
{"id":32180,"date":"2019-03-14T18:24:13","date_gmt":"2019-03-14T11:24:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32180"},"modified":"2019-03-14T18:24:13","modified_gmt":"2019-03-14T11:24:13","slug":"tanggulangi-karhutla-pemkab-muba-segera-revitalisasi-kelompok-masyarakat-peduli-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tanggulangi-karhutla-pemkab-muba-segera-revitalisasi-kelompok-masyarakat-peduli-api\/","title":{"rendered":"Tanggulangi Karhutla, Pemkab Muba Segera Revitalisasi Kelompok Masyarakat Peduli Api"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Pemkab Muba menggelar rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan di bumi Serasan Sekate, di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (14\/03).<\/p>\n<p>Rakor ini melibatkan BMKG Sumsel, BPBD Sumsel, Dinas Kehutanan, FKPD Muba, Parangkat Daerah terkait, seluruh camat, KPHP, Manggala Agni dan sejumlah pihak perusahaan yang beroperasional di Muba.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab Muba dari BMKG Sumsel, bahwa di bulan April tingkat hujan diperkirakan akan menurun dan diprediksi awal musim kemarau dimulai pada minggu terakhir bulan Mei.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah sangat sadar bahwa Muba ini adalah daerah yang sangat rentan terjadi Karhutla, karena daerah kita termasuk daerah gambut dan sangat rawan kebakaran hutan. Untuk itulah kita perlu bersinergi dan mencari solusi menanggulangi bencana tahunan yang melanda Muba ini,&#8221; kata Wabup Muba Beni Hernedi dalam kesempatan rakor tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Beni, dalam mencegah maupun pengendalian kebakaran hutan, lahan dan kebun, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan perlu peran serta dunia usaha, terutama dari perusahaan perkebunan dan kehutanan.<\/p>\n<p>Termasuk juga kesadaran dari masyarakat Muba itu sendiri. Pascamusim kemarau diharap jangan sampai membakar lahan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami di level FKPD konsen mencegah karhutla terjadi di Muba. Untuk itu saya minta para camat dan Forkopimcam di lapangan dan perusahaan di Muba, (Karhutla) wajib kita antisipasi. Dan kita mendukung penanggulangan karhutla dengan segera melakukan revitalisasi kembali kelompok masyarakat peduli api beserta posko-poskonya, membuat sekat kanal, sumur bor dan memenuhi sarpras karhutla,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Plt kepala BPBD Muba Indita Purnama mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 133 orang Satgas TRC khusus pencegahan dan pengendalian karhutla berserta peralatan yang lengkap, guna mendukung pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan di Muba.<\/p>\n<p>Adapun upaya yang dilakukan BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan Kelompok Tani Peduli Api, di antaranya melakukan patroli dan sosialisasi mandiri, memaksimalkan penjagaan pos pantau, desa tangguh bencana, upaya tindakan hukum, pengawasan perusahaan dan bekerja sama dengan badan restorasi gambut.<\/p>\n<p>&#8220;Upaya pencegahan dan pengendalian kami di lapangan seringkali terkendala dengan sulitnya akses yang sulit dijangkau, terbatasnya sumber air, terbatasnya kemampuan pemadaman di malam hari, dan masih adanya kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Tetapi kita secara tupoksi akan mensosialisasikan dan segera menindaklanjuti hasil keputusan kegiatan hari ini,&#8221; kata Indita.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolres Muba Muba AKBP Andes Purwanti mengatakan, untuk pengendalian sudah bisa mereka lakukan, namun yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah solusi bagaimana agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.<\/p>\n<p>Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani menyarankan, agar pada tahun ini kepala desa menggunakan ADD (membeli sarpras pemadam) untuk mensupport tim di lapangan untuk mendukung pencegahan dan pengendalian karhutla.<\/p>\n<p>&#8220;Bencana ini terjadi tiap tahun, kendalanya pun sama, kita seringkali terkendala dengan jarak dan perlengkapan,&#8221; imbuhnya.(bas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Pemkab Muba menggelar rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan di bumi Serasan Sekate, di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (14\/03). Rakor ini melibatkan BMKG Sumsel, BPBD Sumsel, Dinas Kehutanan, FKPD Muba, Parangkat Daerah terkait, seluruh camat, KPHP, Manggala Agni dan sejumlah pihak perusahaan yang beroperasional di Muba. Berdasarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":32181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9232,8993,9625,8988],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/IMG-20190314-WA0041.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8n2","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32180"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32182,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32180\/revisions\/32182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}