
{"id":4331,"date":"2016-12-22T20:41:49","date_gmt":"2016-12-22T13:41:49","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=4331"},"modified":"2016-12-22T20:41:49","modified_gmt":"2016-12-22T13:41:49","slug":"pelajar-sd-di-oki-rela-lepas-sepatu-gara-gara-jalan-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pelajar-sd-di-oki-rela-lepas-sepatu-gara-gara-jalan-rusak\/","title":{"rendered":"Pelajar SD di OKI Rela Lepas Sepatu Gara-Gara Jalan Rusak"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4332\" aria-describedby=\"caption-attachment-4332\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-4332\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG-20161215-WA0023-300x225.jpg\" alt=\"Kerusakan parah terlihat pada akses jalan penghubung yang berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing OKI. Nampak pelajar SD melepas sepatu menuju ke sekolah\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG-20161215-WA0023-300x225.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG-20161215-WA0023.jpg 720w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4332\" class=\"wp-caption-text\">Kerusakan parah terlihat pada akses jalan penghubung yang berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing OKI. Nampak pelajar SD melepas sepatu menuju ke sekolah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">KAYUAGUNG-Kerusakan parah akses jalan penghubung yang berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing OKI terkesan luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu dibuktikan dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang dihimpun dilapangan, hampir seluruh badan jalan sepanjang lebih dari satu kilometer dengan lebar sekitar 5-6meter di daerah tersebut dengan kondisi berlubang dan berlumpur. Ironisnya, para pelajar Sekolah Dasar (SD) yang ingin menuju ke SDN 4 Sumber Agung harus melepas sepatu dan kondisi ini sudah berlangsung sangat lama. Kendati sudah diketahui pemerintah, namun langkah perbaikan belum kunjung dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa Sumber Agung, Mat Hasan mengatakan memang kondisi jalan di desanya tersebut sangat memprihatinkan. Ironisnya kondisi ini terkesan luput dari perhatian pemerintah. Padahal pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah setempat untuk segera dilakukan perbaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa, memang kondisinya seperti itu, saya selaku pemerintah desa terkadang malu karena tidak sedikit masyarakat yang melintasi jalan tersebut kemudian diunggah ke medsos. Kalau kata orang jalan ini tidak diperhatikan itu memang benar,\u201djelas Mat Hasan, Kamis (22\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, saat ini dirinya secara pribadi bersama masyarakat setempat telah melakukan perbaikan dengan menimbun jalan tersebut ala kadarnya. \u201cSaya sudah timbun jalan itu dengan uang pribadi dan kendaraannya kita pinjam dari perusahaan yang beroperasi disini. Tapi itu hanya satu titik dan masih banyak titik lainnya yang mengalami kerusakan,\u201dtuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mat Hasan merincikan, kerusakan ruas jalan yang berada di desanya tersebut sepanjang satu kilometer. \u201cMasyarakat sangat berharap pemerintah bisa menganggarkan untuk perbaikan jalan tersebut karena sangat mendesak bahkan jalan ini sulit dilalui apalagi kendaraan roda empat,\u201dterangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyikapi hal itu, anggota DPRD OKI Dapil IV Kamaluddin mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat terkait rusaknya jalan tersebut. \u201c Itukan Dapil saya jadi masyarakat menyampaikan ke saya agar dapat dilakukan perbaikan,\u201djelas Kamal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, kata dia, perbaikan jalan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan dana DAK. Berhubung ada petunjuk pelaksana (juklak) dari kementrian keuangan, maka dana DAK harus digunakan dalam satu ruas jalan sehingga akhirnya dana tersebut dialihkan ke daerah Jalan Sepucuk. \u201cKita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki jalan itu. Kasian lihat anak sekolah melrpas sepatu menuju ke sekolah. Nanti apakah perbaikan jalan itu menggunakan alokasi dana pasca bencana atau anggaran lainnya,\u201ducap politisi Partai Hanura OKI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setali tiga uang, anggota DPRD dapil yang sama Made Indrawan menjelaskan, sebenarnya jalan itu dulunya bagus dan telah diaspal. Akan tetapi karena sering dilintasi angkutan bertonase tinggi untuk pembuatan irigasi 2015, akhirnya jalan itu mengalami kerusakan seperti saat ini. \u201cNanti akan kita usulkan untuk dana pemeliharaan. Karena jalan ini juga menjadi akses pertanian karena mayoritas masyarakatnya bertani,\u201dkata politisi PDI Perjuangan OKI ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Ketua Komisi III DPRD OKI, Abdiyanto Fikri mengatakan, memang perbaikan jalan Sumber Agung tersebut belum dianggarkan. Akan tetapi pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar jalan tersebut bisa diperbaiki tahun depan. \u201c Kita masih ada dana pasca bencana sebesar Rp17 Miliar, dana Aspirasi DPR RI Rp70 Miliar dan Dana Bagi Hasil yang masih bisa digunakan untuk perbaikan jalan tersebut. Kita berharap masyarakat bisa bersabar karena memang dana DAK yang kita usulkan untuk perbaikan jalan tersebut ternyata dialihkan ke Jalan Sepucuk sesuai juklak dari kementrian,\u201djelasnya.(fian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG-Kerusakan parah akses jalan penghubung yang berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing OKI terkesan luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu dibuktikan dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Informasi yang dihimpun dilapangan, hampir seluruh badan jalan sepanjang lebih dari satu kilometer dengan lebar sekitar 5-6meter di daerah tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4332,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,67,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/12\/IMG-20161215-WA0023.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-17R","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4333,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4331\/revisions\/4333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}