
{"id":42196,"date":"2019-10-29T15:44:41","date_gmt":"2019-10-29T08:44:41","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=42196"},"modified":"2019-12-07T02:39:08","modified_gmt":"2019-12-06T19:39:08","slug":"oki-jadi-pilot-projects-pencegahan-karhutla-dengan-teknologi-pemantau-gambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/oki-jadi-pilot-projects-pencegahan-karhutla-dengan-teknologi-pemantau-gambut\/","title":{"rendered":"OKI Jadi Pilot Projects Pencegahan Karhutla dengan Teknologi Pemantau Gambut"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KAYUAGUNG, <a href=\"http:\/\/fornews.co\">fornews.co<\/a><\/strong> &#8211; Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi pusat perhatian hingga saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pihak yang turut berjibaku dalam mengatasi masalah ini mulai dari upaya pemadaman di lapangan, hingga kajian-kajian yang dilakukan oleh lembaga yang berkompeten.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dirut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto dalam acara diseminasi sistem pemeringkatan bahaya karhutla, di Kantor Bupati OKI, Selasa (29\/10) mengungkapkan, untuk mencegah ataupun mengantisipasi bencana karhutla ini pihaknya telah mencoba untuk mengembangkan beberapa teknologi. Salah satunya adalah alat untuk memantau tingkat kadar air pada lahan gambut (Ina FDRS).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk OKI sendiri, lanjutnya, saat ini menjadi pilot projects dan wilayah pertama di wilayah Sumatera yang di lahan gambutnya dipasang alat tersebut. Hal ini sendiri melihat potensi lahan gambut di wilayah ini yang dianggap rawan terbakar dan kejadian pada 2015 lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Alat ini untuk memantau lahan gambut mulai dari tingkat kelembaban, kadar air. Saat ini masih tahap pilot projects, tapi ke depan harus ditetapkan secara merata di Indonesia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Alat ini sendiri akan mengirimkan hasil monitornya ke server yang ada di pusat. Dari situ akan tahu kondisi hutan gambut seperti apa, dan selanjutnya tindakan seperti apa yang akan dilakukan terhadap gambut itu,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Karena menurutnya, salah satu upaya agar tidak terjadi kebakaran di lahan gambut ini adalah dengan menjaga kelembaban itu sendiri. &#8220;Level air di lahan gambut ini minimal 40 centimeter. Kalau kurang dari situ atau kering bisa ditindak seperti dengan membasahinya kembali bisa dengan pompa yang besar atau dengan teknologi lain seperti modifikasi cuaca,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Terkait Ina FDRS yang saat ini sudah dipasang dirinya mengklaim bahwa hal ini sudah bekerja cukup baik untuk mengetahui tingkat kekeringan di lahan gambut seperti yang dipasang di kawasan Sepucuk. Hanya saja, untuk di OKI jumlahnya sendiri masih sangat sedikit sehingga belum seluruh lahan gambut bisa terkontrol.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saat ini di OKI baru beberapa unit, untuk kebutuhan sendiri lebih kurang idealnya (dipasang) di 50 titik atau bahkan lebih. Untuk itu ini masih akan terus dikembangkan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Wakil Bupati OKI, H M Dja&#8217;far Shodiq mengungkapkan upaya seperti kajian-kajian ini sebenarnya sudah dilakukan di Kabupaten OKI sejak beberapa tahun lalu yang bekerjasama dengan berbagai pihak seperti BPPT ini. Menurutnya, hal ini akan sangat membantu dalam mengatasi masalah Karhutla.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Alhamdulillah OKI jadi percontohan (mengatasi karhutla). Ini untuk antisipasi agar tidak lagi terjadi kebakaran. Kami berharap kajian ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah karhutla di masa yang akan datang,&#8221; kata Shodiq. <strong>(rif)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi pusat perhatian hingga saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pihak yang turut berjibaku dalam mengatasi masalah ini mulai dari upaya pemadaman di lapangan, hingga kajian-kajian yang dilakukan oleh lembaga yang berkompeten. Dirut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto dalam acara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":42197,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[12474],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/10\/IMG-20191029-WA0017.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-aYA","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42196"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42196"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42198,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42196\/revisions\/42198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}