
{"id":44211,"date":"2020-01-06T13:59:50","date_gmt":"2020-01-06T06:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=44211"},"modified":"2020-01-06T17:34:58","modified_gmt":"2020-01-06T10:34:58","slug":"air-sumur-mendidih-di-lawang-wetan-ini-penjelasan-dinas-lingkungan-hidup-muba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/air-sumur-mendidih-di-lawang-wetan-ini-penjelasan-dinas-lingkungan-hidup-muba\/","title":{"rendered":"Air Sumur Mendidih di Lawang Wetan, Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup Muba"},"content":{"rendered":"<p><b>SEKAYU, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin memeriksa sumur milik warga di Kecamatan Lawang Wetan yang terdapat seperti air mendidih di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba Andi Wijaya Busro mengatakan, terkait sumur yang airnya seperti mendidih pihaknya akan segera melakukan uji laboratorium kualitas air, apakah ada kandungan semburan gas, atau hanya bentuk tekanan dari mata air yg ada di lokasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Masih dalam kajian kita mengenai penyebab air seperti mendidih. Fenomena ini bisa juga akibat kemarau yang panjang sehingga banyak retakan, rongga tanah yg berisi udara dan pada saat musim hujan kondisi air sudah besar sehingga air sungai masuk. Rongga tersebut berisi air yg menekan udara tersebut untuk keluar melalui celah-celah, termasuk rongga pada sumur warga,&#8221; jelasnya, Senin (06\/01).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tapi untuk mengetahui lebih akurat harus diuji kualitas air dan udara pada lokasi titik sumur tersebut,&#8221; tambah Andi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Kepala BPBD Muba Indita Purnama mengimbau warga untuk tidak terlalu sering beraktifitas di areal sumur kendati air sumur mendidih itu belum masuk kategori berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya, ini fenomena alam yang tidak bisa kita duga. Memang beberapa waktu lalu tim mengecek lokasi memang air sumur tidak panas dan tidak berbau. Namun kita tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktifitas di dekat sumur,&#8221; kata Indita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Indita, pihaknya hingga saat ini belum menerima adanya laporan berbahaya dari masyarakat karena efek menggunakan air dari sumur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kita juga berharap masyarakat cepat melapor jika air memang mendidih, atau keluar gelembung gas. Apalagi jika dikonsunsi menimbulkan efek membahayakan. Karena kita masih akan kaji lebih mendalam penyebabnya. Sebaiknya warga jangan menggunakan air dan berada di sekitar lokasi,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bupati Muba Dodi Reza Alex mengingatkan kepada warga agar tidak menggunakan air sumur yang terkena dampak. &#8220;Hindari terlebih dahulu pemakaian air di sumur tersebut, biarkan terlebih dahulu DLH Muba melakukan uji sampel,&#8221; tukasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, Irwan si pemilik sumur menerangkan, sumur miliknya memiliki kedalaman 5 meter. Menurutnya, fenomena seperti air mendidih di sumurnya itu sudah biasa terjadi. Apalagi jika air naik (pasang) pasca kemarau yang terjadi beberapa waktu lalu. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin memeriksa sumur milik warga di Kecamatan Lawang Wetan yang terdapat seperti air mendidih di dalamnya.\u00a0 Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba Andi Wijaya Busro mengatakan, terkait sumur yang airnya seperti mendidih pihaknya akan segera melakukan uji laboratorium kualitas air, apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44212,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[13018,13019],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/IMG-20200106-WA0029-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bv5","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44211"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44213,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44211\/revisions\/44213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}