
{"id":32546,"date":"2019-03-22T20:38:15","date_gmt":"2019-03-22T13:38:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32546"},"modified":"2019-03-22T20:38:15","modified_gmt":"2019-03-22T13:38:15","slug":"harga-gas-turun-pt-sp2j-kembalikan-selisih-bayar-pelanggan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/harga-gas-turun-pt-sp2j-kembalikan-selisih-bayar-pelanggan\/","title":{"rendered":"Harga Gas Turun, PT SP2J Kembalikan Selisih Bayar Pelanggan"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) akan mengembalikan selisih bayar biaya yang sudah dibayarkan pelanggan sejak Januari 2019. Hal ini sebagai imbas rekomendasi harga gas kota yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Operasional SP2J Anthoni Rais mengatakan, sesuai rekomendasi tersebut, pihaknya harus menurunkan harga jual gas kelas I dari Rp4.750 per kubik menjadi Rp2.710 per kubik. Lalu untuk gas kelas II juga turun menjadi Rp4.750 per kubik dari harga sebelumnya Rp7.125 per kubik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarga baru ini akan mulai berlaku 1 April 2019,\u201d ujar Anthoni seusai rapat bersama di ruangan wakil wali kota Palembang, Jumat (22\/03). \u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengembalikan harga, lanjut Anthoni, SP2J juga harus mengembalikan selisih yang sudah dibayarkan pelanggan terhitung sejak adanya kenaikan harga per 1 Januari 2019 sampai Maret ini. \u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Misalnya kalau sebelum kenaikan pelanggan bayar Rp50 ribu per bulannya, dan setelah kenaikan menjadi bayar Rp100 ribu, maka kita kembalikan uang selisih yang dibayarkan Rp 50 ribu tadi kepada pelanggan. Kompensasi pengembalian selisih bayar akan diberikan kepada 6.600 pelanggan,&#8221; kata Anthoni. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Anthoni, dengan adanya rekomendasi harga baru ini berdampak pada kerugian pihaknya. Sebab gas yang disalurkan kepada pelanggan dibeli dari Pertamina dengan harga Rp4.700 per kubik. Sedangkan berdasarkan rekomendasi BPH Migas, harga ke pelanggan di harga Rp2.710 per kubik. \u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kita harus merugi sampai ada ketetapan harga baru dari BPH Migas,&#8221; keluhnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Anthoni mengatakan, nantinya BPH Migas akan mengeluarkan satu harga acuan yang dipergunakan sebagai dasar bagi pengelola jaringan gas kota. Sebelumnya, dasar SP2J menaikkan harga gas kota di awal tahun 2019 dikarenakan harga gas di Palembang lebih murah dibandingkan dengan daerah lainnya. Dengan harga murah tersebut seharusnya sejak dari dua tahun lalu, pihaknya sudah melakukan kenaikan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Harga gas kita ke pelanggan termurah, bahkan bisa dikatakan termurah se-Indonesia,&#8221; kata dia. (irs)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) akan mengembalikan selisih bayar biaya yang sudah dibayarkan pelanggan sejak Januari 2019. Hal ini sebagai imbas rekomendasi harga gas kota yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Direktur Operasional SP2J Anthoni Rais mengatakan, sesuai rekomendasi tersebut, pihaknya harus menurunkan harga jual gas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":32548,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[9797,9795,9794,9796],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/images-27.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8sW","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32546"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32546"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32549,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32546\/revisions\/32549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}