
{"id":46080,"date":"2020-02-07T18:48:39","date_gmt":"2020-02-07T11:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=46080"},"modified":"2020-02-09T23:03:20","modified_gmt":"2020-02-09T16:03:20","slug":"ratusan-unggas-di-palembang-mati-akibat-flu-burung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ratusan-unggas-di-palembang-mati-akibat-flu-burung\/","title":{"rendered":"Ratusan Unggas di Palembang Mati Akibat Flu Burung"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>PALEMBANG<\/strong>, <strong><a href=\"http:\/\/Fornews.co\">fornews.co<\/a><\/strong> &#8211; Sebanyak ratusan unggas seperti ayam dan bebek di beberapa tempat Palembang mati diduga akibat virus avian influenza atau flu burung. Kematian unggas ini terjadi sejak November 2019 lalu hingga Januari 2020.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan terkait matinya unggas milik beberapa peternak di Kota Palembang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kasus pertama terjadi pada November 2019 lalu yakni kawasan Plaju, Palembang. Saat itu, ratusan unggas milik peternak mati mendadak. Namun, dikarenakan sampel rusak atau telah dikubur sehingga pihaknya tidak dapat memastikan apakah kematian tersebut akibat virus flu burung atau bukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kemudian pada Januari 2020, kematian hewan unggas kembali terjadi di Kalidoni, Palembang. Pihaknya bersama PDHI pun langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan meminta peternak untuk segera menyemprotkan disinfektan agar virus tidak menyebar. Namun, kondisi yang lembab mengakibatkan virus tersebut tetap menyebar ke beberapa unggas lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Total yang mati mendadak yakni sekitar 220 ekor unggas dan paling banyak yakni di Plaju,&#8221; katanya saat dihubungi, Jumat (07\/02).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pihaknya pun langsung melakukan pengecekan terhadap sampel unggas di Kalidoni untuk mencari penyebab kematian ayam tersebut. Dari hasil uji lab di Lampung di dapatkan bahwa hewan unggas ini mati akibat positif virus flu burung. Ia pun mengaku telah meminta peternak untuk segera menyemprotkan disinfektan agar virus tersebut tidak menyebar. Karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi kesehatan manusia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kami imbau juga para peternak lainnya untuk rajin menyemprotkan disinfektan serta memberikan vaksin kepada hewan unggas,&#8221; singkatnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Ketua Persatuan Dokter Hewan Indoensia (PDHI) Sumsel, drh Jafrizal, mengatakan kasus flu burung ini bukan pertama kali terjadi di Palembang melainkan sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ciri-ciri unggas yang terserang flu burung yakni sulit bernafas, fial kehitaman, diare, nafsu makan menurun, dan tanda paling mudah yakni mati mendadak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menanggulangi potensi penyebaran virus flu burung ini. Kami juga meminta agar lebih menjaga kebersihan kandang mereka dan rutin menyemprotkan disinfektan pada kandang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jika memang ada yang mati maka segera dikubur atau dapat juga untuk di bakar,&#8221; tutupnya. (lim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sebanyak ratusan unggas seperti ayam dan bebek di beberapa tempat Palembang mati diduga akibat virus avian influenza atau flu burung. Kematian unggas ini terjadi sejak November 2019 lalu hingga Januari 2020. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan terkait matinya unggas milik beberapa peternak di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":46081,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9349,13902,13899,13900,13901,13904,13903],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/02\/IMG_20200207_184429.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-bZe","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46080"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46080"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46153,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46080\/revisions\/46153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}