
{"id":35556,"date":"2019-05-28T21:14:34","date_gmt":"2019-05-28T14:14:34","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=35556"},"modified":"2019-07-18T04:24:07","modified_gmt":"2019-07-17T21:24:07","slug":"ini-penuturan-wiranto-tentang-semua-kerusuhan-di-aksi-22-mei","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ini-penuturan-wiranto-tentang-semua-kerusuhan-di-aksi-22-mei\/","title":{"rendered":"Ini Penuturan Wiranto Tentang Semua Kerusuhan di Aksi 22 Mei"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong>&#8211; Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan, demo besar-besaran yang berujung pada kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu terjadi karena ada yang merencanakan.<\/p>\n<p>\u201cAda pengkondisian untuk pengumpulan massa demo di Jakarta paling tidak sama dengan aksi 212 yang lalu,\u201d kata Wiranto dalam konferensi pers bersama Panglima TNI dan Kapolri usai menerima Gerakan Suluh Kebangsaan yang dipimpin Mahfud MD, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28\/5) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.<\/p>\n<p>Wiranto menilai, jauh hari sebelum pengumuman hasil Pemilu, Amin Rais telah mengeluarkan pernyataan untuk melakukan\u00a0<em>people power<\/em>\u00a0apabila ada kecurangan dan kalah dalam Pemilu. Namun pengumpulan massa besar gagal karena penyekatan dan himbauan dari unsur pimpinan di daerah cukup efektif. Menurutnya, tahap awal demo berjalan damai, sesuai aturan.<\/p>\n<p>\u201cNamun tahap berikutnya\u00a0 berlangsung brutal, lewat waktu yang diizinkan, menyerang petugas dengan berbagai alat (batu, bambu runcing, petasan besar dan bom molotov). Ada dugaan kuat bahwa demo anarkis sengaja dilakukan untuk memancing aparat bertindak\u00a0<em>over reactive,<\/em>\u00a0sehingga menimbulkan korban dari pendemo,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Aparat keamanan sendiri, ungkap Wiranto, cukup sabar menghadapi pendemo, namun perlu bertindak tegas menghadapi massa beringas, anarkis yang akan membakar Bawaslu. Tapi, saat ini sedang terjadi operasi membangun opini untuk menyudutkan aparat keamanan dan menuduh aparat keamanan bertindak sewenang-wenang.<\/p>\n<p>Mengenai terjadinya korban, Wiranto memaparkan, sangat kuat adanya dugaan bahwa diciptakan korban, sebagai martir. Karena dengan adanya martir, akan menyulut emosi massa untuk lebih beringas melakukan aksinya, sehingga dengan adanya martir, akan memperbesar aksi melawan Pemerintah dengan menduduki KPU, Bawaslu, DPR dan Istana. \u201cTujuan akhir akan memakzulkan Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Tidak dilaporkan adanya korban tembakan di arena demo, terangnya, karena aparat keamanan tidak dilengkapi dengan senjata api berpeluru tajam. Tapi diakuinya, korban luka-luka di kalangan massa pendemo maupun aparat keamanan memang ada, akibat benturan yang cukup keras yang disulut oleh massa beringas dari pihak pendemo. \u201cSenjata api yang diduga akan digunakan menembak massa pendemo, keburu dapat diamankan aparat kepolisian dari pihak pendemo,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Wiranto mengingatkan, dalam keadaan gelap, larut malam, secara mendadak para preman bayaran dengan berbagai senjata menyerang asrama Brimob di Petamburan yang juga dihuni keluarga dan anak-anak mereka, membakar mobil dinas dan pribadi. \u201cMaka terjadi konflik yang cukup keras tatkala pasukan Brimob bertahan, di situlah sangat mungkin terdapat korban yang meninggal dunia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, serangan perusuh di tempat lainnya juga sangat mungkin menimbulkan korban meninggal. Dari fakta awal yang ditemukan, bekas tembakan, selongsong peluru, arah peluru, arah tembakan dan perkenaan, tegas Menko Polhukam, ada kencenderungan bukan dari senjata organik Polri. Namun saat ini Polri sedang membentuk TPF (Tim Pecari Fakta) guna mencari kebenaran. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co&#8211; Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan, demo besar-besaran yang berujung pada kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu terjadi karena ada yang merencanakan. \u201cAda pengkondisian untuk pengumpulan massa demo di Jakarta paling tidak sama dengan aksi 212 yang lalu,\u201d kata Wiranto dalam konferensi pers bersama Panglima TNI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35557,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/05\/Wiranto.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-9fu","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35556"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35558,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35556\/revisions\/35558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}