
{"id":49256,"date":"2020-04-15T20:15:34","date_gmt":"2020-04-15T13:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=49256"},"modified":"2020-07-11T01:56:33","modified_gmt":"2020-07-10T18:56:33","slug":"tki-di-118-kapal-pesiar-berpotensi-terjangkit-covid-19-pemerintah-siapkan-skenario-pemulangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tki-di-118-kapal-pesiar-berpotensi-terjangkit-covid-19-pemerintah-siapkan-skenario-pemulangan\/","title":{"rendered":"TKI di 118 Kapal Pesiar Berpotensi Terjangkit COVID-19, Pemerintah Siapkan Skenario Pemulangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Sebanyak 17.325 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di 118 kapal pesiar, berpotensi terdampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).<\/p>\n<p>Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, adanya potensi tersebut lantaran pihak principal berencana menghentikan operasi pelayaran.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah tersebut, sebanyak 4.496 ABK telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia,\u201d ujar dia, pada menggelar rapat koordinasi melalui video conference, berama Kantor Staf Presiden (KSP), serta kementerian dan lembaga, Rabu (15\/4).<\/p>\n<p>Judha mengungkapkan, bagi ABK yang sakit tidak bisa langsung\u00a0 pulang. Mereka harus dirawat di rumah sakit setempat. \u201cLangkah ini sudah berjalan dengan baik atas biaya negara setempat. Setelah mereka sembuh dan dinyatakan bebas mereka bisa pulang via pesawat komersial,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Sementara, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani menjelaskan, pemerintah Indonesia sendiri aktif memantau TKI di luar negeri terkait situasi penyebaran COVID-19.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini jumlah TKI terbesar ada di Malaysia, sebanyak 1,2 juta. Sebagian dari mereka sudah habis masa kontrak dan menunggu pulang. Selain itu pemerintah juga memberi sembako pada lebih dari 56.000 TKI, hingga Minggu (12\/4) kemarin,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Menurut Jaleswari, saat ini ada tiga kluster TKI, yaitu Malaysia, India, dan ABK di luar negeri. Dari ketiga kluster itulah yang memungkinkan pemulangan secara serentak dan berskala.<\/p>\n<p>\u201cMengingat pentingnya antisipasi ini, harus dipastikan bahwa semua dapat terlaksana dengan baik dan kerjasama antar kementerian dan lembaga terkait,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Pada rakor tersebut, dari Kementrian Luar Negeri menyampaikan, sebulan terakhir kepulangan TKI dari Malaysia melalui jalur regular jumlahnya sudah 56.368 orang. Selain itu ada 1.621 TKI yang dideportasi pulang.<\/p>\n<p>Terkait bantuan sembako, prioritas diberikan pada TKI yang kini rentan terdampak COVID-19. Sehingga hanya sebagian TKI yang menerima. TKI yang di Malaysia, secara independen sudah mulai pulang dari wilayah detensi migrasi Malaysia untuk meminimalkan penyebaran corona di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) memproyeksi, kepulangan TKI ada 37.075 orang. Mereka berasal dari Malaysia 15.429 orang, Hongkong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang, dan lainnya. 37.075. Angka ini sesuai berakhirnya masa kontrak mereka pada April dan Mei 2020. (aha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Sebanyak 17.325 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di 118 kapal pesiar, berpotensi terdampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, adanya potensi tersebut lantaran pihak principal berencana menghentikan operasi pelayaran. \u201cDari jumlah tersebut, sebanyak 4.496 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49257,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[14330,15294,15293,13464],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/04\/Deputi-V-Kantor-Staf-Presiden-KSP_Jaleswari-Pramodhawardani-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-cOs","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49256"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49258,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256\/revisions\/49258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}