
{"id":42133,"date":"2019-10-27T23:13:08","date_gmt":"2019-10-27T16:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=42133"},"modified":"2019-12-07T02:34:51","modified_gmt":"2019-12-06T19:34:51","slug":"854-personel-dikerahkan-padamkan-karhutbunla-di-oki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/854-personel-dikerahkan-padamkan-karhutbunla-di-oki\/","title":{"rendered":"854 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutbunla di OKI"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KAYUAGUNG, <a href=\"http:\/\/fornews.co\">fornews.co<\/a><\/strong> &#8211; Sebanyak 854 personel yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri bergabung dengan Satgas Kabupaten untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan personil bantuan tersebut di sebar pada 7 Kecamatan rawan Karhutbunla seperti di Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pangkalanlampam, Tanjung Lubuk, Kayuagung dan Jejawi. &#8220;Target di lapangan selama 10 hari menyebar ke titik rawan. Satuan-satuan itu di bawah kendali Kapolda dan Pangdam,&#8221; Ujar Listiadi, Minggu (27\/10).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dukungan dari berbagai pihak kepada satgas OKI ini salah satunya menyusul titik panas (hotspot) dan api yang kian meluas dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cMemang beberapa hari terakhir\u00a0 titik panas (hot spot) bertambah, jadi bukan titik api (fire spot), terimakasih Satgas dari Provinsi sudah turut membantu menguatkan kami di daerah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sepekan terkahir Sumatera Selatan sedang mengalami puncak musim kemarau.Kondisi ini mengakibatkan Kota Palembang dan Kabupaten OKI mengalami siklus 30 Hari Tanpa Hujan (HTH) yang memicu kebakaran hutan dan lahan, terlebih di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang memang notabene lahannya merupakan lahan gambut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cUpdate dinamika atmosfer per September dasarian, prediksi El-nino hingga akhir tahun diperkirakan dalam kategori lemah hingga netral. Secara umum, saat ini Provinsi Sumsel sedang berlangsung musim kemarau, diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Oktober dasarian 2 tahun 2019,\u201d tuturnya\u00a0Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Nuga Putrantijo melalui keterangan persnya pada Jum\u2019at, (25\/10).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nuga menuturkan, pada bulan Oktober dasarian 2, Angin Monsun Australia masih akan berlangsung hingga bulan November\u00a0dasarian 1, hal tersebut akan menghambat pembentukan awan, terutama di wilayah Indonesia bagian Selatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cJadi, prediksinya hujan baru terjadi di akhir Oktober atau di dasarian I November sekitar tanggal 1 November. Potensi awan di tanggal tersebut harus dimanfaatkan untuk hujan buatan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam penjelasannya Nuga mengatakan kondisi tersebut turut menjadi penyebab terjadinya kebakaran di sejumlah kawasan, terutama di Selatan wilayah Sumsel seperti Kabupaten OKI.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDaerah-daerah yang perlu diwaspadai dan sering terjadi karhutbunla dengan sifat hujan di musim kemaraunya dibawah normal (lebih kering) antara lain Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten OKI, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muba dan beberapa daerah lainnya,&#8221; terangnya. <strong>(rif)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Sebanyak 854 personel yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri bergabung dengan Satgas Kabupaten untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan personil bantuan tersebut di sebar pada 7 Kecamatan rawan Karhutbunla seperti di Kecamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":42134,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[12441],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/10\/IMG-20191027-WA0038.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aXz","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42133"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42135,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42133\/revisions\/42135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}