
{"id":41686,"date":"2019-10-14T17:18:37","date_gmt":"2019-10-14T10:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=41686"},"modified":"2019-12-07T02:07:20","modified_gmt":"2019-12-06T19:07:20","slug":"kabut-asap-menebal-gubernur-sumsel-panggil-bmkg-untuk-beri-penjelasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kabut-asap-menebal-gubernur-sumsel-panggil-bmkg-untuk-beri-penjelasan\/","title":{"rendered":"Kabut Asap Menebal, Gubernur Sumsel Panggil BMKG untuk Beri Penjelasan"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Merespons kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Palembang, Senin (14\/10) pagi, Gubernur Sumsel Herman Deru memanggil Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang untuk memberikan penjelasan atas kondisi ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo yang hadir pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">press conference<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di ruang rapat Sekda Sumsel, Senin (14\/10) siang menjelaskan, kabut asap yang terjadi pagi tadi memang cukup pekat jika dibanding dengan hari-hari sebelumnya. Namun Nuga menegaskan, tidak ada kaitan yang signifikan mengenai kabut asap tebal ini dengan jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hotspot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di wilayah Sumsel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenyebabnya adalah arah angin, dimana angin dominan dari arah timur dan kiriman asap dari perbatasan daerah Jambi. Selain itu kondisi suhu di permukaan lebih dingin dari udara atas, sehingga asap yang di atas turun, dan itu juga yang menyebabkan asap turun ke bawah,\u201d terang Nuga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nuga juga menjelaskan, kemarau tahun 2019 ini lebih kering jika dibanding dengan kemarau tahun 2018. Oleh sebab itu, kondisi yang ada saat ini memerlukan perhatian dan penanganan serius dari semua pihak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang kami amati adalah debu atau partikulat (PM 10) indikator dari ISPU. Di beberapa tempat, PM 10 meningkat. Namun (instansi) yang berhak mengeluarkan pernyataan soal kondisi udara sehat atau tidak sehat adalah KLHK maupun Dinkes,\u201d tukasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar menegaskan, segala upaya penanggulangan bencana karhutla telah dilakukan Pemprov Sumsel, termasuk menurunkan satuan tugas khusus untuk menangani karhutla.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGubernur Sumsel sangat konsen terhadap\u00a0 karhutla dan bencana asap. Hari ini saya ditugaskan untuk mendengarkan secara langsung dari BMKG apa saja penyebab kian pekatnya asap yang menyelimuti Kota Palembang. Gubernur sengaja memanggil Kepala BMKG untuk dimintai penjelasannya\u00a0 guna disampaikan pada masyarakat melalui rekan wartawan kondisi apa sesungguhnya yang terjadi,\u201d ujar Nasrun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekda menegaskan, Pemprov Sumsel sudah cukup tanggap dalam mengatasi bencana karhutla. Bahkan jauh hari dari prediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Februari 2019, gubernur telah mengeluarkan\u00a0 statemen darurat asap dan membentuk satgas khusus sebelum terjadinya musim kemarau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni adalah bencana. Upaya penanganan kita sudah maksimal. Karena itu masyarakat juga kita ajak untuk menyikapi bencana ini dengan hati yang dingin. Jangan saling menyalahkan agar bencana ini segera dapat diatasi. Dan yang terpenting perbanyak berdoa agar hujan segera turun,\u201d tukasnya. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Merespons kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Palembang, Senin (14\/10) pagi, Gubernur Sumsel Herman Deru memanggil Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang untuk memberikan penjelasan atas kondisi ini.\u00a0 Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo yang hadir pada press conference di ruang rapat Sekda Sumsel, Senin (14\/10) siang menjelaskan, kabut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":41688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[12396,8993,12397],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/10\/IMG-20191014-WA0054.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aQm","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41686"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41689,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41686\/revisions\/41689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}