
{"id":32970,"date":"2019-03-30T23:03:26","date_gmt":"2019-03-30T16:03:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=32970"},"modified":"2019-03-30T23:41:04","modified_gmt":"2019-03-30T16:41:04","slug":"dimediasi-dewan-pers-permasalahan-tkn-tirto-selesai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/dimediasi-dewan-pers-permasalahan-tkn-tirto-selesai\/","title":{"rendered":"Dimediasi Dewan Pers, Permasalahan TKN &#038; Tirto Selesai"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Permasalahan yang melibatkan media siber <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi &#8211; Ma&#8217;ruf) dinyatakan selesai oleh Dewan Pers. Hal itu sesuai hasil mediasi yang dituangkan dalam surat bernomor 01\/Pernyataan-DP\/III\/2019 tentang Pengaduan Hendra Setiawan atas nama TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma\u2019ruf) terhadap media siber <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tertanggal 28 Maret 2019 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDewan Pers selesai memproses pengaduan Hendra Setiawan, Tim Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma\u2019ruf Amin terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkait meme Ma\u2019ruf Amin dalam debat Cawapres Pilpres 2019 pada 17 Maret 2019,\u201d tulis Stanley \u2013 panggilan akrab Yosep Adi Prasetyo \u2013 dalam surat resminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat resmi yang diterima <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 30 Maret 2019 jelang dilaksanakan debat keempat antara Capres Joko Widodo dan Prabowo. Stanley menjelaskan, dalam surat tersebut menyampaikan penilaian atas aduan yang ada. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, akun resmi media sosial teradu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), merupakan bagian integral dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">newsroom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena konten yang dihasilkan dan diunggah di akun tersebut dibuat dan dikelola dengan mengacu pada proses kerja jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penilaian kedua dalam surat ini, menyebut meme yang dipersoalkan pengadu melanggar Pasal 1 dan 3 KEJ, karena tidak akurat dan mengandung opini yang menghakimi.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penilaian ketiga oleh Dewan Pers, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan segera mencabut meme yang dipersoalkan disertai permintaan maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan sesuai Pasal 10 KEJ.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pengadu dan teradu dengan difasilitasi Dewan Pers telah mengadakan konferensi pers tanggal 22 Maret 2019 di Ruang Sabam Leo Batubara, Dewan Pers. Sesuai permintaan pengadu, dalam konferensi pers, teradu telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada TKN Jokowi-Ma\u2019ruf dan pihak-pihak yang dirugikan serta masyarakat. Dengan demikian pengaduan ini dinyatakan selesai,&#8221; tulis Yosep, dalam surat yang diterima <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Jumat (29\/03).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaduan TKN kepada Dewan Pers pada 19 Maret 2019. Dewan Pers lalu memediasi TKN dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 22 Maret 2019. Dalam forum itu, Dewan Pers mengklarifikasi kepada pengadu dan teradu. Kemudian, dilanjutkan konferensi pers dan permintaan maaf terbuka. Sepekan setelahnya, Dewan Pers menyatakan aduan telah selesai.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel permintaan maaf <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto.id,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meme yang diaduan yakni penggalan kalimat \u201czina [bisa] dilegalisir\u201d diucapkan Ma\u2019ruf Amin sebagai salah satu contoh hoaks yang diarahkan kepada pasangan Jokowi-Ma\u2019ruf (selain azan dilarang dan Kementerian Agama dibubarkan).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penggalan kalimat itu sebenarnya didahului oleh pernyataan (1) pentingnya memerangi hoaks karena membahayakan tatanan bangsa dan dilanjutkan dengan pernyataan (2) bahwa Ma\u2019ruf Amin bersumpah akan melawan semua usaha untuk merealisasikan hoaks-hoaks itu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun karena pernyataan sebelum dan setelahnya dipotong, dan yang dikutip hanya soal zina bisa dilegalisir, maka konteks klarifikasi yang sedang dilakukan Ma\u2019ruf menjadi raib. Akibatnya parafrase ucapan ibu-ibu di Cikarang yang pernah ramai seolah jadi pernyataan Ma\u2019ruf Amin. Penggalan ini tidak sesuai dengan kenyataan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pengadu dan teradu sudah sepakat, juga karena mekanisme hak jawab dan minta maaf sudah dilaksanakan, pengadu menerima dengan jiwa besar dan tidak lagi melanjutkan melalui mekanisme pengadilan dengan undang-undang di luar UU 40\/1999 tentang Pers. Dan, masalah sudah dinyatakan selesai dengan cara damai.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pemimpin Redaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> A Sapto Anggoro, merasa lega dengan surat yang dikeluarkan oleh Dewan Pers dan disepakati kedua belah pihak, pengadu dan teradu. Sapto mengapresiasi kebesaran jiwa TKN dan pihak-pihak yang merasa dirugikan, berjanji tak terjadi di masa datang, dan sepakat dengan banyak pihak bahwa agar Pilpres menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hasilnya menjadi yang terbaik juga buat bangsa Indonesia. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Permasalahan yang melibatkan media siber Tirto.id dengan TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi &#8211; Ma&#8217;ruf) dinyatakan selesai oleh Dewan Pers. Hal itu sesuai hasil mediasi yang dituangkan dalam surat bernomor 01\/Pernyataan-DP\/III\/2019 tentang Pengaduan Hendra Setiawan atas nama TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma\u2019ruf) terhadap media siber Tirto.id tertanggal 28 Maret 2019 yang ditandatangani Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":32971,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9932,9933,9934],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/03\/IMG-20190330-WA0027.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-8zM","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32970"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32972,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32970\/revisions\/32972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}