
{"id":32534,"date":"2019-03-22T19:25:24","date_gmt":"2019-03-22T12:25:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32534"},"modified":"2019-03-22T19:25:24","modified_gmt":"2019-03-22T12:25:24","slug":"temukan-passion-mu-maka-kebahagiaan-akan-mengikuti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/temukan-passion-mu-maka-kebahagiaan-akan-mengikuti\/","title":{"rendered":"Temukan \u2018Passion\u2019-mu, Maka Kebahagiaan Akan Mengikuti"},"content":{"rendered":"<p><strong>MEDAN, fornews.co<\/strong> &#8211; Kerjakanlah apa yang kamu sukai, lakukan apa yang kamu yakini benar, maka kamu akan menemukan kebahagiaan yang \u2018tak ada mata uang\u2019-nya, yang tak bisa ditukar dengan apapun.<\/p>\n<p>Inspirasi nan filosofis itu tercetus dalam \u2018<em>Future Leader\u2019s Talk: Horas Medan<\/em>\u2019 yang digagas Kantor Staf Presiden bersama anak muda Sumatera Utara, di Potret Caf\u00e9, Babura, Medan Baru, Jumat (22\/03).<\/p>\n<p>Dialog santai ini menghadirkan tiga narasumber yakni Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Syska Hutagalung, Komika Majelis Lucu Indonesia Reza \u2018Coki\u2019 Pardede, dan aktivis sosial Togu Simorangkir, dimoderatori Agung Hikmat dari Kantor Staf Presiden.<\/p>\n<p>Togu Simorangkir, tokoh muda inspiratif Sumatera Utara (Sumut), memutuskan pulang kampung setelah 16 tahun merantau. Master bidang konservasi primata dari Oxford Brookes University, Inggris ini terpanggil menolong anak-anak yang kesulitan akses belajar dan membaca di Pulau Samosir.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya alasan saya pulang kampung ke Sumut, karena \u2018<em>patik palimahon\u2019<\/em>, menghormati orang tua seperti ajaran agama,\u201d kata Togu.<\/p>\n<p>Pegiat literasi yang mendirikan kapal belajar untuk tempat membaca bagi anak-anak di sekitar Danau Toba, ini menceritakan kisah awal perjuangannya.<\/p>\n<p>\u201cSaya keluar dari organisasi internasional dengan gaji sekitar 20 juta rupiah per bulan lalu membuka usaha jualan air minum. Untungnya Rp2.000 per galon. Rp1.000 buat saya, dan Rp1.000 lagi buat yayasan,\u201d kata pendiri Yayasan Alusi Taoutoba (18 Juni 2009) itu.<\/p>\n<p>Saat ini sudah ada 8 rumah belajar yang ia buat agar anak-anak di sekitar Danau Toba, tetap dapat membaca. Untuk menghidupkan rumah belajar itu, Togu dan rekannya Biston Hutahuruk rela berjalan kaki sejauh 305,65 kilometer mengitari Danau Toba dalam rangka mengumpulkan donasi secara independen tanpa bantuan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cSaya bersyukur tersesat di jalan yang benar. Secara finansial memang terjun bebas, tapi saya menemukan happiness yang tidak bisa dinilai,\u201d kata peraih anugerah Kick Andy Heroes 2019 ini.<\/p>\n<p>Anak desa dari Silulu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, itu tak menyesal ketika suatu saat membatalkan undangan \u2018reuni\u2019 ke Inggris menjadi pembicara sebuah seminar demi mendengar ajakan kepala desa untuk membuat perpustakaan di kampungnya.<\/p>\n<p>Ia lebih memilih pulang dari bekerja di sebuah NGO di Kalimantan dengan uang sendiri. \u201cPadahal kalau berangkat ke Inggris, semuanya diongkosi, dapat uang saku pula. Tapi, jika saat itu tidak memilih pulang kampung, rumah dan kereta bacaan bagi anak-anak di Toba tidak akan pernah ada. Hidup kita harus berguna bagi orang lain,\u201d jelas Togu.<\/p>\n<p>Togu menekankan hanya ada dua kunci menegaskan berbagai pencapaiannya selama ini: komitmen dan konsistensi. \u201cUntuk mengubah hal-hal besar tak harus melakukan hal-hal besar. Jangan berpikir pada angka, tapi kualitas,\u201d kata pria yang pernah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara untuk mendapat bantuan Rp100 juta funa pengembangan perpustakaan di Samosir itu,<\/p>\n<p><strong>Kerja yang Membahagiakan Diri<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Coki menegaskan, kesuksesan tak bisa dinilai dari materi. \u201cTunjukkan pada orangtua bahwa apa yang kita lakukan adalah passion yang bisa membuat kita bahagia. Kalau orangtua melihat kita bahagia, pasti mereka akan bahagia, karena pada dasarnya setiap orangtua ingin anaknya bahagia,\u201d jelas penyiar radio yang melejit lewat ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia ini.<\/p>\n<p>Syska Hutagalung dari KSP memaparkan jalan hidupnya sebagai anak muda kampung dari Tarutung. \u201cSaya kerap dirisak karena berasal dari desa. Tapi saya buktikan, \u2018Si Tarutung\u2019 ini bisa sukses,\u201d kata perempuan berlatar belakang pendidikan hukum itu.<\/p>\n<p>Syska memaparkan tugas Kantor Staf Presiden memantau program-program prioritas Presiden Jokowi dapat tepat sampai kepada penerima manfaatnya. \u201cDalam program sertifikasi tanah dan perhutanan sosial yang jadi ranah kerja saya misalnya, KSP tidak bekerja di balik meja. Kami menelusuri hingga ke pelosok daerah mencari temuan lapangan apakah semuanya sesuai sasaran,\u201d jelas Syska.<\/p>\n<p>Syska menyatakan, bekerja di institusi publik seperti yang dia lakukan benar-benar sebuah \u2018pengabdian\u2019. \u201cPengabdian itu kata dasarnya bukan \u2018abdi\u2019 tapi \u2018pengap\u2019, kita kerja keras 24 jam dalam 7 hari, layaknya restoran siap saji yang tak pernah berhenti melayani,\u201d seloroh tenaga ahli Kedeputian II Kantor Staf Presiden yang membidangi kajian strategis isu-isu sosial, ekologi, dan budaya strategi.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun pekerjaannya nyaris tanpa henti, kita tetap harus nikmati dan berbahagia, karena yang kita perjuangkan adalah keberpihakan untuk masyarakat,\u201d pungkas Syska. (ibr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEDAN, fornews.co &#8211; Kerjakanlah apa yang kamu sukai, lakukan apa yang kamu yakini benar, maka kamu akan menemukan kebahagiaan yang \u2018tak ada mata uang\u2019-nya, yang tak bisa ditukar dengan apapun. Inspirasi nan filosofis itu tercetus dalam \u2018Future Leader\u2019s Talk: Horas Medan\u2019 yang digagas Kantor Staf Presiden bersama anak muda Sumatera Utara, di Potret Caf\u00e9, Babura, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":32535,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/IMG-20190322-WA0151.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8sK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32534"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32534"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32536,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32534\/revisions\/32536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}