
{"id":44310,"date":"2020-01-08T16:42:07","date_gmt":"2020-01-08T09:42:07","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=44310"},"modified":"2020-01-08T16:38:06","modified_gmt":"2020-01-08T09:38:06","slug":"megawati-soekarnoputri-terima-gelar-dr-hc-kesembilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/megawati-soekarnoputri-terima-gelar-dr-hc-kesembilan\/","title":{"rendered":"Megawati Soekarnoputri Terima Gelar DR HC Kesembilan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8211; Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu (08\/01). Penyerahan gelar DR HC kesembilan itu tersebut dilakukan langsung Rektor Universitas Soka, Yoshihisa Baba.<\/p>\n<p>\u201cGelar ini direkomendasikan langsung oleh Presiden Soka Daisaku Ikeda,\u201d ujar Yoshihisa dikutip <em>Antara<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut dia, salah satu alasan pemberian gelar tersebut antara lain karena Megawati merupakan Presiden wanita pertama di Indonesia, padahal dunia politik Indonesia didominasi oleh politisi laki-laki. Selain itu, Megawati juga dinilai berhasil menciptakan kestabilan tidak hanya di negaranya, tapi juga di kawasan lain.<\/p>\n<p>Sebelum mendapatkan gelar DR HC dari Universitas Soka, Megawati telah menerima delapan gelar yang sama dari sejumlah universitas dalam dan luar negeri. Kedelapan universitas itu adalah Waseda University, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015). Kemudian Universitas Padjajaran Bandung (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National University, Korea Selatan (2017), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018), dan Fujian Normal University, China (2018).<\/p>\n<p>&#8220;Penerimaan gelar DR HC yang kesembilan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri telah membuktikan pengakuan dunia perguruan tinggi terhadap kapasitas intelektual dan pengabdian Bu Mega terhadap pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya pengabdiannya kepada bangsa Indonesia dan juga bagi kemanusiaan&#8221; ujar Ahmad Basarah, Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP di Tokyo dikutip <em>Liputan6.com<\/em>.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR itu mengatakan, biasanya gelar doktor kehormatan ini diterima oleh seorang tokoh hanya pada saat sedang menjabat posisi penting tertentu. Tetapi Megawati Soekarnoputri justru lebih banyak menerima gelar DR HC tersebut setelah selesai menjabat sebagai Presiden RI ke-5.<\/p>\n<p>\u201cDari sembilan gelar DR HC Bu Mega, hanya dua gelar yang beliau terima saat menjabat Presiden RI, yakni dari Waseda University (2001) dan Moscow State Institut of International Relations, Rusia (2003). Selebihnya beliau terima setelah tidak lagi menjabat Presiden,&#8221; jelas Basarah.<\/p>\n<p>Menurut Basarah, masih banyak permohonan dari berbagai universitas yang meminta Ibu Megawati menerima gelar doktor kehormatan. &#8220;Bahkan, masih banyak permohonan dari berbagai universitas lainnya, baik dari Indonesia maupun beberapa negara lain yang sudah meminta agar Bu Mega bersedia menerima gelar doktor kehormatan dari perguruan tinggi mereka. Namun, karena faktor kesibukan mengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan juga partai, tawaran mereka masih belum dapat dipenuhi,&#8221; pungkasnya. (ari)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu (08\/01). Penyerahan gelar DR HC kesembilan itu tersebut dilakukan langsung Rektor Universitas Soka, Yoshihisa Baba. \u201cGelar ini direkomendasikan langsung oleh Presiden Soka Daisaku Ikeda,\u201d ujar Yoshihisa dikutip Antara. Menurut dia, salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44311,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[17],"tags":[13065,13066,11840,13067],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/WhatsApp-Image-2020-01-08-at-16.03.03-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bwG","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44310"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44312,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44310\/revisions\/44312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}