
{"id":3977,"date":"2016-12-13T10:36:34","date_gmt":"2016-12-13T03:36:34","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=3977"},"modified":"2016-12-13T10:36:34","modified_gmt":"2016-12-13T03:36:34","slug":"i-gede-pitane-sumsel-bisa-menjadi-jendela-untuk-rayakan-beragam-budaya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/i-gede-pitane-sumsel-bisa-menjadi-jendela-untuk-rayakan-beragam-budaya-indonesia\/","title":{"rendered":"I Gede Pitane : Sumsel Bisa Menjadi Jendela untuk  Rayakan Beragam Budaya Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<figure id=\"attachment_3978\" aria-describedby=\"caption-attachment-3978\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3978 size-medium\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya-300x191.jpg\" alt=\"Kesenian Reok Ponorogo, saat mengikuti Kirab Budaya Garuda Srioeidjaja 2016, di Kelenteng Wei Ting Bio, Jakabaring, Palembang, Minggu (11\/12) sore. (foto dinas kebudayaan dan pariwisata sumsel) \" width=\"300\" height=\"191\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya-300x191.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya-768x489.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya-1024x653.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya.jpg 1213w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3978\" class=\"wp-caption-text\">Kesenian Reok Ponorogo, saat mengikuti Kirab Budaya Garuda Srioeidjaja 2016, di Kelenteng Wei Ting Bio, Jakabaring, Palembang, Minggu (11\/12) sore. (foto dinas kebudayaan dan pariwisata sumsel)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">PALEMBANG-Deputi Pengembangan Pariwisata Internasional Kementerian Pariwisata RI Prof DR I Gede Pitane menyatakan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bisa menjadi jendela untuk merayakan keberagaman budaya di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena masyarakat Palembang yang secara historis merupakan daerah dengan multi kultur sejak abad ke-7, yang hingga kini masih terus menjaga tradisi kebersamaan dan persaudaraan dalam perbedaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Festival Kirab Budaya ini sangat strategis dan mempunyai banyak fungsi, antara lain untuk saling bersilaturahmi, saling mengenal dan untuk menyatukan budaya kesatuan Indonesia dengan berbagai macam budaya, adat, suku dan agama. Ini juga akan meningkatkan level kota Palembang khususnya dan Provinsi Sumsel pada umumnya,&#8221; ujarnya, saat menghadiri Kirab Budaya Garuda Srioeidjaja 2016, di Kelenteng Wei Ting Bio, Jakabaring, Palembang, Minggu (11\/12) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">I Gede Pitane mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Provinsi Sumsel yang telah sering berhasil mengadakan berbagai event yang berkelanjutan. &#8220;Ini merupakan pembuktian Sumsel menjadi salah satu lokasi favorit untuk Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Selain itu, tentunya sport and tourism yang selama ini memang sudah terbukti sukses diadakan di Sumsel,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengungkapkan, pelaksanaan festival seperti ini dari masyarakat sendiri yang mempunyai inisiatif\u00a0\u00a0kegiatan pelestarian budaya. Apalagi, ini akan dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Sumsel.\u00a0Selain diikuti beberapa provinsi, Kirab Budaya Garuda Srioeidjaja inijuga ada yang datang dari luar negeri. &#8220;Ada Kong Tekcun Ong peserta Nan An Feng Shan Shi dari China, Ma Zu peserta\u00a0Yuxi Ling Ci Mao dan Putian\u00a0China. Seperti inilah pariwisata yang dibungkus dengan kegiatan kebudayaan dan keberagaman,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Irene menjelaskan, hubungan tiap elemen masyarakat yang sangat harmonis, menjadi modal besar suatu daerah dalam mengembangkan kemajuannya. Berbagai warna berbaur menjadi satu, harus tetap dijaga agar tercipta suasana yang kondusif di masyarakat. \u201cRangkaian kegiatan juga dikemas dalam beraneka ragam budaya Indonesia, seperti pertunjukan tarian kreasi, atraksi tari ular hingga reog yang dipadu dengan tarian barongsai, menjadi hiburan tersendiri bagi peserta yang hadir,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diawali dengan doa dari perwakilan seluruh tokoh Agama agar bangsa Indonesia terhindar dari segala bencana dan perpecahan, seakan menegaskan arti pentingnya keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan negara. Untuk rute Kirab Darat yang dilalui\u00a0para peserta, mulai dari kelenteng Wei Ting Bio menuju Kelenteng Liong Shan Keng, kemudian berjalan ke Kelenteng Pou An Bio dan singgah ke kawasan Opi Mall Palembang. Menjelang malam hari melewati Dekranasda Palembang dan berakhir kembali di Kelenteng Wei Ting Bio. (tul)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG-Deputi Pengembangan Pariwisata Internasional Kementerian Pariwisata RI Prof DR I Gede Pitane menyatakan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bisa menjadi jendela untuk merayakan keberagaman budaya di Indonesia. Karena masyarakat Palembang yang secara historis merupakan daerah dengan multi kultur sejak abad ke-7, yang hingga kini masih terus menjaga tradisi kebersamaan dan persaudaraan dalam perbedaan. &#8220;Festival Kirab Budaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3978,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/Kirab-Budaya.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-129","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3977"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3977"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3979,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3977\/revisions\/3979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}