
{"id":41298,"date":"2019-09-30T12:28:13","date_gmt":"2019-09-30T05:28:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=41298"},"modified":"2019-12-07T01:10:39","modified_gmt":"2019-12-06T18:10:39","slug":"elektabilitas-kuryana-johan-belum-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/elektabilitas-kuryana-johan-belum-aman\/","title":{"rendered":"Elektabilitas Kuryana &#8211; Johan Belum Aman"},"content":{"rendered":"<p><b>BATURAJA, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Tanpa mengenyampingkan kandidat lain, namun sorotan Pilkada OKU 2020 tertuju pada persaingan Kuryana Azis dan Johan Anuar. Bagaimana tidak, berpasangan dalam lima tahun terakhir memimpin OKU, kini keduanya akan bersaing menjadi OKU 1.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuryana Azis dan Johan Anuar yang merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">incumbent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tentu memiliki keunggulan dalam popularitas dan akseptabilitas dibanding calon lain. Hal ini tercermin dalam temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) yang melibatkan 820 responden dengan waktu 15-25 September 2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDilihat dari temuan survei, popularitas dan akseptabilitas, dua nama ini yang kuat dikenal dan disukai masyarakat. Johan Anuar popularitasnya 94% dengan akseptabilitas 95%, Kuryana Azis popularitasnya 95% dan akseptabilitas 97%. Calon lainnya masih belum berada di atas angka tersebut. Tentunya ini merupakan modal awal yang kuat untuk menarik elektabilitas yang baik di kemudian hari,\u201d terang Direktur Eksekutif LKPI, Arianto ketika dibincangi media, Minggu (29\/09).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menjelaskan, dalam teori ilmu perilaku pemilih, popularitas dan akseptabilitas merupakan modal utama bagi siapa saja yang akan maju dalam pertarungan Pemilukada. Mustahil kalau popularitas dan akseptabilitas yang rendah calon akan memenangkan Pemilukada. Ada juga popularitas yang tinggi tapi tidak sebanding dengan akseptabilitas dari calon. Hal yang demikian tentunya merupakan modal yang buruk bagi calon yang akan maju dalam Pemilukada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJelas tergambar, popularitas dan akseptabilitas Johan Anuar dan Kuryana Azis berbanding lurus (linear) dengan akseptabilitas. Dalam hal ini, angka di atas 80% bagi Johan Anuar dan Kuryana Azis sudah merupakan modal kuat untuk bertarung, tinggal sosialisasi dan kerja politik untuk meraih pemilih di masyarakat yang harus lebih diintenskan lagi. Mustahil ada pemilih yang akan memilih calon yang tidak dikenal dan disukai, kalaupun ada, itupun sangat kecil sekali. Kuryana Azis dan Johan Anuar harus meraih simpati pemilih, itu kerja selanjutnya. Jelas, dalam hal ini Kuryana Azis sebagai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">incumbent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Johan Anuar sebagai wakil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">incumbent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 lebih diuntungkan,&#8221; paparnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambahkan mantan Tim Audit Konvensi Capres Partai Demokrat ini, mengingat Pemilukada yang masih cukup lama jaraknya, sekitar satu tahun lagi, baik Kuryana dan Johan Anuar mempunyai\u00a0 peluang yang sama untuk meningkatkan angka elektabilitas masing-masing. Selain itu, untuk calon-calon lainnya tidak tertutup kemungkinan bisa bersaing dengan Kuryana Azis dan Johan Anuar, asalkan sosialisasinya melebihi dua calon tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Arianto, peta politik saat ini masih bersifat cair dan tentunya akan berdampak dengan tarikan elektoral masing-masing calon yang akan maju dalam Pemilukada OKU mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cElektabilitas calon Kuryana Azis dan Johan Anuar, saya lupa angkanya. Namun, yang saya ingat dan perlu digarisbawahi adalah massa militan (pemilih kuat) dari masing-masing kedua calon masih di bawah 50%. Artinya, secara statistik dan pengalaman survei kami, angka elektabilitas itu masih belum aman untuk memenangkan Pemilukada mendatang. Geseran tarikan elektoral akan terjadi dari setiap calon. Kalau dari data survei, kami prediksi paling banyak ada tiga (pasangan) calon yang akan maju di Pemilukada OKU mendatang,\u201d terang Iyan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Survei yang digelar LKPI melibatkan 820 responden dengan margin of error +\/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95%. Metode survei dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">multistage random sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan peneliti lapangan (pewawancara) semuanya mahasiswa dari Palembang. (gus)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Tanpa mengenyampingkan kandidat lain, namun sorotan Pilkada OKU 2020 tertuju pada persaingan Kuryana Azis dan Johan Anuar. Bagaimana tidak, berpasangan dalam lima tahun terakhir memimpin OKU, kini keduanya akan bersaing menjadi OKU 1.\u00a0 Kuryana Azis dan Johan Anuar yang merupakan incumbent tentu memiliki keunggulan dalam popularitas dan akseptabilitas dibanding calon lain. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":41299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[10468,10040,11045],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/09\/IMG-20190929-WA0113.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aK6","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41298"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41298"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41301,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41298\/revisions\/41301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}