
{"id":46922,"date":"2020-03-01T23:20:10","date_gmt":"2020-03-01T16:20:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=46922"},"modified":"2020-03-01T23:20:10","modified_gmt":"2020-03-01T16:20:10","slug":"serangan-umum-1-maret-teatrikal-perang-enam-jam-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/serangan-umum-1-maret-teatrikal-perang-enam-jam-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Serangan Umum 1 Maret, Teatrikal Perang Enam Jam Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p><b>YOGYAKARTA, fornews.co<\/b><span>&#8211;Tiba-tiba asap putih kecoklatan mengepul di pos penjagaan tidak jauh dari Istana Negara di kawasan Titik Nol Kilometer, Kantor Pos Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bersamaan pekik serbu, suara ledakan terdengar berulang-ulang. Puluhan orang berseragam dan bersenjata laras panjang berlari ke arah Titik Nol Kilometer dari depan gerbang Istana dan benteng Vredeburg. Sebagian lain berlari dari arah Kantor Pos sambil menembakkan senjata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa menit kemudian, pasukan berseragam doreng lengkap dengan senjata dan kendaraan perang merambat di selatan Istana Gedung Agung. Mereka menduduki pos pertahanan gerilyawan di Jalan Ahmad Yani, Malioboro, menancapkan bendera merah-putih-biru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak lama kemudian gerilyawan menyerang pasukan musuh dari berbagai arah setelah mendapat perintah untuk menggempur Belanda. Pasukan Belanda berhasil dihabisi dalam waktu enam jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aksi teatrikal Serangan Umum 1 Maret yang diperankan oleh Djogkjakarta 1945, Historie van Bandoeng, dan komunitas lain dari berbagai kota di Indonesia. Mereka mengisahkan peristiwa perang enam jam di Yogyakarta sebagai bukti bahwa Indonesia masih ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"alignleft wp-image-46923 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/>Ketua PWK-III Cabang Yogyakarta, S. Sudjono, berkilas sejarah tentang Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Belanda berbohong kepada PBB agar pihaknya mendapatkan dukungan untuk tetap memerintah di wilayah Indonesia. Namun PBB tidak mengijinkan dan langsung mengirimkan perwakilannya ke Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMelalui perwakilannya, PBB datang langsung ke Yogyakarta membuktikan apakah benar yang dikatakan Belanda bahwa Republik Indonesia dan tentaranya sudah tidak ada,\u201d ujar Sujono, Ahad (1\/3\/2020).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mendegar kabar PBB akan ke Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Jenderal Sudirman melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk segera melakukan serangan fajar hingga batas waktu siang, pada akhir Februari di awal Maret.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMengapa jangan sampai masuk waktu sore?\u201d tanya Sujono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" width=\"750\" height=\"422\" class=\"alignleft wp-image-46924 size-jnews-featured-750\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-750x422.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-750x422.jpg 750w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-scaled.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/>Perang enam jam di Yogyakarta dilakukan dengan maksud agar pihak yang mengklaim keberadaan NKRI dapat dipatahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peristiwa Serangan Umum 1 Maret (1949) dan Yogya Kembali (1949) merupakan dua peristiwa penting di dunia yang membuktikan bahwa NKRI masih kokoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSerangan Umum 1 Maret harus dimulai saat fajar,\u201d ungkap Sujono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebab, lanjutnya, jika penyerangan dilakukan hingga sore pihak musuh akan mendapatkan bala tentara dari luar kota, salah satunya dari Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKita akan kalah senjata dan pasukan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Waktu itu Indonesia sedang menjadi pusat perhatian dunia. Banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">media massa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang memberitakan perang sengit di Indonesia. Banyak wartawan yang menjadi saksi bahwa Indonesia masih memiliki persatuan dan kesatuan. Seluruh rakyat Indonesia bersatu-padu melakukan perlawanan terhadap penjajahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSetelah peristiwa Serangan Umum 1 Maret, pada tanggal 29 Juni 1949, Belanda mengundurkan diri. Peristiwa ini dikenal dengan Jogja Kembali,\u201d pungkas Sujono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"570\" class=\"alignleft wp-image-46925 size-jnews-1140x570\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-3-1000x570.jpg\" alt=\"\" \/>Rahma Utami Alfisa, mahasiswi asal Tegal merasa sangat antusias. Ia memanfaatkan Hari Peringatan Serangan Umum 1 Maret sebagai momen penting untuk bisa terus menghargai jasa-jasa pahlawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMomen ini sangat penting bagi generasi penerus sebagai penanda bahwa Indonesia lahir dari Yogyakarta,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai kaum muda, generasi bangsa Indonesia, Rahma berharap perjuangan para pahlawan tidak begitu saja dilupakan. Terlebih mempertaruhkan jiwanya hanya untuk memerdekakan bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKita sebagai kaum muda harus lebih menghargai para phlawan yang sudah berjuang melawan penjajah,\u201d tutupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelumnya, usai upacara di Monumen SO 1 Maret, pawai ratusan peserta dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia juga turut meramaikan peringatan Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta. Takketinggalan pula drum band dari Akademi Militer. <\/span>\u00a0(<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/griwo.adam\"><strong>adam<\/strong><\/a>)<\/p>\n<p><strong>FORNEWS OFFICIAL<\/strong><br \/>\ninstagram:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsofficial\/\"><strong>@fornewsofficial<\/strong><\/a><\/p>\n<p>facebook:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/Fornews.co\/\"><strong>fornews.co<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>FORNEWS BIRO JOGJA<\/strong><br \/>\ninstagram:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fornewsjogja\/\"><strong>@fornewsjogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p>youtube:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCJ4Ax9DwC-UoJKH1fxVgweQ\"><strong>Fornews Jogja<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/mudik-lewat-kulon-progo-dapat-layanan-kesehatan-gratis\/www.fornews.co\">www.fornews.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8211;Tiba-tiba asap putih kecoklatan mengepul di pos penjagaan tidak jauh dari Istana Negara di kawasan Titik Nol Kilometer, Kantor Pos Indonesia. Bersamaan pekik serbu, suara ledakan terdengar berulang-ulang. Puluhan orang berseragam dan bersenjata laras panjang berlari ke arah Titik Nol Kilometer dari depan gerbang Istana dan benteng Vredeburg. Sebagian lain berlari dari arah Kantor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":46924,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/Serangan-Umum-1-Maret-Teatrikal-Perang-Enam-Jam-Yogyakarta-2-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-ccO","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46922"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46926,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46922\/revisions\/46926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}