
{"id":32349,"date":"2019-03-19T14:38:57","date_gmt":"2019-03-19T07:38:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32349"},"modified":"2019-03-20T00:21:17","modified_gmt":"2019-03-19T17:21:17","slug":"tak-lolos-seleksi-persija-pemain-naturalisasi-ini-lamar-sriwijaya-fc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tak-lolos-seleksi-persija-pemain-naturalisasi-ini-lamar-sriwijaya-fc\/","title":{"rendered":"Tak Lolos Seleksi Persija, Pemain Naturalisasi Ini Lamar Sriwijaya FC"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG, fornews.co<\/b> &#8211; Sriwijaya FC bergerak cepat dalam membentuk tim. Bukan hanya melakukan komunikasi dengan pemain incaran, namun juga mempertimbangkan beberapa lamaran yang masuk.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbaru, di antara lamaran yang masuk terdapat dua pemain berstatus naturalisasi. Mereka adalah Kevin Scheunemann dan Lorenzo Pace.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kevin merupakan keponakan dari pelatih sepak bola Timo Scheunemann. Kevin pernah mengikuti seleksi di Persiba Balikpapan untuk Liga 1 musim 2017. Meski menunjukkan kemampuan yang menjanjikan, namun pemain berposisi gelandang ini akhirnya dicoret sang paman yang menjadi pelatih Persiba saat itu. Penyebabnya karena proses naturalisasi Kevin belum kelar, sedangkan slot pemain asing sudah penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir musim 2018, Kevin mengadu keberuntungannya di klub juara Liga 1 Persija Jakarta. Namun penampilan pemain 28 tahun ini gagal mengesankan tim kepelatihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Macan Kemayoran<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kini pemain yang pernah memperkuat tim asal Jerman, Frankfurt, memasukkan lamaran ke Sriwijaya FC.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_32351\" aria-describedby=\"caption-attachment-32351\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-32351\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-21-300x160.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"160\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-21-300x160.jpeg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-21-750x399.jpeg 750w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-21.jpeg 759w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32351\" class=\"wp-caption-text\">Lorenzo Pace. (ist)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi pemain naturalisasi yang memasukkan lamaran adalah Lorenzo Pace. Pemain kelahiran Italia ini memiliki ibu asal Bandung, Indonesia. Lorenzo pun telah mengurus naturalisasi sejak 2018.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain berusia 24 tahun ini, sempat mengikuti seleksi Sriwijaya FC di awal musim 2018. Akan tetapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Laskar Wong Kito<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kala itu dinakhodai Rahmad Darmawan mencoret nama gelandang bertahan ini karena statusnya yang belum WNI. Awal musim 2019 ini, Lorenzo yang pernah memperkuat Lazio Primavera ini kembali ke Sriwijaya FC untuk mengikuti seleksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBenar, ada dua pemain naturalisasi yang memasukkan CV mereka ke Sriwijaya FC. Tentunya ini akan menjadi pertimbangan (manajemen) dan dikoordinasikan dengan pelatih. Karena tentunya nanti pelatih yang merekomendasikan apakah akan dikontrak atau tidak,\u201d ujar Koordinator Perekrutan Pemain Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, Selasa (19\/03). (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sriwijaya FC bergerak cepat dalam membentuk tim. Bukan hanya melakukan komunikasi dengan pemain incaran, namun juga mempertimbangkan beberapa lamaran yang masuk. Terbaru, di antara lamaran yang masuk terdapat dua pemain berstatus naturalisasi. Mereka adalah Kevin Scheunemann dan Lorenzo Pace. Kevin merupakan keponakan dari pelatih sepak bola Timo Scheunemann. Kevin pernah mengikuti seleksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":32350,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[13],"tags":[9385,9718,8878,9624,9717,9623,966],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-20.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8pL","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32349"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32349"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32378,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32349\/revisions\/32378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}