
{"id":41010,"date":"2019-09-18T14:53:08","date_gmt":"2019-09-18T07:53:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=41010"},"modified":"2019-12-06T23:27:07","modified_gmt":"2019-12-06T16:27:07","slug":"ratusan-hotspot-masih-terpantau-di-oki-warga-bermunajat-minta-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ratusan-hotspot-masih-terpantau-di-oki-warga-bermunajat-minta-hujan\/","title":{"rendered":"Ratusan Hotspot Masih Terpantau di OKI, Warga Bermunajat Minta Hujan"},"content":{"rendered":"<p><strong>KAYUAGUNG, fornews.co<\/strong> &#8211; Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masih terus terjadi hingga hari ini, Rabu (18\/09). Bahkan jumlah titik panas atau <em>hotspot<\/em> di Bumi Bende Seguguk, tersebut terpantau lebih dari 100 titik.<\/p>\n<p>Kepala Manggala Agni Daops III OKI, Candra Irfansyah mengungkapkan, berdasarkan laporan yang baru ia terima Rabu pagi total hotspot di Kabupaten OKI berjumlah 139 titik yang tersebar di lima kecamatan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya barusan dapat informasi dari satgas Dalkarhutla OKI, ada sejumlah <em>hotspot<\/em> atau titik panas. Jadi belum tentu titik api,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dari ratusan titik api tersebut titik panas paling banyak terdeteksi di wilayah Kecamatan Cengal yaitu 51 titik. Disusul Kecamatan Pedamaran dengan 31 titik, Kecamatan Tulung Selapan, dengan 26 titik, Pampangan 21 titik dan 10 titik lain di wilayah Pematang, Mesuji.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, untuk kondisi di lapangan sendiri ada beberapa titik yang sangat kering dan lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air sehingga menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, di beberapa lokasi terutama di Kecamatan Pangkalan Lampam, Pampangan dan Tulung Selapan masih ada sebaran api.<\/p>\n<p>Menurutnya, hal lain yang menjadi kendala pemadaman adalah lokasi jauh dan tidak ada akses untuk kendaraan. Beruntung di lokasi-lokasi tertentu terdapat sumber air berupa kanal-kanal dan air sumur.<\/p>\n<p>&#8220;Kanal-kanal yang ada (inilah) memang menjadi sumber air untuk pemadaman,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p><strong>Bermunajat<\/strong><\/p>\n<p>Sementara, untuk mengatasi kekeringan yang menyebabkan Karhutla, maka warga Bumi Bende Seguguk, menggelar shalat Istisqa untuk meminta hujan di halaman Kantor Bupati OKI, pagi tadi.<\/p>\n<p>Dipimpin Ketua MUI OKI, Daud Denin BA, munajat untuk meminta hujan ini terlihat penuh harap. Hal ini sendiri lantaran dalam beberapa waktu ini wilayah OKI, tak diguyur hujan.<\/p>\n<p>Wakil Bupati OKI, H M Dja&#8217;far Shodiq usai pelaksanaan solat istisqa menuturkan, solat ini merupakan salah satu upaya untuk meminta hujan di samping upaya pemadaman di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cUpaya pemadaman sudah optimal sekarang kita berserah diri, kita bersihkan diri dan hati seraya bermunajat agar segera diturunkan hujan,&#8221; kata Shodiq.<\/p>\n<p>Menurutnya, dengan adanya guyuran hujan diharapkan akan mengurangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah OKI dan dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini semua pihak tengah berjibaku memadamkan karhutla di lapangan, semoga do\u2019a kita pagi ini dapat dikabulkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>KH Daud Denin menambahkan, Shalat Istisqo termasuk salat sunnah yang dianjurkan sebab Rasulullah SAW telah melaksanakannya. Menurutnya, Rasulullah memerintahkan kepada orang-orang untuk ikut pergi ke tempat pelaksanaan salat Istisqa.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu cara meminta hujan adalah dengan beristighfar dan bertaubat kembali kepada syariat-syariat Allah dan meninggalkan semua larangannya, sehingga diharapkan hal itu dapat membuka pintu rahmat-NYA,\u201d tandasnya. (rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masih terus terjadi hingga hari ini, Rabu (18\/09). Bahkan jumlah titik panas atau hotspot di Bumi Bende Seguguk, tersebut terpantau lebih dari 100 titik. Kepala Manggala Agni Daops III OKI, Candra Irfansyah mengungkapkan, berdasarkan laporan yang baru ia terima Rabu pagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":41011,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[11235,8993,67,12234],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/09\/IMG-20190918-WA0169.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aFs","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41010"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41010"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41012,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41010\/revisions\/41012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}