
{"id":48230,"date":"2020-03-30T10:04:01","date_gmt":"2020-03-30T03:04:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=48230"},"modified":"2020-03-30T13:05:19","modified_gmt":"2020-03-30T06:05:19","slug":"beberapa-penyakit-ini-dapat-tingkatkan-risiko-terkena-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/beberapa-penyakit-ini-dapat-tingkatkan-risiko-terkena-covid-19\/","title":{"rendered":"Beberapa Penyakit Ini Dapat Tingkatkan Risiko Terkena Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> \u2013 Corona Virus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah menjadi perbincangan dan menghebohkan dunia dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Namun, COVID-19 diketahui lebih berisiko menyerang orang-orang dengan kondisi medis tertentu.<\/p>\n<p>Pada kelompok tersebut, COVID-19 juga cenderung dapat menimbulkan komplikasi dan gejala yang lebih berat. Berdasarkan informasi dari WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala berat dan komplikasi serius akibat COVID-19 lebih sering dialami oleh orang lanjut usia dan orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya orang yang menderita Penyakit Tidak Menular (PTM) kronis.<\/p>\n<p>Dilansir dari alodokter, senin (30\/03) bahwa berdasarkan beberapa studi, orang yang terinfeksi virus Corona dan memiliki penyakit kronis berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat yang fatal, seperti halnya pada lansia. Hal ini dikarenakan penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh penderita penyakit kronis akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh infeksi virus Corona.<\/p>\n<p>Selain itu, penderita penyakit kronis juga kebanyakan sudah memiliki kerusakan organ. Sehingga ketika terserang virus Corona, kerusakan organ tersebut bisa menjadi semakin parah, sehingga gejala COVID-19 yang muncul juga bisa menjadi lebih berat.<\/p>\n<p>Jenis penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular ada banyak. Namun, ada beberapa penyakit yang diketahui berisiko tinggi menyebabkan COVID-19 dengan gejala yang lebih berat seperti beberapa penyakit di bawah ini.<\/p>\n<p><strong>1. Gangguan pernafasan kronis<\/strong><\/p>\n<p>COVID-19 umumnya menyerang saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang memiliki masalah kesehatan kronis pada saluran pernapasan, seperti PPOK dan asma, berisiko tinggi mengalami gejala yang parah ketika terinfeksi virus Corona. Ketika terjangkit COVID-19, penderita gangguan pernapasan kronis akan lebih rentan terkena gangguan pernapasan berat, seperti serangan asma,\u00a0<em>pneumonia<\/em>, atau bahkangagal nafas.<\/p>\n<h4><strong>2. Penyakit kardiovaskular<\/strong><\/h4>\n<p>Penderita penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan hipertensi, umumnya memiliki kondisi jantung yang kurang baik dan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Hal ini membuat para penderita penyakit tersebut rentan terserang COVID-19 dengan gejala yang lebih berat. Beberapa laporan pun menyebutkan bahwa risiko kematian akibat COVID-19 pada penderita penyakit kardiovaskular lebih tinggi daripada penderita COVID-19 yang sebelumnya sehat.<\/p>\n<h4><strong>3. Diabetes<\/strong><\/h4>\n<p>Diabetes yang tidak terkontrol lama-kelamaan dapat menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dan kerusakan pada berbagai organ tubuh. Inilah yang membuat penderita diabetes lebih rentan terkena COVID-19 dan komplikasi fatal akibat infeksi virus Corona.<\/p>\n<p>Selain itu, infeksi virus Corona juga terlihat dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi berbahaya dari penyakit diabetes, seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/ketoasidosis-diabetik\">ketoasidosis diabetik<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/sepsis\">sepsis<\/a>. Berbagai komplikasi diabetes tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian akibat COVID-19 pada penderita diabetes.<\/p>\n<h4><strong>4. Penyakit ginjal<\/strong><\/h4>\n<p>Infeksi virus Corona paling banyak menyerang saluran pernapasan, tetapi virus ini juga bisa merusak organ tubuh lainnya, termasuk ginjal. Beberapa laporan juga telah menyebutkan bahwa sebagian penderita COVID-19 ada yang mengalami\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/gagal-ginjal-akut\">gagal ginjal akut<\/a>, padahal mereka tidak memiliki riwayat penyakit ginjal.<\/p>\n<p>Selain itu, infeksi virus Corona juga diketahui lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/gagal-ginjal-kronis\">penyakit ginjal kronis<\/a>, rutin menjalani prosedur cuci darah, atau orang yang pernah menjalani operasi transplantasi ginjal.<\/p>\n<h4><strong>5. Kanker<\/strong><\/h4>\n<p>Penderita\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/penyakit-kanker\">kanker<\/a>\u00a0tergolong dalam kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona dengan gejala berat dan komplikasi serius. Hal ini lantaran sistem kekebalan tubuh para penderita kanker tidak kuat dalam melawan infeksi.<\/p>\n<p>Lemahnya sistem kekebalan tubuh penderita kanker ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya gangguan pada sel darah putih serta efek samping kemoterapi.<\/p>\n<p>Selain beberapa penyakit di atas, COVID-19 juga lebih berisiko menyerang penderita\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/penyakit-autoimun\">penyakit autoimun<\/a>. Hal ini karena penderita penyakit tersebut umumnya akan mendapatkan obat-obatan penekan daya tahan tubuh, sehingga daya tahan tubuh mereka lemah dan rentan terserang infeksi.<\/p>\n<p><strong>Kurangi Risiko dengan Beberapa hal Ini<\/strong><\/p>\n<p>Penderita penyakit tidak menular di atas disarankan untuk menerapkan\u00a0<em><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/pentingnya-menerapkan-social-distancing-demi-mencegah-covid-19\">social distancing<\/a><\/em>, yang kini disebut juga\u00a0<em>physical distancing<\/em>, guna mengurangi risiko terkena COVID-19. Jika harus keluar rumah, batasi jarak dengan orang lain minimal 1,5 sampai 2 meter dan hindari kerumunan atau tempat-tempat yang ramai.<\/p>\n<p>Selain itu, penderita PTM juga perlu rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter agar penyakitnya dapat terkontrol. Selama masa sulit ini, penderita PTM juga perlu tetap menjalani pola hidup sehat untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin mencuci tangan, mengurangi stres, rutin berolahraga di rumah, dan menjauhi asap rokok.<\/p>\n<p>Jika Anda memiliki penyakit kronis yang telah disebutkan di atas dan mengalami gejala demam, batuk, atau sesak napas, terlebih jika Anda pernah kontak dekat dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita COVID-19, segeralah hubungi rumah sakit atau\u00a0<em>hotline\u00a0<\/em>COVID-19. (**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co \u2013 Corona Virus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah menjadi perbincangan dan menghebohkan dunia dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Namun, COVID-19 diketahui lebih berisiko menyerang orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Pada kelompok tersebut, COVID-19 juga cenderung dapat menimbulkan komplikasi dan gejala yang lebih berat. Berdasarkan informasi dari WHO [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":48231,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[14665,14666,13667,14330],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/03\/ilustrasi-virus-corona-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-cxU","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48230"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48230"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48234,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48230\/revisions\/48234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}