
{"id":47833,"date":"2020-03-22T15:00:15","date_gmt":"2020-03-22T08:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=47833"},"modified":"2020-03-24T22:45:27","modified_gmt":"2020-03-24T15:45:27","slug":"mendagri-skenario-lockdown-jakarta-ancam-ekonomi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/mendagri-skenario-lockdown-jakarta-ancam-ekonomi-nasional\/","title":{"rendered":"Mendagri: Skenario Lockdown Jakarta Ancam Ekonomi Nasional"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>PALEMBANG<\/strong>, Fornews.co &#8211; Wacana DKI Jakarta untuk melakukan lockdown di wilayahnya dinilai mengancam perekonomian nasional. Pasalnya, daerah tersebut merupakan pusat politik dan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Demikian terungkap dalam rapat gugus tugas pencegaham Covid-19 di Griya Agung, Palembang, Sabtu sore (21\/03).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Mendagri Tito Karnavian mengatakan banyak sekali cara untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 daripada mengambil skenario lockdown. Seperti, melakukan edukasi sampai ke semua elemen masyarakat. Sisi transportasi harus menerapkan sosial distance termasuk antrean Bus, LRT dan MRT. Serta memberikan bantuan vitamin, masker, disinfektan dan lain sebagainya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita lihat apakah edukasi ini sudah sampai ke semua elemen masyarakat. Jadi kerjakan itu dulu daripada melakukan skenario lockdown,&#8221; katanya saat memberikan keterangan pers.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Seperti di Shanghai yang kasusnya juga lebih tinggi dibandingkan Jakarta mereka tidak melaksanakan lockdown disana. Pertimbangan ekonomi seperti di Jakarta. Peredaran uang di ibu kota ini 70 persen tentunya akan berpengaruh dengan nasional dan menimbulkan krisis ekonomi jika lockdown ini dilakukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Jika ini terjadi maka ongkos akan lebih mahal lagi. Selain itu, warga pun otomatis harus diberikan dan dibiayai selama dilakukan lockdown,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengakui lockdown atau pembatas itu diatur dalam Undang-undang (UU). Ada empat jenis pembatasan yakni karantina rumah yang artinya orang tinggal di rumah. Kemudian, karantina rumah sakit orang tinggal dirumah sakit dirawat dan diobati. Lalu, karantina wilayah atau penutupan wilayah dan terakhir pembatasan dengan skala masiv atau besar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Khusus karantina wilayah itu juga diatur lagi di dalam satu pasal,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk karantina wilayah itu berdasarkan tujuh pertimbangan yakni pertama tingkat epidemilogi nya\u00a0 artinya sampai dimana wabah itu berkembang di daerah tersebut. Kedua, tingkat bahayanya sudah seperti apa terhadap publik. Ketiga, efektivitasnya bagaimana kepada publik, keempat pertimbangan sosial ekonomi dan keamanan termasuk sumber dayanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Yang saya ingat hanya itu,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Karena itu, menurutnya skenario lockdown tidak efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi seperti di Jakarta. Meski jalan jalan Provinsi, Jalan Nasional ditutup tapi, ada jalan lain atau jalan tikus antara batas ini terlebih lagi dari Depok hanya dibatasi jembatan kecil yang hanya bisa dilompati saja.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Jakarta itu megapolitan. Bahkan, hampir tidak ada batas dengan daerah seperti Depok, Bekasi dan Tangerang,&#8221; tutupnya. (lim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, Fornews.co &#8211; Wacana DKI Jakarta untuk melakukan lockdown di wilayahnya dinilai mengancam perekonomian nasional. Pasalnya, daerah tersebut merupakan pusat politik dan ekonomi Indonesia. Demikian terungkap dalam rapat gugus tugas pencegaham Covid-19 di Griya Agung, Palembang, Sabtu sore (21\/03). Mendagri Tito Karnavian mengatakan banyak sekali cara untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 daripada mengambil skenario [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":47834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[14330,14760,14762,11123,8950,14761,13622,13623,13464],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/IMG_20200321_172116-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-crv","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47833"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47833"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47960,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47833\/revisions\/47960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}