
{"id":4583,"date":"2017-01-04T15:22:36","date_gmt":"2017-01-04T08:22:36","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=4583"},"modified":"2017-01-04T15:22:36","modified_gmt":"2017-01-04T08:22:36","slug":"petani-lalan-keluhkan-sulit-mendapat-pasokan-pupuk-tsp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/petani-lalan-keluhkan-sulit-mendapat-pasokan-pupuk-tsp\/","title":{"rendered":"Petani Lalan Keluhkan Sulit Mendapat Pasokan Pupuk TSP"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_4584\" aria-describedby=\"caption-attachment-4584\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-4584 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/Pupuk-sulit.jpg\" alt=\"Tampak petani pada di Desa Sariagung, Kecamatan Lalan, Muba, saat memupuk padinya Rabu (04\/01). Petani di daerah ini mengeluhkan sulitnya pasokan pupuk TSP.\" width=\"960\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/Pupuk-sulit.jpg 960w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/Pupuk-sulit-300x169.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/Pupuk-sulit-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4584\" class=\"wp-caption-text\">Tampak petani pada di Desa Sariagung, Kecamatan Lalan, Muba, saat memupuk padinya Rabu (04\/01). Petani di daerah ini mengeluhkan sulitnya pasokan pupuk TSP.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">SEKAYU-Petani padi di Desa Sariagung, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin (Muba), sulit mendapat pasokan pupuk TSP atau di kalangan petani setempat dikenal pupuk hitam untuk kebutuhan unsur hara phosphor pada tanaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pupuk TSP biasanya berbentuk granul (butiran) berwarna abu-abu kehitaman. Kandungan phosphor pada pupuk TSP hampir seluruhnya larut dalam air, sehingga mudah diserap tanaman. Sangat cocok digunakan sebagai pupuk dasar tanaman semusim (tanaman pangan dan holtikulura).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Satu hektare (ha), kebutuhan pupuk TSP tiga sampai empat sak. Namun, karena minimnya pasokan pupuk jenis ini, maka kami di sini (Desa Sariagung) hanya menggunakan dua sak saja. Kalau mengikuti standarnya jelas kurang, tapi mau diapakan lagi kami harus tetap bersyukur dan berdoa biar padi kami dapat tumbuh dengan baik,&#8221; ujar Arip (28), petani padi warga Dusun II RT7 Desa Sariagung, Kecamatan Lalan, Muba, yang ditemui di sawahnya Rabu (04\/01).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia harap berharap, pemerintah mengontrol distribusi pupuk. Sebab dia mengaku, di daerah lain di Lalan, pasokan pupuk TSP tetap aman. Padahal sambung Arip, daerah ini termasuk kawasan penghasil padi yang diproyeksi untuk menunjang pasokan pangan di Sumsel. &#8220;Warga di sini, mayoritas petani padi. Karenanya, kami sangat berharap pemerintah dan pihak distribusi pupuk hendaknya tidak mempersulit pasokan pupuk,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada disampaikan Amirudin (38) petani lainnya. Dia menceritakan, untuk mendapat pasokan pupuk, petani harus menunggu lama. Melalui kelompok tani, mereka memesan kepada pedagang pupuk jauh-jauh hari. Sebab jika tidak, maka hanya mengandalkan keberuntungan yang kemungkinan kecil memperolehnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau sudah waktunya memupuk, sebenarnya tidak bisa ditunda. Hasilnya tidak bisa maksimal tentunya. Semestinya, pupuk bagi petani jangan sampai dihambat. Apalagi kami bergantung dari hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p><strong>Ancaman Hama Tikus<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain persoalan pasokan pupuk yang tersendat. Petani di Lalan, juga dihadapkaan dengan serangan hama tikus yang mengancam keberhasilan panen. Sebab, bila tidak diantisipasi dalam semalam bisa menghabiskan tanaman padi berhektare-hektare. &#8220;Sekarang ini tikus menjadi ancaman besar bagi kami (petani). Sebab, serangan tikus dapat menyerang dalam waktu cepat dan sulit untuk dibasmi,&#8221; ungkap Amir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sambung dia, petani hanya bisa meminimalisir dengan memburu dan memagari sawahnya dengan jaring atau plastik. Hal itu pun masih bisa ditembus dengan menggali tanah. &#8220;Jadi, secara bergotong royong kami memburu tikus secara tradisional. Menggali lobang, lalu membunuhnya dengan membacok atau memukulnya menggunakan kayu,&#8221; tukasnya, sembari mengatakan ada juga petani yang mengumpan dengan jagung muda yang sudah diberi racun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekarang tikus juga makin pintar, kalau umpanya tidak memikat seperti jagung muda, maka tidak diperdulikan,&#8221; pungkasnya. (ibr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SEKAYU-Petani padi di Desa Sariagung, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin (Muba), sulit mendapat pasokan pupuk TSP atau di kalangan petani setempat dikenal pupuk hitam untuk kebutuhan unsur hara phosphor pada tanaman. Pupuk TSP biasanya berbentuk granul (butiran) berwarna abu-abu kehitaman. Kandungan phosphor pada pupuk TSP hampir seluruhnya larut dalam air, sehingga mudah diserap tanaman. Sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4584,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/Pupuk-sulit.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-1bV","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4583"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4583"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4585,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4583\/revisions\/4585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}