
{"id":49199,"date":"2020-04-15T13:21:57","date_gmt":"2020-04-15T06:21:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=49199"},"modified":"2020-07-11T01:53:41","modified_gmt":"2020-07-10T18:53:41","slug":"risiko-resesi-ekonomi-dunia-dampak-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/risiko-resesi-ekonomi-dunia-dampak-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menurun\/","title":{"rendered":"Risiko Resesi Ekonomi Dunia Dampak COVID-19, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co <\/strong>&#8211; Dampak pandemi COVID-19 yang meluas ke seluruh dunia membuat tahun 2020 ini berisiko terjadinya resesi perekonomian global. Bagi Indonesia, kondisi saat ini juga berimbas menurunnya pertumbuhan ekonomi domestik.<\/p>\n<p>\u201cRisiko resesi ekonomi global pada 2020 dipengaruhi oleh penurunan permintaan serta terganggunya proses produksi antara lain akibat terbatasnya mobilitas manusia sejalan dengan kebijakan mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Sejalan dengan risiko ini, pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara di kawasan Eropa diperkirakan mengalami kontraksi pada tahun 2020, meskipun berbagai kebijakan ultra-akomodatif dari kebijakan fiskal dan moneter telah ditempuh,\u201d ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam siaran pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (14\/04).<\/p>\n<p>Perry mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan juga menurun. Risiko resesi ekonomi dunia\u00a0 terutama terjadi pada Triwulan II dan Triwulan III 2020, sesuai dengan pola pandemi COVID-19. Kondisi ini diperkirakan akan kembali membaik mulai Triwulan IV 2020.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi dunia akan meningkat tinggi didorong dampak positif kebijakan yang ditempuh di banyak negara, selain karena faktor <em>base effect<\/em>,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara imbas bagi Indonesia, lanjut Perry, ekspor 2020 diperkirakan menurun akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global. Sementara itu, pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 berdampak pada pendapatan masyarakat dan penurunan produksi sehingga <span style=\"color: black;\">menurunkan prospek permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: black;\">Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat diperkirakan terutama terjadi pada Triwulan II dan Triwulan III 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi <\/span>dari upaya pencegahan peyebaran COVID-19.<\/p>\n<p>\u201cPerekonomian nasional baru akan kembali membaik mulai Triwulan IV 2020 dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan dapat menuju 2,3% dan akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2021. Selain dipengaruhi prospek perbaikan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional juga didorong berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kepanikan pasar keuangan dunia yang sempat meningkat tinggi pada Maret 2020, mulai berkurang pada April 2020. Hal ini didukung sentimen positif atas berbagai respons kebijakan yang ditempuh di banyak negara. Risiko pasar keuangan dunia yang berkurang seperti tercermin pada penurunan <em>volatility index <\/em>(VIX) dari 85,4 pada 18 Maret 2020 menjadi 41,2 pada 14 April 2020. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Dampak pandemi COVID-19 yang meluas ke seluruh dunia membuat tahun 2020 ini berisiko terjadinya resesi perekonomian global. Bagi Indonesia, kondisi saat ini juga berimbas menurunnya pertumbuhan ekonomi domestik. \u201cRisiko resesi ekonomi global pada 2020 dipengaruhi oleh penurunan permintaan serta terganggunya proses produksi antara lain akibat terbatasnya mobilitas manusia sejalan dengan kebijakan mengurangi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":49204,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[15276,15277,15278],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/04\/IMG_20200415_130757-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-cNx","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49199"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49199"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49205,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49199\/revisions\/49205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}