
{"id":43810,"date":"2019-12-23T17:13:03","date_gmt":"2019-12-23T10:13:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=43810"},"modified":"2019-12-23T19:00:13","modified_gmt":"2019-12-23T12:00:13","slug":"terdapat-sebaran-harimau-dan-gajah-liar-di-muba-namun-minim-konflik-dengan-manusia-ini-kuncinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/terdapat-sebaran-harimau-dan-gajah-liar-di-muba-namun-minim-konflik-dengan-manusia-ini-kuncinya\/","title":{"rendered":"Terdapat Sebaran Harimau dan Gajah Liar di Muba Namun Minim Konflik dengan Manusia, Ini Kuncinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Konflik warga dengan satwa liar belakangan ini memunculkan keprihatinan semua pihak. Meski yang menjadi korban masyarakat, namun bukan berarti pula hal ini dijadikan alasan pemusnahan massal satwa liar tersebut.<\/p>\n<p>Di beberapa daerah di Pulau Jawa, masyarakat dihebohkan dengan penemuan puluhan bahkan ratusan anak ular King Cobra yang baru menetas. Bahkan hingga saat ini, belum ditemukan induk dari King Cobra tersebut. Di Sumsel sendiri, konflik warga dengan harimau belum juga berhenti. Hingga saat ini sudah ada 4 warga di Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat yang tewas diserang harimau.<\/p>\n<p>Hal ini tak lepas dari perhatian Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex. Dodi pun tak mau menyalahkan pihak manapun dalam konflik ini. Namun dia mengingatkan pentingnya pelestarian habitat satwa liar untuk menekan konflik.<\/p>\n<p>\u201cIntinya manusia harus bersahabat dengan alam. Jika habitat satwa liar rusak, maka harimau atau gajah akan menjelajah mencari pakan di lingkungan manusia. Hal ini yang menyebabkan terjadinya konflik antara satwa dan manusia,\u201d ujar Dodi, Senin (23\/12).<\/p>\n<p>Menurut Dodi, sejak dua tahun lalu, Muba telah bekerjasama dengan Proyek KELOLA Sendang &#8211; ZSL untuk melakukan konservasi alam dan pembangunan hijau di wilayahnya. Proyek ini telah melakukan survei populasi dan ketersediaan pakan harimau di wilayah Dangku dan Sembilang.<\/p>\n<p>Deputi Direktur Proyek KELOLA Sendang &#8211; ZSL, David Ardhian menjelaskan, penanganan konflik satwa liar dan manusia telah disiapkan di Muba. Tahun lalu, KELOLA Sendang mendukung BKSDA Sumsel dan Pemkab Muba menangani kasus lepasnya seekor gajah dari habitat aslinya PT REKI. Gajah merusak tanaman warga sehingga terjadi konflik dengan penduduk setempat.<\/p>\n<p>\u201cBerkat langkah cepat dari Pemkab Muba, BKSDA Sumsel dan KELOLA Sendang, tim bisa segera sosialisasi ke masyarakat dan menggiring gajah tersebut kembali ke habitat aslinya,\u201d terang David.<\/p>\n<p>Survei yang dilakukan KELOLA Sendang &#8211; ZSL bersama BKSDA Sumsel dan TN Berbak Sembilang menemukan adanya jejak harimau dan gajah dari pemasangan <em>camera trap<\/em>. Di Sembilang teridentifikasi ada 22 ekor gajah dan hasil analisis sementara ada 8-10 ekor harimau. Sementara itu di Dangku tidak ditemukan harimau di <em>camera trap<\/em>, namun telah terkonsentrasi di PT REKI yang diperkirakan 15-20 ekor harimau dan 8 ekor gajah.<\/p>\n<p>\u201cAngka populasi satwa harus merujuk pada data resmi KLHK. KELOLA Sendang lebih fokus membantu kolaborasi para pihak dalam pemulihan habitat satwa liar. Restorasi habitat di Dangku dimulai sejak tahun 2017 dengan melibatkan masyarakat,\u201d tutur David.<\/p>\n<p>Senada dengan David, Dodi menyerukan pentingnya pelestarian habitat satwa liar. Saat ini Dodi bersama dengan Forkopimda Muba terus gencar melakukan sosialisai dalam penjagaan habitat. Saat ini meski di Muba terdapat habitat satwa liar, namun konflik relatif rendah. Hal ini terjadi karena kerja sama sangat baik antara Pemerintah Kabupaten Muba, BKSDA Sumsel dan mitra pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cMuba sebagai kabupaten pembangunan hijau harus mendukung pemulihan habitat satwa liar. Saya mengimbau seluruh masyarakat terutama yang tinggal sekitar hutan untuk turut menjaga dan memulihkan habitat satwa, agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan korban,\u201d tegas Dodi. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Konflik warga dengan satwa liar belakangan ini memunculkan keprihatinan semua pihak. Meski yang menjadi korban masyarakat, namun bukan berarti pula hal ini dijadikan alasan pemusnahan massal satwa liar tersebut. Di beberapa daerah di Pulau Jawa, masyarakat dihebohkan dengan penemuan puluhan bahkan ratusan anak ular King Cobra yang baru menetas. Bahkan hingga saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":43811,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[11962,12847,12885],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-23-at-13.30.15.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-boC","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43810"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43810"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43812,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43810\/revisions\/43812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}