
{"id":44689,"date":"2020-01-16T02:14:28","date_gmt":"2020-01-15T19:14:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=44689"},"modified":"2020-01-16T02:14:28","modified_gmt":"2020-01-15T19:14:28","slug":"selokan-mataram-diserbu-pencari-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/selokan-mataram-diserbu-pencari-ikan\/","title":{"rendered":"Selokan Mataram Diserbu Pencari Ikan"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>\u2014 Selokan Mataram sepanjang 31,2 kilometer dari Kali Progo hingga Kali Opak kembali diserbu pemburu ikan. Sebagian warga Sleman di sepanjang Selokan Mataram panen ikan setiap Selasa pekan kedua; setiap debit air dari Bendung Karangtalun, Kulon Progo diturunkan, Selasa (14\/1\/2020).<\/p>\n<p>Bimo, salah seorang warga pencari ikan di Banyurejo, Tempel, Sleman, rutin menangkap ikan setiap debit air Selokan Mataram diturunkan.<\/p>\n<p>\u201cIni sekadar hobi saja, mencari ikan disaat debit air turun,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Setiap dua pekan pada minggu kedua dan keempat warga sekitar Selokan Mataram bersiap turun sungai. Mereka harus meringkas waktu menangkapi ikan sebelum debit air kembali mengalir normal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_44691\" aria-describedby=\"caption-attachment-44691\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44691 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Ikan-selokan-mataram-2-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44691\" class=\"wp-caption-text\">DUA pencari ikan mencari ikan di pintu penyaring sampag Selokan Mataram. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_44692\" aria-describedby=\"caption-attachment-44692\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44692 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Ikan-selokan-mataram-5-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44692\" class=\"wp-caption-text\">DI sisi lain Selokan Mataram seorang warga turut menjala ikan. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_44693\" aria-describedby=\"caption-attachment-44693\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44693 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Ikan-selokan-mataram-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44693\" class=\"wp-caption-text\">IKAN hasil tangkapan warga di Selokan Mataram. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cPenurunan debit air Selokan Mataram selama beberapa jam akan kembali normal seperti biasa pada sore harinya,\u201d kata Bimo, Selasa.<\/p>\n<p>Selain Saluran Mataram (Selokan Mataram), jaringan saluran irigasi induk Mataram ini terbagi pada jaringan saluran induk Karangtalun sepanjang lebih dari 3 kilometer dan Saluran Van der Wicjk sepanjang 17 kilometer.<\/p>\n<p>Sudarso (65) warga Banyurejo, Tempel, Sleman, tidak pernah melewatkan hari yang ditunggu itu, ia memanfaatkan momen <em>pengasatan<\/em> (baca pengurangan debit air <em>red.<\/em>) aliran air yang dilakukan petugas irigasi.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya para pencari ikan di Selokan Mataram bisa dari ujung sampai ujung,\u201d kata Sudarso.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/sedekah-bumi-ganti-sampah-dengan-ikan\/\">Sedekah Bumi: Ganti Sampah Dengan Ikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbagai jenis ikan seperti hampala, gabus, lele, emas, wader, nila dan gurami, ditangkap dengan berbagai cara. Bahkan ada yang nekat menggunakan setrum.<\/p>\n<p>Kepada <em>fornews.co<\/em> Sudarso bercerita desanya pernah rata dengan air dan material sewaktu Gunung Merapi terjadi erupsi sekitar tahun 50-an. Material yang terbawa oleh Sungai Krasak menggasak apa saja di depannya, kenang Sudarso.