
{"id":4010,"date":"2016-12-14T12:38:55","date_gmt":"2016-12-14T05:38:55","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=4010"},"modified":"2016-12-14T12:38:55","modified_gmt":"2016-12-14T05:38:55","slug":"dewan-oki-minta-pemerintah-perketat-pengawasan-tka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/dewan-oki-minta-pemerintah-perketat-pengawasan-tka\/","title":{"rendered":"Dewan OKI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan TKA"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4011\" aria-describedby=\"caption-attachment-4011\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-4011\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1-300x169.jpg\" alt=\"Sekretaris Komisi IV DPRD OKI, H Sholahuddin Djakfar. (fornews.co)\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4011\" class=\"wp-caption-text\">Sekretaris Komisi IV DPRD OKI, H Sholahuddin Djakfar. (fornews.co)<\/figcaption><\/figure>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">KAYUAGUNG-Terkait penemuan bibit sayuran mengandung bakteri yang ditanam Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di daerah Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan kalangan legislatif OKI. Sekretaris Komisi IV DPRD OKI, H Sholahuddin Djakfar meminta pemerintah OKI untuk memperketat pengawasan terhadap TKA yang masuk ke daerah OKI.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintah Kabupaten OKI harus bertindak cepat dan segera mengecek jumlah TKA yang masuk ke OKI. Ini baru ditemukan di Bogor dan tidak menutupkemungkinan bisa juga masuk di daerah kita. Makanya kita harus ekstra hati-hati,&#8221;kata politisi Partai NasDem OKI ini, Selasa (13\/12).<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kata Solahuddin, pemerintah juga harus gencar melakukan sosialisasi terhadap warga yang mengetahui keberadaan wisatawan, khususnya dari Cina yang tiba tiba menetap atau bahkan sewa atau beli tanah. Pasalnya, wajah mereka sulit dibedakan dengan imigran Cina keturunan Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita harapkan ada koordinasi terkait permasalahan ini karena ini menyangkut anak cucu kita dan kelangsungan bangsa ini,&#8221;ungkapnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Dia berharap, kepada Disnakertrans OKI untuk bekerja ekstra dalam hal pengawasan terhadap TKA ini mengingat posisi Kabupaten OKI sangat rawan karena aksesnya sangat mudah bisa ditempuh melalui transportasi air. &#8220;Dari Bangka bisa masuk ke Pantai Timur melalui jalur air. Ditambah lagi banyak perusahaan di OKI yang mempekerjakan TKA,&#8221;jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Dia mengaku akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Disnakertrans untuk meminta daftar TKA yang ada di OKI. Bahkan pihaknya juga mendesak pemerintah untuk memantau jumlah TKA minimal per triwulan sekali.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kita terkait sayuran berbakteri tersebut dan mudah-mudahan tidak ada. Makanya akan kita cek dulu,&#8221;ucapnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI, Muhammad Amin mengatakan, jumlah TKA di Kabupaten OKI yang resmi dan terdaftar mencapai 250 orang yang didominasi oleh TKA asal Malaysia, Singapura, dan china.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\u201cPerda tentang tenaga kerja asing saat ini sedang dibahas dan saat ini jumlah TKA yang ada di OKI sebanyak 250 orang itu yang tercatat di disnaker,\u201djelas Amin singkat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Pusat Karantina memusnahkan dua kilogram benih cabai, 5000 batang tanaman cabai dan satu kilogram benih bawang dan dan sawi hijau dengan cara dibakar dengan incinator karena bibit tanaman itu membawa bakteri Erwinia Chrysantemi Organisme yang belum pernah ada di Indonesia dan belum bisa diberikan perlakuan apapun terhadap tanaman yang terindikasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Terkait temuan ini pusat karantina menilai imigrasi kecolongan dengan masuknya warga Negara china yang melakukan aksi tanam secara illegal, mengingat tersangka menggunakan passport wisata.(fian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG-Terkait penemuan bibit sayuran mengandung bakteri yang ditanam Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di daerah Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan kalangan legislatif OKI. Sekretaris Komisi IV DPRD OKI, H Sholahuddin Djakfar meminta pemerintah OKI untuk memperketat pengawasan terhadap TKA yang masuk ke daerah OKI. &#8220;Pemerintah Kabupaten OKI harus bertindak cepat dan segera mengecek jumlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4011,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,67,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG_20161010_121949-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-12G","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4010"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4010"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4012,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4010\/revisions\/4012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}