
{"id":39377,"date":"2019-08-06T18:15:45","date_gmt":"2019-08-06T11:15:45","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=39377"},"modified":"2019-08-06T18:29:14","modified_gmt":"2019-08-06T11:29:14","slug":"era-disrupsi-digital-tantangan-pers-makin-berat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/era-disrupsi-digital-tantangan-pers-makin-berat\/","title":{"rendered":"Era Disrupsi Digital, Tantangan Pers Makin Berat"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">\n<div dir=\"auto\">\n<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong>\u00a0\u2013 Memperingati 25 tahun kelahirannya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan seminar konferensi regional dan nasional dengan mengusung tema besar \u201cThe Biggest Challenge of Journalism in Digital Era\u201d.<\/p>\n<p>Kedua seminar ini, membahas tentang tantangan jurnalis maupun media serta kondisi pers dan bisnis media secara keseluruhan yang menghadapi era disrupsi digital. Kondisi yang membawa dampak yang besar terhadap media dan jurnalisme saat ini.<\/p>\n<p>Seminar Regional\u00a0 bertajuk \u201cThe\u00a0 Challenge of Journalist and Media in Southeast Asia Region\u201d menghadirkan para pembicara Nonoy Espina (NUJP Filipina), Steven Gan (Pemimpin Redaksi Malaysiakini.com, Malaysia), Jane Worthington (Direktur IFJ Asia Pasific berbasis di Sydney, Australia), Adam Portelli (Victorian Branch of Media Entertainment and Art Alliance, Australia) dan Asep Setiawan (Anggota Dewan Pers, Indonesia).<\/p>\n<p>Sementara Seminar Nasional disampaikan oleh para pemimpin redaksi media, stakeholder pers, dan termasuk empat pemenang\u00a0<em>call paper<\/em>\u00a0yang diharapkan memberikan masukan baru untuk media dan pers di Indonesia.<\/p>\n<p>Ketua Umum AJI Abdul Manan menjelaskan, ada banyak kegelisahan mengenai pers dan praktek jurnalisme hingga model bisnis di era digital. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia dan Asia Tenggara tetapi mengalami perubahan cukup signifikan di berbagai negara di seluruh dunia. Era digitalisasi juga mendatangkan kekhawatiran terhadap iklim kebebasan pers.<\/p>\n<p>\u201cDiskusi ini mengemuka\u00a0 dalam Kongres IFJ di Tunisa Juni lalu. Hampir 50 persen peserta mengkhawatirkan tentang ancaman terhadap kebebasan pers,\u201d ujar Abdul Manan, saat pembukaan konferensi di Hotel JS Luwansa, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (06\/08).<\/p>\n<p>Komisioner Dewan Pers Asep Setiawan dalam paparannya mengatakan, tantangan nyata di era digitalisasi ini adalah\u00a0 adaptasi jurnalis dan media terhadap beragam bentuk platform digital. \u201cRealitanya adaptasi itu menuntut lingkungan dan kemampuan kerja baru bagi jurnalis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, di era digitalisasi, media di Indonesia dan Asia Tenggara, berhadapan dengan kecepatan serta memanfaatkan\u00a0<em>big data<\/em>. Karena itu Jurnalis harus lebih profesional dan dilatih kembali untuk memenuhi kebutuhan publik.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu solusi yang ditawarkan\u00a0 oleh Dewan Pers untuk meningkatkan kualitas jurnalis ini dengan menerapkan sertifikasi kepada jurnalis dan media\u201d terang Asep.<\/p>\n<p>Digitalisasi, kata Asep juga membawa dampak bagi kebebasan pers. Banyak media di sejumlah negara masih menghadapi masalah seperti penyensoran, kekerasan dan hingga pembunuhan terhadap jurnalis. Bahkan ancaman terhadap kebebasan pers menunjukkan trend meningkat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Jane Worthington mengatakan tantangan media dan jurnalis saat ini tidak mudah. Agar dapat bertahan\u00a0 hidup, salah satu satu caranya adalah dengan bekerja sama, berjejaring dan memperkuat serikat.<\/p>\n<p>Adam Portelli dari MEAA,\u00a0 khusus menyinggung masalah industri pers sebagai dampak dari digitalisasi. Dia menjelaskan, pengalamannya untuk mengadvokasi\u00a0 masalah ketenagakerjaan para pekerja lepas dan pekerja media digital. Ia menekankan pentingnya\u00a0 kesepakatan kolektif.<\/p>\n<p>\u201cPentingnya serikat kerja kepada\u00a0 para jurnalis muda yang bekerja di outlet digital\u00a0 \u00a0karena meningkatnya tantangan jurnalisme,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Adapun Nonoy Espina membagi kondisi pers Filipina yang mengalami tantangan berat. Salah satu ancaman terbesar di negara ini adalah ancaman kekerasan terhadap jurnalis. Sejumlah orang terbunuh ketika menjalankan tugas mereka. Setidaknya 13 jurnalis tewas selama pemerintahan Durterte, memperburuk situasi pers sejak tragedi pembunuhan masal para jurnalis pada 2009 .<\/p>\n<p>Perkembangan media sosial\u00a0 juga\u00a0 menjadi momok ancaman bagi para jurnalis. Pemerintah setempat, katanya, menggunakan media sosial untuk\u00a0 menyebarkan fakenews. \u201cFacebook disebut sebagai tool yang paling populer untuk menyebarkan fakenews dan hal itu dipercaya oleh masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pemimpin redaksi\u00a0 Malaysiakini.com Steven Gan menekankan perlunya dukungan semua pihak,\u00a0 saling support antar jurnalis se Asia Tenggara menjadi sangat penting. (ars)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co\u00a0\u2013 Memperingati 25 tahun kelahirannya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan seminar konferensi regional dan nasional dengan mengusung tema besar \u201cThe Biggest Challenge of Journalism in Digital Era\u201d. Kedua seminar ini, membahas tentang tantangan jurnalis maupun media serta kondisi pers dan bisnis media secara keseluruhan yang menghadapi era disrupsi digital. Kondisi yang membawa dampak yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39378,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[11831,9143,11830,11829],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/08\/konferensi-nasional-edit-ok_small.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-af7","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39377"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39377"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39385,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39377\/revisions\/39385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}