
{"id":46160,"date":"2020-02-10T15:34:40","date_gmt":"2020-02-10T08:34:40","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=46160"},"modified":"2020-02-10T15:34:40","modified_gmt":"2020-02-10T08:34:40","slug":"harimau-sumatera-tersisa-17-ekor-kepala-bksda-sumsel-ada-yang-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/harimau-sumatera-tersisa-17-ekor-kepala-bksda-sumsel-ada-yang-melahirkan\/","title":{"rendered":"Harimau Sumatera Tersisa 17 Ekor, Kepala BKSDA Sumsel: Ada yang Melahirkan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>PALEMBANG<\/strong>, <a href=\"http:\/\/Fornews.co\">Fornews.co<\/a> &#8211; Konflik antara manusia dengan satwa liar seperti Harimau Sumatera terus menjadi perhatian. Hal ini menyusul serangan harimau Sumatera di beberapa daerah hingga menyebabkan korban jiwa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kenapa Harimau Sumatera menyerang warga. Namun, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, konflik antara manusia dan satwa liar di Sumsel dapat saja terjadi karena habitat satwa liar tergantung. Seperti, rantai makanannya habis diakibatkan ulah perburuan manusia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Untuk mengantisipasi ini dibutuhkan komitmen semua pihak baik itu pemerintah, pihak swasta, serta peran masyarakat, karena ini bukan tugas pemerintah saja tetapi ini tugas bersama,&#8221; katanya saat ditemui, Senin (10\/02).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menambahkan, sejauh ini berdasarkan data populasi Harimau Sumatera di Sumsel hanya tersisa 17 ekor. Namun, jumlah tersebut dapat saja bertambah mengingat sejauh ini belum ditemukan Harimau Sumatera mati akibat perburuan manusia.<br \/>\nBahkan, justru ada Harimau Sumatera yang melahirkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Populasi ini tersebar di delapan Kabupaten\/Kota seperti di wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim, OKU, OKU Selatan, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muratara dan Kota Pagar Alam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Untuk harimau yang beberapa waktu lalu sempat menyerang warga itu kebanyakan usia dua hingga tiga tahun karena terpisah dari induknya,&#8221; tutupnya Genman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumsel, Ahmad Najib mengatakan, Pemprov Sumsel sejak awal berkomitmen untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar. Apalagi selama tiga bulan terakhir, jumlah konfliknya di Sumsel meningkat drastis di beberapa kabupaten kota di Sumsel.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sejak November hingga Desember 2019, sedikitnya ada tujuh kasus konflik manusia dengan harimau sumatra yang terjadi di Lahat, Pagaralam, dan Muara Enim. Dari kasus ini ada 5 korban jiwa dan 2 orang korban luka-luka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk menangani situasi tersebut, pihaknya telah membentuk tim satgas gabungan yang terdiri dari Dinas Kehutanan Sumsel, BKSDA Sumsel, TNI dan Polri, masyarakat setempat dan dukungan organisasi non pemerintah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dengan dukungan berbagai pihak, tim satgas sudah memasang camera trap dan box trap di lokasi terjadinya konflik untuk memantau keberadaan harimau. Tim satgas juga sudah lakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk waspada dan untuk sementara waktu tidak beraktivitas di dalam atau sekitar hutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pada 21 Januari 2020, harimau yang diduga berkonflik sudah ditangkap dan dievakuasi. Kejadian konflik harimau ini menjadi pembelajaran penting bagi Sumsel. Kita harus mampu mencegah konflik serupa terulang di kemudian hari,&#8221; tutupnya. (lim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, Fornews.co &#8211; Konflik antara manusia dengan satwa liar seperti Harimau Sumatera terus menjadi perhatian. Hal ini menyusul serangan harimau Sumatera di beberapa daerah hingga menyebabkan korban jiwa. Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kenapa Harimau Sumatera menyerang warga. Namun, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, konflik antara manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":46161,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[13344,13931,12947,13930,9851,13294,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/02\/IMG_20200210_153128-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-c0w","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46160"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46162,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46160\/revisions\/46162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}