kadipaten Puro Pakualaman ke-213 (Tahun Jawa) yang diikuti oleh ratusan peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_31680\" aria-describedby=\"caption-attachment-31680\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-31680 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-2-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31680\" class=\"wp-caption-text\">MESKI sempat diguyur hujan menyebabkan becek, peserta Jemparingan tetap antusias. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_31686\" aria-describedby=\"caption-attachment-31686\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-31686 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-9-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31686\" class=\"wp-caption-text\">MAS Bekel Wiroprakoso (63 tahun) meniup terompet di samping Tropi Jemparing KGPA di lapangan Jalan Kenari Yogyakarta, Ahad (3\/3\/2019). (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_31682\" aria-describedby=\"caption-attachment-31682\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"wp-image-31682 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-8-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31682\" class=\"wp-caption-text\">SALAH satu peserta dari Bali mengambil anak panah bersama peserta lain. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cJemparingan Mataraman ini merupakan satu event yang bisa dibilang multifungsi event,\u201d ungkap Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo, SH. M. Ed, kepada <em>fornews.co<\/em>, Ahad (3\/3\/2019).<\/p>\n<p>Menurut Singgih, Lomba ini menjadi Sport Tourism sekaligus Culture Tourism ketika berbicara tentang olahraga atau pariwisata.<\/p>\n<p>Lomba Jemparingan, imbuhnya, merupakan pelestarian budaya panahan versi Mataram, versi Puro Pakualaman.<\/p>\n<p>Sebagai Dinas Pariwisata pihaknya sangat mendukung terhadap pelestarian Jemparing Mataraman melalui turnamen yang digagas oleh Puro Pakualaman.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ini levelnya Nasional, dan tahun depan akan dinaikkan menjadi level Internasional,\u201d terang Singgih.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"707\" class=\"aligncenter wp-image-31681 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/>Panahan sejak dulu sudah dikenal oleh orang-orang Jawa yang semula menjadi kegiatan para kesatria. Namun kini dapat dilakukan oleh siapapun.<\/p>\n<p>&#8220;Jemparingan menjadi salah satu pembentukan karakter satria,&#8221; tutur Penghageng Tepas Dwarapura Kraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat.<\/p>\n<p>Dari awal tahun 1700-1800-an panahan asli Jawa maupun yang diadaptasi dari negara lain hidup subur di tanah Mataram.<\/p>\n<p>Hasil adaptasi dari panahan Turki dalam seni panahan Jawa memunculkan beragam gaya memanah, dua di antaranya <em>Joloponco<\/em> dan <em>Supit Gunting<\/em>.<\/p>\n<p>Ajaran Sri Sultan HB I, lanjutnya, persis seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, yaitu naik kuda, memanah dan berenang.<\/p>\n<p>\u201cMalahan pada tahun 1757 sudah diajarkan mulai lewat sekolah. Sultan sudah membenuk sekolah yang namanya tamanan.\u201d<\/p>\n<p>Pelestarian Jemparingan yang didukung oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta merupakan salah satu pendongkrak meningkatkan jumlah wisatawan di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Kementerian Pariwisata telah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Yogyakarta. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co \u2013 Memanah salah satu kegiatan yang memiliki sejarah panjang dalam keberagaman manusia. Digunakan dari mulai berburu, beperang, hingga olahraga. Tidak terkecuali Jemparingan sebuah seni memanah khas Jawa yang jejaknya bisa ditelusuri jauh sampai ke masa Kerajaan Mataram Islam pertama pada tahun 1588. Berbeda dari panahan pada umumnya yang dilakukan sambil berdiri, jemparingan dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":31687,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Ratusan-Pemanah-Berkumpul-di-Yogyakarta-6.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8eX","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31679"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31693,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31679\/revisions\/31693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}