
{"id":43912,"date":"2019-12-26T19:25:01","date_gmt":"2019-12-26T12:25:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=43912"},"modified":"2019-12-26T19:25:01","modified_gmt":"2019-12-26T12:25:01","slug":"warga-kayuagung-yang-berani-tangkap-ular-ternyata-mengidolakan-panji-petualang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/warga-kayuagung-yang-berani-tangkap-ular-ternyata-mengidolakan-panji-petualang\/","title":{"rendered":"Warga Kayuagung yang Berani Tangkap Ular Ternyata Mengidolakan Panji Petualang"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>KAYUAGUNG, <a href=\"http:\/\/fornews.co\">fornews.co<\/a><\/strong> &#8211; Beberapa hari lalu, masyarakat yang tinggal di RT 9 Lingkungan IV, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dihebohkan dengan kemunculan seekor ular jenis piton atau sanca dengan panjang sakitar 2,8 meter. Ular tersebut berhasil ditangkap oleh warga dan hingga hari ini, Kamis (26\/12) masih diamankan untuk selanjutnya dilepas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aktor utama dibalik penangkapan ular ini adalah Yudi Suwantoro atau yang akrab disapa Bang Yudi, warga setempat yang berani menangkap ular yang cukup besar ini. Usut punya usut, ia juga kerap kali menjadi andalan warga di sekitarnya untuk menangkap salah satu jenis reptil ini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kalau tahun ini, di sekitar sini saja sudah enam kali. Dua kali kami tangkap ular piton yang juga pernah lebih dari ukuran ini, dan empat ular lainnya yaitu ular jenis kobra,&#8221; katanya ditemui wartawan <a href=\"http:\/\/fornews.co\">fornews.co<\/a> di kediamannya, Kamis (26\/12) siang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pria yang mengaku mengidolakan Panji Petualang ini sendiri mengungkapkan bahwa keahliannya menangkap ular ini muncul secara otodidak. Selain itu, kecintaannya terhadap ular membuatnya sedikit memahami karakteristik dari beberapa jenis ular.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kalau belajar tidak, hanya saja memang saya seneng (ular). Dulu waktu masih bujangan sempat melihara ular piton dari kecil (menunjukkan jempol) sampai tiga meter lebih, jadi sedikit banyak paham,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, untuk menangkap ular sendiri memang membutuhkan kehati-hatian karena namanya hewan liar terkadang akan sangat agresif. &#8220;Saya juga nangkap ular beberapakali ditemani warga lain. Seperti yang baru-baru ini, say minta bantuan teman untuk memegang ekornya karena ular jenis piton ini salah satu kekuatannya pada lilitan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Yang bahaya lagi kalau nangkap ular kobra karena selain bisanya sangat berbahaya ular ini juga sangat agresif dan memiliki senjata lain yaitu semburannya,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari beberapa ular yang ia tangkap lanjutnya, biasanya ia lepas kembali ke alam bebas yang tidak banyak penduduk dan hewan peliharaan warga. &#8220;Untuk itu sebelum merilis (melepas) dilihat dulu kawasannya seperti apa karen akan berbahaya bagi warga di sana. Termasuk yang ini juga akan kita rilis nanti, kita tangkap tidak pernah kita bunuh, ditangkap juga karena takutnya membahayakan warga sini apalagi banyak anak-anak dan hewan peliharaan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Seperti beberapa waktu lalu ular piton yang kita tangkap pas lagi mengintai kambing milik salah seorang warga.&#8221;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Terkait ular piton yang baru ia tangkap ini, Bang Yudi menceritakan bahwa awal mula ular ini dilihat oleh tetangganya yang baru pulang berjualan nasi goreng Senin malam sekitar pukul 23:30 WIB. Saat meletakkan gerobak, tuturnya, temannya tersebut melihat ekor ular piton ini dan setelah dilihat ular ini sedang melilit seekor ayam dan langsung memberitahukan kepada Bang Yudi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pas kami lihat ayam itu belum dimakan, baru dililitnya. Selanjutnya langsung kami tangkap, karena kemarin minta bantuan teman untuk memegang bagian ekor hingga akhirnya ular berhasil kami tangkap,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Yudi, saat ditangkap amukan ular tidak begitu kuat selain itu kulit ular juga tidak begitu kencang. &#8220;Mungkin dia sudah sangat lapar, terlihat dari kulitnya yang tidak begitu gemuk selain itu di tubuhnya terdapat seperti luka. Baru hari ini amukannya cukup kuat, dan juga asca ditangkap ularnya tidak mau makan entah mungkin stress, karena saat dimasukkan ayam ke sangkar tempat kita menyimpan ayamnya tidak dimakan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Nanti sembari mencari tempat untuk merilis kita harapkan ularnya kembali seperti biasa dan segar,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Masih kata Yudi, terkait penangkapan ular ini sendiri sebenarnya ia hanya tidak ingin ular yang ditemukan tersebut dibunuh ketika ditangkap warga. Selain itu ketika hewan ini lapar dan ia tinggal di dekat permukiman warga ia juga khawatir akan membahayakan warga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Jadi ditangkap lalu kita rilis lagi. Kalau memang ada dari pihak seperti BKSDA ingin mengambil silahkan, kita belum koordinasi ke sana karena memang tidak ada kontak untuk ke sana jadi yang ditangkap, kemudian dirilis lagi,&#8221; pungkasnya. <strong>(rif)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, fornews.co &#8211; Beberapa hari lalu, masyarakat yang tinggal di RT 9 Lingkungan IV, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dihebohkan dengan kemunculan seekor ular jenis piton atau sanca dengan panjang sakitar 2,8 meter. Ular tersebut berhasil ditangkap oleh warga dan hingga hari ini, Kamis (26\/12) masih diamankan untuk selanjutnya dilepas. Aktor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":43913,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[10913],"tags":[12918,12916,12917,12915],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2019\/12\/IMG-20191226-WA0042.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bqg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43912"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43912"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43912\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43914,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43912\/revisions\/43914"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}