
{"id":50005,"date":"2020-04-28T17:00:28","date_gmt":"2020-04-28T10:00:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=50005"},"modified":"2020-07-11T05:21:15","modified_gmt":"2020-07-10T22:21:15","slug":"pertama-di-indonesia-lapas-sekayu-cek-warga-binaan-dengan-gelang-rfid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pertama-di-indonesia-lapas-sekayu-cek-warga-binaan-dengan-gelang-rfid\/","title":{"rendered":"Pertama di Indonesia, Lapas Sekayu Cek Warga Binaan dengan Gelang RFID"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Kabupaten Musi Banyuasin selama ini dikenal dengan terobosan dan inovasi di berbagai bidang. Kali ini inovasi dikembangkan Lapas Klas IIB Sekayu yang menggunakan teknologi untuk memeriksa keberadaan warga binaan.<\/p>\n<p>Inovasi buah gagasan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan ini berupa gelang tag radio frequency identification (RFID). Gelang tag RFID ini menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan\u00a0 atau penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki.<\/p>\n<p>\u201cGelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi. Inovasi ini diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),\u201d ujar Pudji, Selasa (28\/04) .<\/p>\n<p>Menurut Pudji, pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik. \u201cIni baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan sistem seperti ini. Mudah-mudahan dengan adanya inovasi, Lapas IIB Sekayu yang merupakan <em>pilot project<\/em>, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Idenya mengagas gelang ini muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun penghitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional, yakni melalui penghitungan menggunakan buku catatan. Untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk penghitungan berbasiskan teknologi agar jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.<\/p>\n<p>\u201cGelang elektrik ini diberikan kepada masing-masing penghuni yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kedepan, lanjut Pudji, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar. Hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.<\/p>\n<p>Terkait dengan adanya pandemi COVID-19, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan. Pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan <em>online<\/em> agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui <em>video call<\/em>, termasuk juga persidangan <em>online<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cNantinya, jika pandemi COVID-19 ini sudah berakhir kita sudah menyiapkan sarana-sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrean, di mana pada mesin antrean nanti langsung dapat memverifikasi wajah pengantre sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrean tersebut. Di ruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor di mana layar monitor itu berisikan informasi-informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat, tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas Klas IIB Sekayu ini,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Programmer Gelang RFID, Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata di lapangan berbeda.<\/p>\n<p>\u201cGelang ini dibuat dengan aplikasi mandiri, RFID reader yang kebetulan digunakan bentuk gelang karet. Ini disematkan kepada semua warga binaan dan kita tidak perlu khawatir karena kenapa, ketika tertukar pun pada saat mereka di tag mereka akan ketahuan bahwa mereka itu bukan pemilik gelang yang sah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kelebihan gelang ini tidak mudah rusak. Artinya tidak masalah jika dibawa mandi, mencuci, atau terbentur sekalipun. Hal itu lantaran gelang ini berbasis radio frequency identification.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengapresiasi terobosan Lapas Klas II B Sekayu yang sangat menjaga keberadaan warga binaan di Lapas. &#8220;Ini terobosan yang sangat baik, terlebih ini pertama kali diterapkan di Indonesia,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan selalu mensupport upaya program positif yang dilaksanakan pihak Lapas Klas II B Sekayu utamanya dalam pembinaan warga binaan. &#8220;Semoga terobosan ini nantinya dapat menginspirasi Lapas-Lapas lainnya di Indonesia yang tentunya memberikan kontribusi positif dan memudahkan dalam pengawasan,\u201d pungkasnya. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Kabupaten Musi Banyuasin selama ini dikenal dengan terobosan dan inovasi di berbagai bidang. Kali ini inovasi dikembangkan Lapas Klas IIB Sekayu yang menggunakan teknologi untuk memeriksa keberadaan warga binaan. Inovasi buah gagasan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan ini berupa gelang tag radio frequency identification (RFID). Gelang tag RFID ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":50006,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[15584,15586,15585],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/04\/IMG-20200428-WA0012-1-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-d0x","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50005"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50005"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50007,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50005\/revisions\/50007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}