
{"id":32909,"date":"2019-03-29T17:30:05","date_gmt":"2019-03-29T10:30:05","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32909"},"modified":"2019-03-29T18:44:13","modified_gmt":"2019-03-29T11:44:13","slug":"enggan-curang-cari-suara-lies-shanti-ghasela-door-to-door-masuk-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/enggan-curang-cari-suara-lies-shanti-ghasela-door-to-door-masuk-desa\/","title":{"rendered":"Enggan Curang Cari Suara, Lies Shanti Ghasela Door to Door Masuk Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong>-Banyak cara yang dilakukan oleh calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD), untuk menarik simpati para konstituen agar memilih dirinya.<\/p>\n<p>Seperti yang hanya dilakukan oleh calon DPD nomor urut 39, Hj Lies Shanti Ghasela, yang menuliskan kata-kata <em>tagline<\/em> \u2018Tolong Pilih Saya\u2019 di setiap Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di ruang umum.<\/p>\n<p>Sudah tentu, Lies punya alasan sendiri, mengapa dirinya melampirkan kalimat <em>tagline<\/em> \u2018Tolong Pilih Saya\u2019 pada setiap APK yang terpasang tersebut. Menurut Lies, karena memang ingin meminta tolong masyarakat. Karena, rata-rata yang mencalonkan dan untuk dipilih dan memang dipilih.<\/p>\n<p>\u201capakah <em>tagline<\/em>\u00a0 itu efektif atau tidak, tetap saya saya minta dipilih masyarakat Sumsel. DPD RI itu utusannya hanya 4 orang, masyarakat tidak memilih dan memilih 4 orang, apa salahnya meminta tolong untuk dipilih,\u201d ujarnya, saat dibincangi, Jumat (29\/03).<\/p>\n<p>Lies mengatakan, sebesar apapun baliho calon yang dipasang dan mensosialisasikan diri ke masyarakat, tidak ada yang menyatakan <em>tagline<\/em> seperti itu.<\/p>\n<p>\u201cJika masyarakat memilih saya, maka saya akan berhutang budi, dan wajib bagi saya menyuarakan aspirasi terkait dengan kinerja DPD RI. Tapi dalam kerjanya, DPD juga tidak secara langsung membuat kebijakan atau pertimbangan untuk pembuatan Undang-Undang,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Wanita yang tergabung dalam anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ini mengungkapkan, sudah meminta restu dari Ketua IBI Sumsel untuk mencalonkan sebagai DPD RI.<\/p>\n<p>Seandainya sudah duduk di kursi senator nanti, terang Lies, tentu dirinya akan menyuarakan tenaga honor sekaligus pengangkatannya, termasuk prioritas tenaga medis, kesejahteraan dan keamanan. Jangan sampai, membangun fasilitas kesehatan jauh dari pemukiman dan kurang layanannya.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya terpilih, saya akan buat surat ke Presiden untuk mencabut moratorium\u00a0 soal pemekaran daerah. Karena dari hasil turun ke pelosok hampir rata-rata daerah ingin dimekarkan. Seperti di Musi Rawas(Mura), Banyuasin daerah Makarti dan Muba di daerah Sungai Lilin dan Bayung lencir, Gelumbang di Muaraenim. Lahat \u00a0di kikim area), OKI di daerah pantai timur.\u00a0 Bahkan, Sumsel sendiri sudah layak dimekarkan menjadi dua provinsi, karena terlalu jauh rentan kendali pemerintahan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Selama ini, jelas Lies, bersama timnya sudah melakukan sosialisasi langsung <em>door to door <\/em>ke desa-desa di 17 kabupaten\/kota di Sumsel. karena, Lies berkeyakinan dengan begitu masyatakat bisa mengenal dirinya.<\/p>\n<p>\u201cTapi satu hal yang tidak akan saya lakukan dalam berpolitik, yakni mencari suara dengan bermain curang bersama penyelenggara baik TPS, PPS, PPK maupun KPU. Karena, saya berpikir bila dilakukan, maka disana ada gaji atau uang dari kerja, dan uang itu halal tapi akan menjadi haram saya terima, jika saya duduk di DPD mengambil hak atau suara orang lain. Maka bodohnya saya yang setiap bulan menerima gaji yang halal jadi haram,\u201d tegasnya. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co-Banyak cara yang dilakukan oleh calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD), untuk menarik simpati para konstituen agar memilih dirinya. Seperti yang hanya dilakukan oleh calon DPD nomor urut 39, Hj Lies Shanti Ghasela, yang menuliskan kata-kata tagline \u2018Tolong Pilih Saya\u2019 di setiap Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di ruang umum. Sudah tentu, Lies punya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32910,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/Lies-Shanti.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8yN","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32909"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32909"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32923,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32909\/revisions\/32923"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}