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak salah Bendung Karangtalun itu untuk pengairan 30,000 hektar lahan pertanian di Yogyakarta,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Setahu Suroso, air di Selokan Mataram mulai mengalir sekitar tahun 1945, dua tahun setelah saluran irigasi Mataram dibangun Jepang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_44694\" aria-describedby=\"caption-attachment-44694\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"wp-image-44694 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Ikan-selokan-mataram-4-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44694\" class=\"wp-caption-text\">SELOKAN Mataram di bagian timur, di Kali Opak, dikeluhkan petani air irigasi tidak kunjung tiba. ((foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun Selokan Mataram masih luput dari perawatan. Misalnya sejumlah bangunan di pinggir Selokan Mataram yang tidak terawat. Sampah-sampah dan endapan lumpur di sepanjang Selokan Mataram sehingga mengakibatkan pendangkalan.<\/p>\n<p>\u201cKalau saja di sini dibersihkan menjadi rapi dan bagus,\u201d ujar Sukirno salah sau Kepala Dukuh di Seyegan bersama istrinya di teras rumah.<\/p>\n<p>Istrinya menyela, warga pedukuhan juga pernah bergotong-royong membersihkan rumput dan sampah di sekitar Selokan Mataram. Meski setiap dua pekan debit air Selokan Selokan diperlambat dan mengalami pengurangan, namun soal kebersihan tidak pernah lagi dicek.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/caturharjo-bantul-gerakan-4000-jogangan-sampah-organik\/\">Caturharjo Bantul Gerakan 4000 Jogangan Sampah Organik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Diakui Sukirno sejak dua tahun belakangan tidak terlihat petugas yang melakukan perawatan Selokan Mataram yang melewati pedukuhannya.<\/p>\n<p>\u201cApa dipasrahkan dukuh setempat nanti kebijakan pengerjaannya bagaimana ya monggo yang penting lingkungan di sini dapat terjaga bersih,\u201d kata Sukirno.<\/p>\n<p>\u201cAda pengelolaannya ada dananya kami siap!\u201d pungkas Sukirno. (<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/griwo.adam\"><strong>adam<\/strong><\/a>)<\/p>\n<div class=\"epyt-video-wrapper\"><iframe loading=\"lazy\"  id=\"_ytid_69136\"  width=\"480\" height=\"270\"  data-origwidth=\"480\" data-origheight=\"270\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gdYUDnSTnSU?enablejsapi=1&#038;autoplay=0&#038;cc_load_policy=0&#038;cc_lang_pref=&#038;iv_load_policy=1&#038;loop=0&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;playsinline=0&#038;autohide=2&#038;theme=dark&#038;color=red&#038;controls=1&#038;disablekb=0&#038;\" class=\"__youtube_prefs__  epyt-is-override  no-lazyload\" title=\"Berkah Selokan Mataram, Perncari Ikan Serbu Selokan Mataram\"  allow=\"fullscreen; accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen data-no-lazy=\"1\" data-skipgform_ajax_framebjll=\"\"><\/iframe><\/div>\n<p><strong>FORNEWS RESMI <\/strong><br \/>\ninstagram:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsofficial\/\"><strong>@fornewsofficial<\/strong><\/a><\/p>\n<p>facebook:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/Fornews.co\/\"><strong>fornews.co<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>FORNEWS BIRO JOGJA<\/strong><br \/>\ninstagram:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsjogja\/\"><strong>@fornewsjogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p>youtube:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCJ4Ax9DwC-UoJKH1fxVgweQ\"><strong>Fornews Jogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/mudik-lewat-kulon-progo-dapat-layanan-kesehatan-gratis\/www.fornews.co\">www.fornews.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co\u2014 Selokan Mataram sepanjang 31,2 kilometer dari Kali Progo hingga Kali Opak kembali diserbu pemburu ikan. Sebagian warga Sleman di sepanjang Selokan Mataram panen ikan setiap Selasa pekan kedua; setiap debit air dari Bendung Karangtalun, Kulon Progo diturunkan, Selasa (14\/1\/2020). Bimo, salah seorang warga pencari ikan di Banyurejo, Tempel, Sleman, rutin menangkap ikan setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":44690,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/01\/Ikan-selokan-mataram-cover-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bCN","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44689"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44689"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44695,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44689\/revisions\/44695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}