
{"id":41226,"date":"2019-09-25T16:40:30","date_gmt":"2019-09-25T09:40:30","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=41226"},"modified":"2019-12-07T00:56:19","modified_gmt":"2019-12-06T17:56:19","slug":"kekuatan-pola-asuh-anak-berbasis-otak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kekuatan-pola-asuh-anak-berbasis-otak\/","title":{"rendered":"Kekuatan Pola Asuh Anak Berbasis Otak"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menyampaikan, begitu besar pengaruh pola asuh anak dalam kehidupannya. Bahkan dikatakan, pola asus berbasis otak menjadikan anak-anak yang berprestasi, punya kemampuan dan kecerdasan baik dari sisi ilmu dunia maupun ilmu akherat.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya kecerdasan dari dua sisi ini sangat diperlukan, bagi anak dan cucu kita. Oleh karena itu pola pendidikan dan pola asuh yang benar memang harus diterapkan sedini mungkin. Nyatanya sekarang barangkali kita masih belum begitu memahami akan pentingnya ini. Dengan canggihnya teknologi dan ilmu penegatahuan, pola asuh bisa dikelola dan di atur dengan benar,&#8221; ujarnya saat membuka acara Seminar <em>Neuroparenting<\/em> dengan tema &#8220;Pengasuhan Anak Berbasis Kinerja Otak&#8221; di Opproom Setda Muba, Rabu (25\/09).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Pemkab Muba bekerjasana dengan salah satu media besar di Sumsel, sengaja menghadirkan Dr Amir Zuhdi guna memberikan materi kepada para tenaga pendidik (guru) di Muba untuk memahami pentingnya pola asuh kepada anak berbasis otak.<\/p>\n<p>&#8220;Masuk masa pertumbuhan anak ternyata ada batasan kemampuan otak yang sudah harus diberikan\/belum boleh diberikan. Artinya kemampuan otak ini ada bagian-bagiannya, misal anak usia dua tahun apakah boleh main gadget?,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kita semua hanya melihat kecanggihan teknologi, namun tidak memperhatika layak atau belum bagi anak. Mereka ini adalah selembar kertas putih dan yang mewarnai pertama adalah orang tua, dan kedua adalah guru,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Lanjutnya, melalui pengetahuan tentang <em>neouroparentig<\/em> ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat betapa pentingnya pengetahuan tentang tata cara pengasuhan anak berbasis kinerja otak.<\/p>\n<p>&#8220;Karena otak ini ada batasannya. Seperti perangkat komputer, kalau kepenuhan maka bisa <em>error<\/em>. Begitu juga kemampuan otak kita,&#8221; terang Apriyadi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Hj Nurseri Marwah GM Sumeks mengatakan, seminar neuroparenting yang digelar bersama Pemkab Muba, merupakan kegiatan yang ke empat. Dimana ia menilai, ilmu neuroparenting ini penting di dunia pendidikan, karena di era sekarang banyak orang tua yang belum mengetahui batasan pola asuh bagi anak.<\/p>\n<p>&#8220;Contonya saja apa benar maen gadget bisa diterapkan pada anak usia di bawah lima tahun? Nah ini tentunya tugas para tenaga pendidik, karena berinteraksi langsung dengan anak dan orang tua wali murid,&#8221; ujar Nursery.<\/p>\n<p>Ia juga berpesan, agar para tenaga pendidik PAUD, SD dan SMP yang mengikuti seminar hari ini dapat mengikuti dengan serius. Karena sangat bermanfaat ilmu yang diberikan langsung oleh pakar <em>neuroparenting<\/em>, Dr Amir Zuhdi. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menyampaikan, begitu besar pengaruh pola asuh anak dalam kehidupannya. Bahkan dikatakan, pola asus berbasis otak menjadikan anak-anak yang berprestasi, punya kemampuan dan kecerdasan baik dari sisi ilmu dunia maupun ilmu akherat. &#8220;Artinya kecerdasan dari dua sisi ini sangat diperlukan, bagi anak dan cucu kita. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":41228,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[8988,12289],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/09\/IMG-20190925-WA0167.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aIW","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41226"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41229,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41226\/revisions\/41229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}