
{"id":51010,"date":"2020-05-16T18:56:34","date_gmt":"2020-05-16T11:56:34","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=51010"},"modified":"2020-07-14T02:42:13","modified_gmt":"2020-07-13T19:42:13","slug":"keluarga-dikucilkan-karena-status-n-saat-meninggal-dunia-ini-keterangan-rsud-sekayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/keluarga-dikucilkan-karena-status-n-saat-meninggal-dunia-ini-keterangan-rsud-sekayu\/","title":{"rendered":"Keluarga Dikucilkan Karena Status N Saat Meninggal Dunia, Ini Keterangan RSUD Sekayu"},"content":{"rendered":"<p><b>SEKAYU, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba menggelar konferensi pers, Jumat (15\/05). Hal ini untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai status N warga Muba yang disebut-sebut meninggal dunia karena positif COVID-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Makson, tidak benar jika N berstatus positif COVID-19. Sebab saat meninggal dunia N masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kami dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu meminta maaf kepada keluarga besar almarhum atas tugas yang kami lakukan di tengah pandemi ini, karena pasien yang dimaksud masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kami tidak bermaksud menjatuhkan nama baik almarhum, kami hanya menjalankan tugas ini sesuai dengan Protokol Kesehatan COVID-19 dan mencegah meluasnya penyebaran virus Corona ini. Karena kita tidak tahu segala kemungkinan hal buruk bisa terjadi di tengah kondisi yang tidak normal ini,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makson juga berharap, dengan adanya kejadian ini, masyarakat tidak mengucilkan keluarga almarhum N dan turut membantu tim kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona, dengan cara mematuhi peraturan dari pemerintah untuk mengunakan masker, selalu menjaga kesehatan dan menjauhi kerumunan massa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba Seftiani Peratita juga menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan tentang status PDP almarhum yang berdampak ke pihak keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, hasil swab test dari laboratorium memang benar almarhum negatif SAR CoV-2. Hasil ini disampaikan Dinas Kesehatan ke rumah sakit dan pihak keluarga. Hal ini sesuai dengan kode etik pemberitaan status pasien dalam pengawasan (PDP), di mana hanya data kasus konfirmasi positif COVID-19 yang dirilis karena terkait untuk data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tracing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kontak dekat. Sedangkan untuk orang dengan hasil swab test negatif, diserahkan dengan pihak RSUD yang merawat pasien. Begitu juga setelah dinyatakan sehat dan sembuh, PDP tetap dipantau oleh Puskesmas wilayah tempat tinggal dan didampingi oleh aparat desa setempat pada saat pulang ke rumah. Agar stigma negatif tidak diterima oleh keluarga PDP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, perwakilan keluarga almarhum N, dr Diyah meminta maaf bila dalam kondisi tersebut ada kekeliruan dalam bertindak. Menurut Diyah, keluarga paham kondisi saat ini segala sesuatu serba harus hati-hati untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di tengah pandemi COVID-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kejadian ini dampaknya sangat luar biasa menyakitkan. Karena stigma-stigma (negatif) masyarakat, menurut saya cukup membunuh kami sekeluarga, dan itu betul-betul menimbulkan ketakutan kami sekeluarga. Tapi kami mencoba untuk ikhlas, karena kami paham bahwa pengetahuan masyarakat tidak bisa kita samakan, ada yang sudah paham, ada juga kebanyakan yang belum paham. Kami berharap dengan adanya forum ini dan disebarkan melalui media sosial itu bisa merubah stigma masyarakat terutama atas hikmah yang sudah muncul terhadap keluarga kami alami saat ini. Sehingga masyarakat bisa mencerna lebih baik kejadian yang kami alami ini. Dan kami juga berharap bersama Tim Gugus Kesehatan penanganan terhadap pasien positif itu penting, penanganan pasien PDP penting, dan penanganan dampaknya juga penting. Mudah mudahan kejadian ini menjadi pembelajaran agar masyarakat bisa memilah berita-berita tidak benar sehingga tidak berdampak kepada kami korban dari stigma ini,&#8221; beber Diyah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kami dari keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD Sekayu sudah memfasilitasi dan telah merawat almarhum dengan semaksimal mungkin. Harapan kami dan kita semua juga ingin melalui sama-sama COVID-19 ini dengan baik. Terima kasih atas kesempatannya,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesempatan ini, dirinya berpesan agar pihak rumah sakit dan dinas kesehatan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemahaman tentang status pasien, dan antisipasi pencegahan COVID-19, sehingga rasa stigma negatif atau dijauhi oleh masyarakat, tidak menimpa keluarga lainnya. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba menggelar konferensi pers, Jumat (15\/05). Hal ini untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai status N warga Muba yang disebut-sebut meninggal dunia karena positif COVID-19.\u00a0 Menurut Makson, tidak benar jika N berstatus positif COVID-19. Sebab saat meninggal dunia N masih berstatus pasien dalam pengawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":51011,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/IMG-20200516-WA0011-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dgK","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51010"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51010"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51012,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51010\/revisions\/51012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}