
{"id":44639,"date":"2020-01-14T23:10:33","date_gmt":"2020-01-14T16:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=44639"},"modified":"2020-01-14T23:10:33","modified_gmt":"2020-01-14T16:10:33","slug":"caturharjo-bantul-gerakan-4000-jogangan-sampah-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/caturharjo-bantul-gerakan-4000-jogangan-sampah-organik\/","title":{"rendered":"Caturharjo Bantul Gerakan 4000 Jogangan Sampah Organik"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>\u2014Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Bantul Bebas Sampah 2020 warga Desa Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, melakukan kampanye \u201cGerakan 4000 Jogangan\u201d.<\/p>\n<p>Gerakan 4000 Jogangan yang melibatkan RT se-Desa Caturharjo merupakan gerakan masyarakat terhadap kesadaran lingkungan. Setiap rumah atau kepala keluarga wajib membuat satu jogangan sebagai upaya mengurangi limbah sampah.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho, S.T, M.Sc menyambut baik Gerakan 4000 Jogangan yang digagas oleh warga Caturharjo, Pandak, Bantul, sebagai gerakan peduli lingkungan bebas sampah.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/hari-gerakan-satu-juta-pohon-seniman-yogya-tanam-pohon-di-kasongan\/\">Hari Gerakan Satu Juta Pohon: Seniman Yogyakarta Tanam Bibit Pohon Buah di Kasongan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sampah sebagai tambahan penghasilan,\u201d katanya, Ahad.<\/p>\n<p>Ari mengatakan Gerakan 4000 Jogangan dapat mengurangi limbah sampah rumah tangga sekaligus mendukung Bantul Bebas Sampah 2020.<\/p>\n<p>Namun tidak semua sampah boleh masuk dalam jogangan. Sampah akan dipilah-pilah sesuai dengan ketentuan dan peraturan tentang pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>Jogangan khusus hanya untuk sampah yang mudah membusuk. Sedangkan sampah yang tidak dapat membusuk seperti plastik dan sejenisnya, akan dikembalikan ke pabrik dengan cara dijual kembali.<\/p>\n<figure id=\"attachment_44641\" aria-describedby=\"caption-attachment-44641\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44641 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Gerakan-4000-Jogangan-Sampah-Organik-2-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44641\" class=\"wp-caption-text\">WARGA berfoto di percontohan jogangan. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Camat Pandak Kusmardiono mengucapkan selamat kepada seluruh warga Caturharjo telah menggiatkan kebersihan melalui Gerakan 4000 Jogangan untuk mengurasi polusi sampah.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap tidak hanya 4000 namun ke depan bisa lebih,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Camat Kusmardiono mengatakan Gerakan 4000 Jogangan sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Desa Caturharjo.<\/p>\n<p>Selain membantu program Bantul Bebas Sampah 2020, Gerakan 4000 Jogangan merupakan gerakan nyata dari warga Caturharjo terhadap peduli lingkungan.<\/p>\n<p>Sampah laku jual dan jenis residu seperti popok, pembalut, dan sebagainya yang tidak laku jual dikumpulkan di titik kumpul masing-masing RT sebanyak 77 bank sampah. Selanjutnya kan dikelola melalui Unit Usaha Pengelolaan Sampah BUMDesa Catur Mandiri, Gasik Resik Mandiri (GRM).<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/sedekah-bumi-ganti-sampah-dengan-ikan\/\">Sedekah Bumi: Ganti Sampah Dengan Ikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Desa Caturharjo Budi Suryanto, B.A. menjelaskan sebelum dimasukan ke jogangan semua sampah yang ada di Caturhajo dikumpulkan dan dipilah.<\/p>\n<p>Sampah non organik akan diolah dan dijual sebagai tambahan ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSemua dampah kita pilah. Nanti harapannya sampah laku jual dan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi warga di Caturharjo,\u201d katanya menjelaskan.<\/p>\n<p>Sedangkan sampah-sampah yang tergolong organik, sambung Kades, akan dimasukan ke jogangan. \u201cSemoga kegiatan ini dapat sukses dan berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_44642\" aria-describedby=\"caption-attachment-44642\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44642 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Gerakan-4000-Jogangan-Sampah-Organik-3-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44642\" class=\"wp-caption-text\">FOTO bersama usai diresmikan sekaligus dimulainya Gerakan 4000 Jogangan se-Desa Caturharjo, Bantul. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ketua Pandu se-Desa Caturharjo Sulistyo Atmojo, S.H. mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dan benar. Ia memberi contoh pengelolaan sampah di Jepang yang sudah mampu memilah sampah sebanyak 32 jenis sampah.<\/p>\n<p>\u201cKalo di Jepang sudah bisa mengolah dan memilah 32 jenis sampah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Diawali dari rumah pilah sampah pihaknya terus mendorong warga Desa Caturharjo dalam mengelola sampah sehingga menjadi potensi ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi potensi ekonomi dan tidak lagi menjadi limbah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak warga untuk mengelola sampah dengan baik dan benar. Membuat resapan air dan sampah sehingga bumi dapat terus terawat. Harapan dari gerakan ini dapat diikuti oleh kelurahan-kelurahan lain di Bantul.<\/p>\n<p>\u201cDari sampah ini marilah kita kelola dengan baik.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian setelah melalui proses pemilahan, sampah terkumpul akan diangkut oleh petugas sampah desa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemerintah.<\/p>\n<p>Bahkan kampanye Gerakan 4000 Jogangan yang dimulai pada Ahad, 12 Januari 2020, mengajak masyarakat untuk mengganti foto profil akun di sosial media dengan gambar atau logo Gerakan 4000 Jogangan. (<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/griwo.adam\"><strong>adam<\/strong><\/a>)<\/p>\n<p>instagram:<br \/>\n<strong>FORNEWS RESMI<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsofficial\/\"><strong>@fornewsofficial<\/strong><\/a><\/p>\n<p>facebook:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/Fornews.co\/\"><strong>fornews.co<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>FORNEWS BIRO JOGJA<\/strong><br \/>\ninstagram:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsjogja\/\"><strong>@fornewsjogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p>youtube:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCJ4Ax9DwC-UoJKH1fxVgweQ\"><strong>Fornews Jogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/mudik-lewat-kulon-progo-dapat-layanan-kesehatan-gratis\/www.fornews.co\">www.fornews.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co\u2014Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Bantul Bebas Sampah 2020 warga Desa Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, melakukan kampanye \u201cGerakan 4000 Jogangan\u201d. Gerakan 4000 Jogangan yang melibatkan RT se-Desa Caturharjo merupakan gerakan masyarakat terhadap kesadaran lingkungan. Setiap rumah atau kepala keluarga wajib membuat satu jogangan sebagai upaya mengurangi limbah sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":44640,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Gerakan-4000-Jogangan-Sampah-Organik-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bBZ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44639"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44643,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44639\/revisions\/44643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}