
{"id":39471,"date":"2019-08-08T19:11:45","date_gmt":"2019-08-08T12:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=39471"},"modified":"2019-08-08T19:45:02","modified_gmt":"2019-08-08T12:45:02","slug":"masyarakat-indonesia-retan-terkena-osteoarthritis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/masyarakat-indonesia-retan-terkena-osteoarthritis\/","title":{"rendered":"Warga Indonesia Rentan Terkena Radang Sendi di Usia Produktif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8211; \u00a0Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan <em>osteoarthritis<\/em> (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski sering dikaitkan dengan pertambahan usia, atau dikenal sebagai penyakit degeneratif, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia 15-24 tahun (angka prevalensi sekitar 1,3%), angka prevalensi terus meningkat pada rentang usia 24-35 tahun (3,1%) dan rentang usia 35-44 tahun (6,3%). Tak jarang bila penyakit sendi khususnya <em>osteoarthritis<\/em> dilaporkan sebagai salah satu penyebab tidak langsung berkurangnya produktivitas kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">dr Deasy Erika Sp KFR menyampaikan, permasalahan <em>osteoarthritis<\/em> semakin dekat dengan penduduk usia produktif di Indonesia. Dimana menurutnya, Indonesia dinobatkan sebagai negara ketiga yang paling buruk keseimbangan antara kerja dan kehidupan dengan angka mencapai 14,3% penduduk usia produktif yang bekerja lebih dari 60 jam\/ minggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelain faktor genetik dan kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat, kurang aktif bergerak dan cedera merupakan beberapa faktor pendorong <em>osteoarthritis<\/em> pada usia produktif,\u201d ungkapnya pada siaran pers di acara peluncuran Film Pendek #<em>KeepOnRollin<\/em>\u2019 oleh Jointfit di Jakarta, Selasa (06\/08).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada pemahaman bahwa cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, padahal cedera dapat terjadi pada manusia saat melakukan kegiatan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMisalnya, cedera saat salah posisi mengangkat beban berat, seperti mengangkat koper saat bepergian, atau menggendong anak, berdiri dalam waktu lama saat kita sedang kelebihan berat badan juga dapat memicu cedera sendi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evi K. Santoso, <em>Vice President Marketing Consumer Intensive Care Combiphar<\/em> menyampaikan, memahami fenomena yang terjadi, Jointfit suplemen glukosamin dalam bentuk <em>roller gel<\/em> keluaran Combiphar merasa perlu menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus bergerak tanpa takut hadapi rintangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMeski sering dianggap sepele, penyakit sendi khususnya <em>osteoartritis<\/em> dapat dikategorikan sebagai salah satu rintangan dalam beraktivitas. Penyakit nyeri sendi yang tidak ditangani secara serius tentu dapat mengganggu kualitas hidup, sejalan dengan data yang menyatakan bahwa <em>osteoarthritis<\/em> diperkirakan akan menjadi penyebab ketidakberdayaan keempat di dunia pada tahun 2020,\u201d ujarnya<em>.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Joe Taslim<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Film pendek #<em>KeepOnRollin<\/em>\u2019 digarap oleh rumah produksi Visinema dan dibintangi oleh Joe Taslim, aktor Hollywood sekaligus <em>brand ambassador<\/em> Jointfit, <em>#KeepOnRollin<\/em> diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus bergerak menjalani hidup tanpa menyerah dalam hadapi rintangan \u2013 salah satunya permasalahan sendi yang belakangan kerap terjadi pada penduduk usia produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berangkat dari kisah nyata Joe Taslim, Brand Ambassador Jointfit, <em>#KeepOnRollin<\/em> bercerita mengenai keteguhan seorang Joe Taslim untuk terus bergerak menghadapi salah satu rintangan tebesar dalam hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRintangan terbesar dalam hidup saya berawal dari keterbatasan meraih mimpi menjadi atlet bulu tangkis. Tapi saya tak gentar, saya terus bergerak, hingga akhirnya saya menemukan jalur karir baru sebagai atlet Judo,\u201d kata Joe Taslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjutnya, rintangan lain kembali hadir saat saya mengalami cedera lutut ketika harus bertanding membela Indonesia pada kejuaraan Judo. Lagi \u2013 lagi dirinya memilih untuk terus bergerak hadapi rintangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSyukurnya, tekad dan usaha berbuah manis. Saya berhasil mempersembahkan medali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Namun, rintangan tidak berhenti, cedera lutut yang saya alami beberapa waktu lalu seringkali memicu perasaan nyeri,\u201d ujarnya, seraya mengatakan jika Jointfit dapat menjadi solusi untuk meredakan nyeri dan membantu memelihara kesehatan sendi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>#KeepOnRollin<\/em>\u2019 disutradarai oleh Ruben Adrian di bawah supervisi Angga Dwimas Sasongko, film berdurasi tujuh menit ini diambil dengan menggunakan teknik \u201c<em>one-take non-stop shot<\/em> \u2013 bidikan tanpa henti\u201d sejalan dengan tema kampanye #KeepOnRollin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJointfit memilih film sebagai media berkomunikasi karena dianggap efektif dalam menjangkau target market. Nantinya, film <em>#KeepOnRollin<\/em>\u2019 juga akan diluncurkan pada platform digital seperti Youtube dan Instagram. Dengan demikian Jointfit berharap <em>#KeepOnRollin<\/em>\u2019 dapat menjangkau masyarakat Indonesia secara luas, mengingat 98% pengguna internet di Indonesia menonton video online, serta <em>Youtube<\/em> dan <em>Instagram<\/em> masuk dalam lima <em>social media<\/em> yang sering diakses oleh masyarakat Indonesia,\u201d imbuh Evi. (ars)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tiga tips sederhana mencegah osteoarthritis:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Terus aktif bergerak,<\/strong> terus bergerak secara aktif dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor penyebab osteoarthritis. Penumpukan lemak di tubuh akan memberikan tekanan ekstra pada bantalan sendi, khususnya yang berada di bagian pinggul dan lutut. Sejalan dengan komitmen Combiphar <em>Championing a Healthy Tomorrow<\/em>, untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, salah satunya dengan aktif bergerak.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjaga gaya hidup sehat<\/strong>, tidur cukup dan menghindari makanan manis berlebihan. Mengonsumsi makanan manis berlebih dapat memicu terjadinya diabetes (kondisi kadar gula darah tinggi), dimana diabetes diketahui merupakan salah satu faktor risiko yang memicu terjadinya osteoarthritis. Kadar glukosa yang tinggi dapat mempengaruhi fungsi <em>chondrocyte<\/em> (sel pembentuk tulang rawan) dan meningkatkan peradangan yang akan meningkatkan degradasi dan apoptosis (kematian) sel tulang rawan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengoleskan Jointfit,<\/strong> saat merasakan keluhan awal \u2013 nyeri sendi. Selain berfungsi meredakan nyeri, glukosamin juga dapat berfungsi membantu pembentukan tulang rawan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; \u00a0Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan osteoarthritis (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi. Meski sering dikaitkan dengan pertambahan usia, atau dikenal sebagai penyakit degeneratif, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39477,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[11863,11862,11860,11861],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/08\/Joe-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-agD","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39471"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39484,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471\/revisions\/39484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}